
Bola.net - Seperti kebanyakan orang, Johann Zarco juga takjub pada tenaga mesin dan top speed Desmosedici GP20 dalam MotoGP Qatar di Sirkuit Losail pada Minggu (28/3/2021). Namun, fakta bahwa dirinya finis kedua diyakini rider Pramac Racing ini sebagai bukti ada beberapa area di mana Ducati tertinggal dari Yamaha.
Zarco yang start keenam, merangsek ke posisi terdepan bersama Pecco Bagnaia, Jack Miller, dan Jorge Martin berkat holeshot device dan tenaga masif GP20. Keempatnya melakukan start fantastis dan langsung memimpin. Namun, pada Lap 15, mereka hanya bisa pasrah melihat Maverick Vinales mengambil alih pimpinan balap.
Pada Lap 17, Zarco menyalip Bagnaia dan melaju di posisi kedua. Pada lap penutup, ia pun disalip oleh Joan Mir yang mengendarai Suzuki, yakni motor yang sama lincahnya di tikungan seperti Yamaha karena memiliki corner speed yang baik. Namun, Zarco akhirnya finis kedua, diuntungkan blunder Mir yang melebar di tikungan terakhir.
Tak Perlu Tambahan Tenaga

Zarco pun senang bisa kembali naik podium, namun ia merasa seharusnya bisa berbuat lebih demi mengejar Vinales. Juara dunia Moto2 2015 dan 2016 ini menyatakan, para rider Ducati masih tertinggal di beberapa sektor dari Yamaha. Finis dengan margin 1,092 detik adalah bukti bahwa mereka harus mencari solusi.
"Saya tak butuh tenaga mesin tambahan, saya sudah punya cukup. Saya rasa kami harus lebih garang pada enam lap terakhir atau saat Maverick makin ngotot, demi meraih kemenangan. Saya melaju lebih cepat saat itu, namun kehilangan 0,4 detik (per lap). Jadi, kami harus menutup margin ini," ungkap Zarco usai balap.
"Kami tahu alasan kami tertinggal, dan mengapa sangat sulit membuntuti Maverick. Namun, jika mengamati balapan dan cara saya menjalaninya, kami harus mencari koneksi lebih baik dengan ban belakang saat masuk tikungan. Dari sini, kami bisa mengalami kemajuan pada paruh kedua balapan," lanjut rider Prancis ini.
Harus Temukan Solusi Sebelum MotoGP Doha
Hasil ini juga menunjukkan top speed bukanlah segalanya, walau Zarco sukses mencatat rekor dengan kecepatan 362,4 km/jam dalam sesi FP4. Ini terbukti dari fakta Vinales mampu membuntuti Ducati via slipstream. Zarco pun mengimbau Ducati untuk merenungkan solusi di MotoGP Doha pada 2-4 April nanti.
"Saya rasa perbedaan top speed kami makin tipis, karena Maverick dapat slipstream yang baik. Memang tak sepanjang balapan, karena ia akhirnya memimpin. Tapi saat ia memimpin, ia punya keunggulan besar pada gigi dua dan tiga, serta sedikit pada gigi empat. Alhasil, ia jadi menjauh dari kami," lanjut Zarco.
"Kami bisa mengejarnya, namun sudah terlambat. Jadi, itulah alasan mengapa margin performa kami makin tipis. Jika kami bisa menemukan solusi di area ini untuk balapan selanjutnya, kami bakal jauh lebih garang bersama Ducati dan bisa mempertahankan kekuatan kami," pungkas pembalap berusia 30 tahun ini.
Sumber: Crashnet
Video: Hasil Kualifikasi MotoGP Qatar 2021, Pecco Bagnaia Tercepat
Baca Juga:
- Maverick Vinales: Kemenangan MotoGP Qatar Terwujud Berkat Cal Crutchlow
- Sengit dan Tak Terduga, Inilah 9 Momen Mencengangkan dari MotoGP Qatar 2021
- Klasemen Sementara MotoGP 2021 Usai Seri Qatar
- Hasil Balap MotoGP Qatar: Maverick Vinales Bekuk Johann Zarco
- Klasemen Sementara Formula 1 2021 Usai Seri Bahrain
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 8 Maret 2026 07:59Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
LATEST UPDATE
-
Voli 8 Maret 2026 10:55 -
Liga Italia 8 Maret 2026 10:54 -
Liga Italia 8 Maret 2026 10:25 -
Liga Inggris 8 Maret 2026 10:08 -
Liga Italia 8 Maret 2026 09:53 -
Liga Italia 8 Maret 2026 09:27
MOST VIEWED
- Hasil FP1 Formula 1 GP Australia 2026: Charles Leclerc dan Lewis Hamilton Bikin Ferrari Berkuasa
- Hasil Kualifikasi Formula 1 GP Australia 2026: George Russell Sabet Pole, Sikat Kimi Antonelli
- Hasil FP2 Formula 1 GP Australia 2026: Oscar Piastri Tercepat di Rumah Sendiri, Ungguli Kimi Antonelli
- Cedera Bahu Jadi Penghalang, Marc Marquez Minta Ducati Sabar Tunggu Kontrak MotoGP 2027
HIGHLIGHT
- 6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, ...
- 5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemi...
- 10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Men...
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: S...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524296/original/000488600_1772933206-Lokasi_penemuan_mayat_perempuan_di_Depok.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2787328/original/093283100_1556103822-va2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524204/original/029547700_1772920664-WhatsApp_Image_2026-03-08_at_2.04.10_AM.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524301/original/028677300_1772935613-anya.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524297/original/010951000_1772933670-armand_2.jpeg)
