Disebut Tak Patuh Aturan Doping, Indonesia Terancam Dilarang Gelar MotoGP dan WorldSBK

Anindhya Danartikanya | 8 Oktober 2021 15:47
MotoGP terancam tak bisa dinikmati langsung di Indonesia karena adanya rilis WADA (c) Yamaha MotoGP

Bola.net - Kabar tak mengenakkan mendera dunia olahraga Indonesia. Agen Anti-Doping Dunia (WADA) pada Jumat (8/10/2021) merilis nama tiga negara yang tidak patuh pada aturan doping. Menurut laporan Reuters, tiga negara tersebut adalah Indonesia, Thailand, dan Korea Utara.

Akibat vonis ini, tiga negara tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat demi mendapatkan hak menjadi tuan rumah kejuaraan level regional, kontinental, atau dunia selama masa penangguhan. Kabar dari WADA tentu bak sambaran petir di siang bolong.

Pasalnya, Indonesia sedang bersiap menjadi tuan rumah beberapa event olahraga besar. Yang terdekat adalah WorldSBK di Sirkuit Mandalika, Lombok, yang rencananya digelar pada 19-21 November 2021, serta MotoGP di trek yang sama pada 18-20 Maret 2022.

Tidak hanya itu, atlet dari tiga negara di atas akan diizinkan untuk bersaing di kejuaraan regional, kontinental dan dunia, namun bendera nasional mereka tidak akan dikibarkan di ajang olahraga apa pun selain Olimpiade.

1 dari 1 halaman

Pengujian Dianggap Tidak Efektif

WorldSBK terancam tak bisa dinikmati langsung di Indonesia karena adanya rilis WADA. (c) Kawasaki

Masih menurut Reuters, WADA mengatakan bahwa Badan Anti-Doping Nasional (NADO) Korea Utara dan Indonesia dinyatakan tidak patuh karena tidak menerapkan program pengujian yang efektif.

Sementara itu, status ketidakpatuhan yang didapat Thailand berasal dari kegagalan untuk sepenuhnya menerapkan Kode Anti-Doping 2021. Sayangnya, dalam berita yang ditulis Reuters tidak ada keterangan kapan hukuman dari WADA ini mulai berlaku.

Belum ada keterangan resmi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia. Namun, Menpora Zainudin Amali akan memberikan pernyataan mengenai peristiwa ini kepada awak media pada Jumat sore.

Disadur dari: Bolacom (Hendry Wibowo) | Sumber asli: Reuters | Dipublikasi: 8 Oktober 2021

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR