
Bola.net - Pembalap McLaren F1 Team, Oscar Piastri, senang bukan kepalang usai memenangi balapan utama Formula 1 GP Belgia di Sirkuit Spa-Francorchamps, Minggu (27/7/2025). Kemenangan ini merupakan aksi comeback-nya usai gagal memenangi Sprint dan merebut pole di sesi kualifikasi pada Sabtu (26/7/2025).
Dalam Sprint, Piastri harus legawa finis kedua di belakang Max Verstappen. Dalam sesi kualifikasi, ia kalah dari sang tandem, Lando Norris, dan terpaksa start kedua. Namun, pembalap asal Australia ini balas dendam dalam balapan utama, yang sempat ditunda nyaris 1,5 jam akibat hujan deras yang turun.
Balapan ini dimulai dengan periode Safety Car, di mana Piastri harus mengekor Norris. Pada Lap 5, Safety Car kembali masuk ke pitlane dan balapan yang sesungguhnya pun dimulai. Piastri secara mengejutkan langsung menyalip Norris di Kemmel Straight dan mengambil alih pimpinan balap. Sejak itu, ia tak lagi terkejar.
Sempat Kecewa Soal Performa Sendiri pada Hari Sabtu

Saat ditanya mengenai sensasinya dalam memenangi balapan ini, Piastri tersenyum dan berkata, "Seru, sangat seru. Saya tahu bahwa lap pertama akan jadi kesempatan terbaik saya untuk menang. Saya keluar dari tikungan pertama dengan baik dan hanya sedikit mengangkat pedal gas saat melewati Eau Rouge, dan itu sudah cukup," ujarnya via Formula1.com.
"Sisa balapan bisa kami kelola dengan baik, meski agak sulit di akhir. Mungkin ban medium bukan pilihan terbaik untuk lima atau enam lap terakhir, tapi secara umum kami bisa mengendalikan semuanya, dan itu yang saya mau. Saya cukup kecewa pada diri sendiri setelah kemarin, tapi ternyata start dari posisi kedua di Spa tidak terlalu buruk," lanjutnya.
Strategi Ban Medium Oscar Piastri
Saat pergantian dari ban intermediate ke slick, Piastri memilih ban medium, sementara Norris ganti ke ban keras. Saat ditanya apakah ia puas atas keputusan itu, pembalap 24 tahun ini mengaku memang punya rencana itu jika melaju di posisi kedua. ia juga sudah mengira Norris akan memakai ban keras.
"Menurut saya, ban medium adalah pilihan paling aman saat itu. Kita tidak pernah tahu apakah akan ada kecelakaan dan Safety Car, dan dalam situasi seperti itu, ban medium akan lebih menguntungkan. Selain itu, ban medium juga tampil bagus di Sprint kemarin," ungkapnya.
"Saya rasa perbedaannya tak terlalu besar, tapi saat bertarung 1-2 seperti ini, Anda pasti mencoba mencari keuntungan dalam bentuk apa pun, dan saya rasa kami sudah mengambil langkah paling aman," pungkas Piastri, yang kini memimpin klasemen pembalap dengan 266 poin, unggul 16 poin atas Norris.
Sumber: Formula 1
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 18 Juni 2026 02:00Tempat Menonton Inggris vs Kroasia di Piala Dunia 2026, 17 Juni 2026
-
Piala Dunia 17 Juni 2026 23:00Tempat Menonton Portugal vs Kongo di Piala Dunia 2026, 18 Juni 2026
-
Piala Dunia 17 Juni 2026 22:41Link Streaming Piala Dunia 2026: Ghana vs Panama, 18 Juni 2026
-
Piala Dunia 17 Juni 2026 22:30Link Streaming Piala Dunia 2026: Inggris vs Kroasia, 17 Juni 2026
-
Piala Dunia 17 Juni 2026 22:18Link Streaming Piala Dunia 2026: Portugal vs Kongo 18 Juni 2026
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 18 Juni 2026 02:22Man of the Match Portugal vs RD Kongo: Joao Neves
-
Piala Dunia 18 Juni 2026 02:00Tempat Menonton Inggris vs Kroasia di Piala Dunia 2026, 17 Juni 2026
-
Piala Dunia 17 Juni 2026 23:57Alasan Banyak Pemain Memakai Sepatu Pink di Piala Dunia 2026
BERITA LAINNYA
-
otomotif 15 Juni 2026 16:06Jadwal Lengkap Balapan MotoGP 2026
SOROT
-
Liputan6 18 Juni 2026 00:59Cerita Pilu Wanita di Bandung, Diduga Disekap-Dianiaya Pacar 3 Tahun
-
Liputan6 17 Juni 2026 23:22Kronologi Wedding Organizer Tipu Ratusan Calon Pengantin di Bandung
-
Liputan6 17 Juni 2026 23:00Tempat Menonton Inggris vs Kroasia di Piala Dunia 2026
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258130/original/041402900_1781320642-000_B66L4AF.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258865/original/087287100_1781420051-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2320245/original/076392300_1533533412-1533533412367325a1f9c9196ede-1512021137-30ae43ad1aa0a416699051b73a3dfcf6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8064710/original/039868400_1780909336-Calon_pengantin_diduga_menjadi_korban_penipuan_WO.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261496/original/069553800_1781712604-WhatsApp_Image_2026-06-17_at_22.44.16.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259001/original/056000700_1781433120-AP26160613675480.jpg)
