
Bola.net - - General Manager Ducati Corse, Luigi 'Gigi' Dall'Igna kembali blak-blakan mengungkapkan rasa kecewanya kepada Aprilia, Honda, KTM, dan Suzuki yang melayangkan protes kepada FIM MotoGP Stewards dan MotoGP Court of Appeal mengenai perangkat aerodinamika berupa winglet yang tertempel pada swingarm tiga motor Desmosedici GP19 di Qatar akhir pekan lalu.
Meski Ducati menjelaskan winglet ini sekadar berfungsi mendinginkan ban belakang demi menghindari overheating, keempat pabrikan pemrotes yakin bahwa winglet ini punya fungsi lain, yakni menghasilkan tambahan downforce. Menurut mereka, perangkat ini menyalahi regulasi yang ditetapkan oleh Direktur Teknis MotoGP, Danny Aldridge.
Dalam wawancaranya bersama Sky Sport, Dall'Igna pun mengaku kaget atas protes empat pabrikan ini, terutama Honda, yang ia nilai sebagai pabrikan papan atas yang maju, serta merupakan pelopor era modern di MotoGP bersama Ducati dan Yamaha. Pria Italia ini mengaku juga akan bersikap tegas soal perangkat pabrikan lain yang ia nilai tak sesuai regulasi.
"Fakta Honda mempertanyakan kebijakan Direktur Teknis membuat kami memiliki posisi yang sama untuk mempertanyakan perangkat mereka. Jujur saja, kami rasa winglet Honda berbahaya. Tapi kami tak pernah berpikir mengajukan keluhan. Tapi seseorang, terutama Honda, telah mempertanyakan kinerja Danny, hingga kami mempertimbangkan kemungkinan melakukan hal serupa di seri-seri berikutnya," ujarnya.
Empat Pabrikan Bereaksi Berlebihan

Dall'Igna juga menyatakan bahwa empat pabrikan ini bereaksi berlebihan, mengingat perbedaan pendapat soal perangkat teknis biasanya didiskusikan secara tenang dan damai dalam pertemuan Asosiasi Pabrikan MotoGP (MSMA). Ia yakin masalah ini tak perlu sampai dibawa-bawa ke MotoGP Court of Appeal.
"Jujur saja saya tak mengiranya, karena hingga kini semua didiskusikan di dalam MSMA. Kami selalu merasa MSMA merupakan forum terhormat, di mana kami mendiskusikan klarifikasi dan kemungkinan revisi soal regulasi teknis. Jadi saya rasa tak perlu bereaksi seekstrem ini, sampai-sampai mengajukan komplain resmi dalam balapan," ungkapnya.
Siapa yang Sejatinya Terintimidasi?
Dall'Igna pun yakin bahwa keempat pabrikan ini hanya ingin melakukan intimidasi kepada Ducati, yang belakangan ini kerap selangkah lebih maju dalam menciptakan inovasi-inovasi teknis di MotoGP. Ia pun menyebut bahwa merekalah yang justru terintimidasi karena mau tak mau harus mengikuti tren teknis yang ada.
"Saya rasa mereka ingin mengintimidasi kami, dan menghalangi kami memakai perangkat yang dianggap legal oleh Direktur Teknis. Pabrikan lain merasa dipaksa lebih maju dalam situasi ini. Jujur saja, jika saya ada di pihak mereka, saya bakal merasa ini semua memalukan. Kami tenang saja, karena sistem kami hanya untuk mendinginkan ban belakang, dan kami punya bukti eksperimen soal ini," pungkasnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 29 Oktober 2026 17:51Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
-
Otomotif 29 Oktober 2026 10:18Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 29 Oktober 2026 20:06Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
-
Bola Indonesia 29 Oktober 2026 20:02Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
-
Liga Inggris 29 Oktober 2026 18:00Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
-
Otomotif 29 Oktober 2026 17:51Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
BERITA LAINNYA
-
otomotif 29 Oktober 2026 17:51Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
-
otomotif 29 Oktober 2026 10:18Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
-
otomotif 27 Oktober 2026 20:40Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
SOROT
-
Liputan6 29 Oktober 2026 20:23Kubu Gibran Tunjukkan Riwayat Pendidikan, Penggugat Soroti Bukti Penyetaraan
-
Liputan6 29 Oktober 2026 19:55Prabowo Sebut Olahraga Jadi Simbol Kehormatan Bangsa
-
Liputan6 29 Oktober 2026 19:39Momen Massa Trisakti Bakar Flare Sebelum Bubarkan Diri
-
Liputan6 29 Oktober 2026 19:11Prabowo Tekankan Kedaulatan di UU Satu Data Indonesia
-
Liputan6 29 Oktober 2026 17:51Cara Kepala BGN Cegah Monopoli Bahan Pangan untuk MBG
-
Liputan6 29 Oktober 2026 16:48Dakwaan Berlapis Silmy Karim di Kasus Izin Tinggal WNA
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...














:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385915/original/075393800_1793280225-IMG_0682.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385897/original/098515500_1793278230-IMG-20261029-WA0170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385893/original/039717800_1793277580-254265.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385874/original/009652400_1793275898-Screenshot_20261029_183025_Instagram.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385345/original/080698200_1793254600-IMG_1193.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385748/original/055039700_1793267298-IMG_20261029_141944_495.jpg)
