
Bola.net - Mantan dokter MotoGP asal Italia, dr. Claudio Costa, mengaku masih sangat sedih harus putus hubungan dengan Valentino Rossi sampai sekarang. Kepada La Gazzetta dello Sport, seperti yang dikutip Corsedimoto, Sabtu (20/2/2021), dr. Costa mengaku tak pernah berniat melakukan kesalahan.
Dr. Costa adalah dokter pencetus Clinica Mobile, klinik berjalan yang ada di paddock MotoGP dan WorldSBK, tempat para rider merawat cedera yang tengah mereka alami atau merawat kebugaran dengan fisioterapi. Beberapa tahun lalu, dr. Costa pensiun dari Clinica Mobile dan digantikan oleh dr. Michele Zasa.
Ratusan pembalap pernah dirawat oleh dr. Costa, salah satunya Rossi. Dulu, keduanya punya hubungan begitu dekat, sampai akhirnya Rossi mengalami kecelakaan motocross pada awal 2010. Dr. Costa pun menjadi tempat Rossi berkonsultasi soal cedera bahunya, namun uniknya ia tak bisa pulih dengan cepat.
Maklumi Keraguan Valentino Rossi, Tapi...

Akibat cedera bahu itu, Rossi tak bisa mengawali musim 2010 dengan baik, dan berujung kecelakaan yang jauh lebih besar lagi di Sirkuit Mugello, Italia. Insiden ini menyebabkan patah tulang fibula dan tibia kaki kanan Rossi dan untuk pertama kalinya The Doctor harus absen balapan sejak GP125 1996.
Rossi pun menganggap dr. Costa melakukan kesalahan diagnosa pada cedera bahunya, dan menolak kakinya dirawat oleh dokter kelahiran Imola tersebut. Hubungan keduanya pun otomatis retak. Dr. Costa, yang baru saja berulang tahun ke-80, hingga kini masih sangat sedih tak lagi bisa bicara dengan sang sembilan kali juara dunia.
"Vale tahu berapa kali saya membantunya naik motor lagi meski kondisinya sulit. Sebagai dokter, saya harus menerima keraguannya pada saya dan coba memahami. Tapi saya ingin membuatnya paham saya tak pernah mau memperlakukannya dengan cara yang salah, apalagi menghalanginya menang atau merebut gelar," ujarnya.
Kenang Masa-Masa Valentino Rossi saat Masih Kecil
Pada akhir 2010, Rossi pun menjalani operasi kedua untuk mengeluarkan plat yang ditanamkan pada kakinya. Ia juga tetap tak konsultasi dengan dr. Costa. "Saat ia menjalani operasi yang sama pada akhir tahun, saya mengira ia akan datang kepada saya. Nyatanya tak begitu. Sayalah yang salah, meski dia yang memprovokasi saya," tuturnya.
Namun, hubungan pahit ini tak membuat dr. Costa melupakan kenangan-kenangan manis saat bekerja dengan Rossi, terutama saat rider Italia itu masih anak-anak. Dr. Costa mengaku sudah mengenal The Doctor sejak belia, karena ia juga merawat ayah Rossi, Graziano Rossi, tiap kali cedera.
"Saya kenal Vale sejak kecil, karena saya kenal ayahnya. Awalnya, saya merawatnya saat ia jatuh dalam balapan di Tavullia. Suatu hari ibunya bilang pada saya bahwa ia ingin Vale punya gelar sarjana. Tapi saya bilang padanya bahwa Vale akan meraih lebih banyak gelar lewat balap motor," pungkas dr. Costa.
Sumber: La Gazzetta dello Sport, Corsedimoto
Video: Kebakaran Besar di Sirkuit MotoGP Argentina
Baca Juga:
- Ogah Bayar Lagi, Tito Rabat Santai Tak Dapat Gaji di WorldSBK
- Fabio Quartararo Rela Potong Gaji demi Punya Motor Pabrikan di MotoGP
- Usai Selisih Paham dengan Valentino Rossi, dr. Claudio Costa Jengkel pada Marc Marquez
- Jengkel, Alex Marquez Sebut Marc Marquez Kerap Kelewatan Saat Beri Nasihat
- Bidik Podium di MotoGP Qatar, Takaaki Nakagami Tekad Ikut Berebut Gelar Dunia
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 21 Juli 2026 22:29FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 21 Juli 2026 22:44Kronologi Kebakaran Gedung Djakarta Theater
-
Liputan6 21 Juli 2026 22:17Ledakan Rumah Mewah di Medan: Korban Terakhir Ditemukan
-
Liputan6 21 Juli 2026 21:14Megawati: Kudatuli Simbol Ketidakadilan
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:47Fakta Baru Mayat Pria Mengapung di Bakauheni
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:35Prabowo Tunjuk 5 Pejabat Baru BGN, Ketut Sumedana Jadi Deputi Pengawasan
MOST VIEWED
Yamaha Racing Indonesia Kuasai Latihan Perdana R3 BLU CRU Asia Pacific 2026: Abid Tercepat, Ditempel Sabian
Aktor Thailand Ing Asavanund Ramaikan Persaingan di Yamaha Sunder Race 2026, Turun pada Kelas R3 BLU CRU Asia-Pacific
Reynaldi Junior Wakili Indonesia di Podium Hari Pertama R3 Blu Cru Asia Pasific 2026
Bukan Juara, tetapi Paling Diburu! Ing Asavanund Jadi Magnet Yamaha Sunday Race 2026 di Mandalika
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303578/original/029822600_1784648668-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_22.22.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303568/original/084225500_1784647002-87853a60-7024-430f-967d-d897bb478cea.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303561/original/020896900_1784645389-IMG_5803.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303525/original/018798800_1784639971-IMG_9409.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303541/original/046071900_1784641635-1001484373.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303539/original/039229800_1784640967-IMG_3166.jpeg)

