
Topik mengenai komunikasi radio kembali memanas di paddock MotoGP setelah balapan flag-to-flag dari basah ke kering di Sachsenring, Jerman akhir pekan lalu, di mana tim dan pebalap kebingungan dalam bertukar informasi soal waktu yang tepat untuk masuk pit dan jenis ban yang diinginkan pebalap.
"Kami setuju-setuju saja bila mereka menginginkannya. Kami sudah melakukan uji coba di masa lalu, dan keberadaannya ditolak. Kala itu, kami sudah siap mengubah regulasi, tapi mereka tak mau memakainya. Jadi kami membiarkan regulasi seperti adanya. Tapi kami tak keberatan jika peserta menginginkan komunikasi radio," ujar Webb kepada Crash.net.
"Mungkin teknologi di era sekarang lebih baik. Mungkin ada cara yang lebih masuk akal untuk melakukannya. Dulu, ada dua alasan mengapa mereka menolaknya. Yang pertama, cemas tak bisa menerima petunjuk yang jelas, serta kedua, cemas pebalap terganggu pada saat yang salah," tambah pria asal Selandia Baru ini.
Ada kekhawatiran bahwa komunikasi radio akan membuat tim memiliki kendali lebih besar soal jalannya balap seperti di Formula 1, hingga menyisihkan talenta dan taktik pebalap saat di lintasan. Meski begitu, Webb mengaku bahwa Race Direction takkan melarang penggunaan sistem tersebut.
"Kami serahkan saja pada peserta. Jika mereka memintanya, kami akan mempelajarinya. Kini dengan hadirnya ban intermediate, mungkin mereka kembali mempertimbangkan komunikasi radio. Tapi ide mendasar soal flag-to-flag memang pebalap lah yang menentukan kapan ingin masuk ke pit," tutupnya. [initial]
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
-
Piala Eropa 23 Juli 2026 20:49Italia Tunggu Jawaban Guardiola
-
Liga Spanyol 23 Juli 2026 20:34Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 23 Juli 2026 20:30Basarnas: Korban KM Nurul Salsa Jadi 76, Ada Penumpang Batal Berangkat
-
Liputan6 23 Juli 2026 20:06Duduk Perkara Cekcok Sopir Alphard di Bundaran HI versi Satpam
-
Liputan6 23 Juli 2026 19:20Polisi Ungkap 2 Kasus Berbeda di Balik Tewasnya Anak Punk
-
Liputan6 23 Juli 2026 19:03Instruksi Prabowo: Semua Kementerian Harus Dukung Koperasi Merah Putih
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305959/original/066248100_1784813469-906809.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305955/original/074292300_1784813114-WhatsApp_Image_2026-07-23_at_20.15.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305249/original/015409200_1784789746-WhatsApp_Image_2026-07-23_at_13.54.01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8669810/original/074257300_1782706469-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_11.12.12.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5544401/original/060462400_1775103106-unnamed__48_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302187/original/020726000_1784536360-Screenshot_2026-07-20_at_15.30.41.jpg)
