
Kementerian tersebut adalah Kementrian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan dan Kemanusiaan (Kemenko PMK). Keduanya mempertanyakan biaya yang harus ditanggung pemerintah untuk ajang balapan motor bergengsi itu.
"Kemenpora diminta untuk mengkaji ulang secara komprehensif tentang kelayakan dari MotoGP. Dari aspek legalitas, relevansi, dan juga dari aspek pariwisata," ujar Gatot kepada wartawan.
"Lalu, keuntungannya apa dengan mengeluarkan uang sekian ratus miliar Rupiah. Semuanya harus dengan data yang konkrit," tambahnya.
Lebih lanjut, pria asal Yogyakarta itu mengungkapkan bahwa pihak Kemenpora tidak bisa mengkaji MotoGP sendirian. Kemenpora membutuhkan bantuan dari Kementerian Pariwisata.
"Kemenpora tidak bisa sendirian mengkaji, harus koordinasi dengan Kementerian Pariwisata. Menko PMK, Puan Maharani tidak sebutkan deadlinenya kapan, tapi dia cuma minta sampaikan ke Menpora untuk secepatnya dilakukan kajian," tutupnya. [initial]
Baca juga:
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 15 Juni 2026 16:06Jadwal Lengkap Balapan MotoGP 2026
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2 Juli 2026 03:07Inggris vs RD Kongo: Pertandingan yang Gila
-
Piala Dunia 2 Juli 2026 03:02RD Kongo Sudah Bermain dengan Baik
-
Piala Dunia 2 Juli 2026 02:54Karena Inggris Pegang Teguh Keyakinan
-
Piala Dunia 2 Juli 2026 02:46Inggris Lawan Meksiko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 1 Juli 2026 19:39Rusa TMP Kalibata Kabur, Berkeliaran di Jalanan
-
Liputan6 1 Juli 2026 19:15Momen Akrab Prabowo dan Jokowi di HUT Bhayangkara ke-80
-
Liputan6 1 Juli 2026 18:43Tak Hanya Penyekapan, Taufik Hidayat Terjerat Kasus Kejahatan Lain
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8816948/original/012274200_1782910135-1000959719.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8812740/original/000964500_1782908150-IMG-20260701-WA0073.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8538740/original/099129700_1782474550-Taufik_Hidayat_pelaku_penganiayaan_dan_penyekapan_pacar.jpg)
