
Bola.net - - MotoGP 2017 telah resmi dimulai di Sirkuit Losail, Qatar dua pekan lalu, dan kini para penghuni paddock grand prix balap motor akan singgah di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina pada 7-9 April.
Menjelang seri kedua ini, ada beberapa trivia dan fakta-fakta soal kejuaraan balap motor terakbar tersebut yang menarik untuk di simak. Berikut fakta-fakta menarik jelang MotoGP Argentina 2017.
Fakta Unik MotoGP Argentina

- Grand Prix Argentina pertama digelar pada 1961 di Buenos Aires, pertama kalinya sebuah grand prix digelar di luar Eropa.
- Ini merupakan tahun keempat Grand Prix Argentina digelar di Termas de Rio Hondo. Sepuluh Grand Prix Argentina sebelumnya digelar di Buenos Aires, yang terakhir digelar pada 1999.
- Tiga rider Argentina yang pernah memenangkan balapan grand prix adalah Sebastian Porto (tujuh kemenangan di GP250), serta Benedicto Caldarella dan Jorge Kissling, yang masing-masing meraih satu kemenangan di GP500.
- Kemenangan grand prix terakhir yang diraih rider Argentina adalah GP250 Belanda 2005, yang dimenangi Porto dari Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo.
- Satu-satunya rider aktif yang pernah balapan di Buenos Aires adalah Valentino Rossi (Movistar Yamaha), yang meraih kemenangan di GP250 pada 1998 dan 1999.
Fakta Unik MotoGP Argentina

- Satu-satunya pemenang MotoGP Argentina selain Marquez adalah Rossi, yang meraih kemenangan pada tahun 2015 usai start dari posisi 8.
- Andrea Dovizioso yang finis kedua pada tahun 2015 merupakan satu-satunya podium Ducati di Argentina.
- Lima balapan MotoGP terakhir dimenangkan oleh lima rider berbeda, yakni Marquez, Cal Crutchlow (LCR Honda), Dovizioso, Jorge Lorenzo (Yamaha) dan Maverick Vinales (Yamaha).
- Termas de Rio Hondo merupakan satu dari lima sirkuit di kalender tahun ini yang belum pernah dimenangkan Lorenzo di MotoGP, bersama Austin, Sachsenring, Sepang dan Red Bull Ring.
Fakta Unik MotoGP Argentina

- Jika Vinales memenangkan balapan di Argentina akhir pekan nanti, ia akan menjadi rider Yamaha pertama sejak Wayne Rainey, yang memenangkan dua seri pertama kelas tertinggi pada 1990.
- Lap tercepat 'terlamban' di MotoGP Qatar hanyalah 1,891 detik lebih lamban dari lap tercepat yang diraih oleh Johann Zarco (Monster Yamaha Tech 3). Sebelumnya, belum pernah terjadi 23 rider MotoGP mencatat waktu kurang dari 2 detik dari lap tercepat dalam balapan.
Fakta Unik MotoGP Argentina

- Marquez memenangkan MotoGP Argentina tahun lalu dengan Dani Pedrosa (Repsol Honda) finis ketiga. Ini merupakan kedua kalinya dua rider Repsol Honda meraih podium ganda selama 2016, selain di MotoGP Catalunya.
- Usai finis keempat di Qatar, jika Marquez tak menang di Argentina nanti, maka untuk pertama kalinya di MotoGP ia gagal meraih satu kemenangan dari dua seri pertama.
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 6 Juni 2026 20:37Klasemen Pembalap MotoGP 2026
-
Otomotif 6 Juni 2026 20:37Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
LATEST UPDATE
-
Otomotif 6 Juni 2026 20:37Klasemen Pembalap MotoGP 2026
-
Otomotif 6 Juni 2026 20:37Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
BERITA LAINNYA
-
otomotif 6 Juni 2026 20:37Klasemen Pembalap MotoGP 2026
-
otomotif 6 Juni 2026 20:37Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)

