
Bola.net - Sporting Director Ducati Corse, Paolo Ciabatti, mengaku pihaknya punya dua misi penting bersama Francesco Bagnaia menjelang MotoGP Austin di Circuit of The Americas (COTA), Amerika Serikat, 1-3 Oktober. Yang pertama adalah mengalahkan Marc Marquez, dan yang kedua adalah memberi tekanan kepada Fabio Quartararo.
COTA adalah daerah kekuasaan Marquez dan Honda. Marquez meraih pole di sana sejak 2013 dan selalu menang, kecuali pada 2019. Kala itu, ia memimpin dengan keunggulan besar selama sembilan lap, namun melakukan kesalahan dan terjatuh di Tikungan 12 hingga gagal finis. Balapan itu pun dimenangi rider Suzuki Ecstar, Alex Rins.
Selain ingin menjegal langkah Marquez di COTA, Ducati juga berharap Bagnaia menahan laju Quartararo. Seperti yang diketahui, dengan empat balapan tersisa, saat ini Quartararo unggul 48 poin atas Bagnaia. Margin ini memang cukup lebar, namun Bagnaia masih punya kans juara, dan Ducati tak mau menyia-nyiakan kesempatan.
Margin Poin Lebar, Tapi Apa pun Bisa Terjadi

"Kini kami menatap Austin. COTA adalah kerajaan 'Senor Marquez'. Ia selalu menang di sana sejak 2013, kecuali 2019. Tapi Aragon juga trek Marc, dan kami membekuknya di sana. Jadi, kami punya konsep yang jelas. Kami ingin menang dan menekan Fabio. Merebut gelar memang sulit, tapi tak mustahil," tutur Ciabatti via Speedweek, Senin (27/9/2021).
Pria asal Italia ini pun tak memungkiri bahwa mengejar ketertinggalan 48 poin dari Quartararo bukanlah tugas mudah bagi Bagnaia. Namun, Ducati tak mau terlalu kepikiran soal poin, melainkan hanya ingin fokus finis di depan Quartararo di tiap balapan. Jika memungkinkan, mereka ingin Bagnaia selalu menang di sisa musim.
"Kami di posisi yang kami inginkan. Kami coba bertarung di depan dan memenangkan balapan. Kemudian, barulah kita lihat apa yang akan terjadi. Fabio punya keunggulan yang nyaman, 48 poin dengan empat balapan tersisa. Tapi apa pun bisa terjadi. Kami harus tetap mencoba, toh kami terbukti kompetitif di trek mana saja," ujar Ciabatti.
Harusnya Quartararo va Bagnaia Bisa Lebih Sengit

Ciabatti pun berpendapat Bagnaia harusnya bisa lebih dekat dengan Quartararo dalam perebutan gelar. Ia yakin, margin poin selebar itu disebabkan kesialan yang menimpa 'Pecco'. Beberapa di antaranya adalah kesalahan pengereman di balapan kedua di Qatar, juga dihapusnya catatan pole di Portimao akibat bendera kuning di kualifikasi.
Selain itu, juga ada gagal finisnya Bagnaia di Mugello akibat hilang fokus usai meninggalnya Jason Dupasquier, serta bendera merah di MotoGP Austria dan masalah ban di Silverstone. Meski begitu, Ciabatti juga tak mau menganggap remeh Quartararo, karena rider Monster Energy Yamaha itu juga sangat kuat di mana-mana.
"Harusnya kami bisa lebih dekat dengan Fabio. Tapi saya juga tak menyangkal bahwa Fabio memang kuat sepanjang musim. Ia layak berada di puncak klasemen. Saya tak ingat kapan ia tak kompetitif. Jika ada hujan dan kemudian treknya mengering, biasanya ia tak suka. Namun, ia masih menjalani musim fantastis musim ini," tutup Ciabatti.
Sumber: Speedweek
Baca Juga:
- Yamaha WorldSBK Beri Lampu Hijau Jika Toprak Razgatlioglu Ingin Jajal MotoGP
- Jonathan Rea 'Syok' Toprak Razgatlioglu Ngaku Takkan Suka Motor MotoGP
- Andrea Dovizioso Merasa Beruntung Bisa Balapan Sambil 'Uji Coba' Bareng Yamaha
- Pecco Bagnaia Ogah Juarai MotoGP Hanya Karena Fabio Quartararo Kena Sial
- Lewis Hamilton Sabet Kemenangan Ke-100, Valentino Rossi Ucapkan Selamat
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 23 Juli 2026 11:00Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 23 Juli 2026 11:05Hotman Paris Mundur dari Pengacara Eks Jampidsus Febrie
-
Liputan6 23 Juli 2026 10:59Fakta-Fakta Dokter Koas UI Ditemukan Tewas di Guest House Lampung
-
Liputan6 23 Juli 2026 10:41Pramono Pastikan Perbaikan SDN Kebayoran Lama 09 Jadi Prioritas APBD DKI
-
Liputan6 23 Juli 2026 10:19Kepala Kantor Bea Cukai Kediri Jadi Tersangka Kasus Suap
-
Liputan6 23 Juli 2026 09:40Ketua Komisi III DPR ke Jampidsus Kuntadi: Tuntaskan Kasus Febrie
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300156/original/001773700_1784299348-65299532-31bb-4d3a-9661-bf22f4c4a599.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304984/original/078411300_1784779437-1001486628.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303072/original/032894900_1784617562-rob2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304941/original/006834900_1784778021-1001487360.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8162918/original/038664800_1781017566-35916.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6218706/original/020422100_1779096025-Kepala_Badan_Pemulihan_Aset__BPA__Kejaksaan__Kuntadi-18_Mei_2026b.jpg)
