
Bola.net - - Manajer Tim Red Bull KTM Factory Racing, Mike Leitner melempar kritik supertajam kepada Ducati Corse dan sang general manager, Luigi 'Gigi' Dall'Igna, atas kontroversi sayap yang tertempel pada swingarm tiga motor Desmosedici GP19 di MotoGP Qatar lalu. Leitner pun tak ragu menyebut Ducati terus-terusan berbuat curang dan menyebut Dall'Igna sok pintar.
Leitner merupakan salah satu orang yang hadir dalam sidang FIM Court of Appeal di Jenewa, Swiss pada Jumat (22/3) lalu, bersama Massimo Rivola (CEO Aprilia Racing), Alberto Puig (Manajer Tim Repsol Honda), dan Davide Brivio (Manajer Tim Suzuki Ecstar). Dall'Igna sebagai wakil Ducati juga hadir, didampingi sang koordinator teknis, Fabiano Sterlacchini.
Kepada Speedweek, Leitner menyatakan bahwa sidang berjalan lancar dan tenang, serta segala informasi pun telah diterima oleh ketiga hakim. Kini, semua pihak terkait akan menunggu keputusan hakim, yang akan diumumkan sebelum MotoGP Argentina digelar pada 29-31 Maret.
Anak Kecil Saja Tahu!

"Menurut aturan, jelas Anda tak bisa menempelkan perangkat penghasil downforce di sana (swingarm). Kalau soal mendinginkan ban, ada cara lain untuk melakukannya. Ducati menekankan mereka hanya ingin mendinginkan ban, tak mau mengakui sayap itu juga menghasilkan downforce," ujarnya.
Leitner, yang merupakan eks crew chief Dani Pedrosa di Repsol Honda, juga melayangkan sindiran kepada Direktur Teknis MotoGP, Danny Aldridge, yang dinilai plin-plan dalam menentukan regulasi aerodinamika, di mana versi terbarunya telah dirilis pada Desember lalu.
"Tapi delapan hari sebelum MotoGP Qatar, sayap itu tak lagi berfungsi untuk aerodinamika, melainkan untuk mendinginkan ban. Padahal anak kecil saja tahu bahwa downforce bisa dihasilkan jika saya menempelkan sayap dengan tiga sirip pada swingarm," ungkapnya.
Sebut Ducati Terus-terusan Curang
Pria Jerman ini menyebut pabrikan peserta ogah terlalu jauh mendalami pengembangan aerodinamika, yang menurutnya hanya bisa meningkatkan biaya balap. Selain butuh biaya untuk mendesain perangkat aerodinamika, menyewa terowongan angin untuk uji coba juga kini telah mencapai 20.000 euro per hari.
"Tak ada yang berhak menyebut departemen balap Honda, Suzuki, Aprilia dan KTM berisi amatir. Tapi jika Gigi merasa paling cerdas, saya tak bisa mengubahnya. Ada banyak area teknis pada mesin MotoGP, dan pabrikan lain tak mau terlibat dalam kegilaan aerodinamika ini. Biaya balap akan meningkat, padahal aerodinamika tak terlalu berpengaruh. Lagipula ini berbahaya," tuturnya.
Leitner juga tak segan menyebut Ducati bersikap curang dan munafik. "Ducati merupakan pabrikan yang selalu menuntut stabilitas regulasi, tapi ketika kami semua punya stabilitas dan semua pabrikan telah merakit motor 2019 berdasar Pedoman Aerodinamika yang dirilis pada Desember, Ducati malah terus berlaku curang dan meyakinkan Direktur Teknis untuk mengadopsi regulasi baru," pungkasnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 29 Oktober 2026 10:18Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
-
Otomotif 27 Oktober 2026 20:40Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
-
Otomotif 24 Oktober 2026 11:32Hasil Sprint Race MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Menang, Jorge Martin Crash!
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 29 Oktober 2026 13:10Luka Modric Akui AC Milan Layak Kalah dari Bologna: Kami Tidak Menduganya
-
Liga Italia 29 Oktober 2026 12:45Menang Berkat Dua Gol Bunuh Diri, Cristian Chivu Akui Inter Milan Beruntung
-
Liga Italia 29 Oktober 2026 12:23Kalah dari Genoa, Statistik Lini Serang Juventus Kian Mengkhawatirkan
-
Liga Inggris 29 Oktober 2026 10:23Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
BERITA LAINNYA
-
otomotif 29 Oktober 2026 10:18Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
-
otomotif 27 Oktober 2026 20:40Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
-
otomotif 24 Oktober 2026 11:32Hasil Sprint Race MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Menang, Jorge Martin Crash!
SOROT
-
Liputan6 29 Oktober 2026 14:15Penggugat Surat Keterangan Gibran Walk Out dari Sidang PTUN
-
Liputan6 29 Oktober 2026 13:45Waketum MUI Anwar Abbas Jadi Saksi Meringankan Gus Yaqut
-
Liputan6 29 Oktober 2026 13:39DPR Dorong RI-Singapura Perkuat Penegakan Hukum Kebakaran Hutan
-
Liputan6 29 Oktober 2026 13:163 Masalah MBG, dari Pengawasan hingga Tata Kelola
-
Liputan6 29 Oktober 2026 06:43Momen Prabowo Bacakan Ikrar Sumpah Pemuda Bareng Siswa SD
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385434/original/038267800_1793258105-IMG_0662.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385392/original/063858100_1793256354-IMG_20261029_131304_405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384902/original/065831300_1793190238-Screenshot_20261028_184744_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385345/original/080698200_1793254600-IMG_1193.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9385158/original/034017200_1793243298-erick-surat-fifa-618d32.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385053/original/031401100_1793231031-Screenshot_2026-10-29_063401.jpg)
