
Bola.net - - Eks rider MotoGP yang kini menjabat sebagai test rider Ducati Corse, Casey Stoner melontarkan pendapatnya mengenai dua era berbeda, yakni masa-masa Valentino Rossi membela Ducati pada 2011-2012 dengan Jorge Lorenzo pada 2017-2018.
Sebelum Lorenzo merebut kemenangan di Mugello, Italia akhir pekan lalu, Stoner pun bicara dengan Crash.net, mengenai sulitnya kedua rider ini menapaki puncak podium. Meski begitu, menurut Stoner, situasi Rossi dan Lorenzo sangatlah berbeda.
Pada 2011-2012, Desmosedici milik Rossi mengalami banyak perubahan seiring berjalannya waktu, baik di area sasis maupun mesin, sementara di era Lorenzo, motor itu telah menemukan keseimbangan, terbukti dari enam kemenangan Andrea Dovizioso tahun lalu.
Valentino Rossi saat masih di Ducati. (c) AFP
Stoner pun yakin situasi Rossi kala itu jauh lebih buruk, karena The Doctor begitu kesulitan finis di posisi lima besar. Di sisi lain, sebelum memenangi balapan di Mugello, Lorenzo telah begitu sering memimpin balapan selama berlap-lap lamanya, walau penantiannya menuju kemenangan cukup panjang.
"Situasi mereka berbeda, tapi mungkin situasi Vale lebih buruk, karena Jorge lebih sering memperebutkan podium dan melaju di depan dalam banyak balapan. Meski tak berhasil menang, ia mampu bertarung di depan cukup sering. Tapi memang sulit untuk memilih di antara keduanya," tutur Stoner.
Beban Berat Rossi

Stoner juga yakin bahwa situasi Rossi lebih berat karena The Doctor mendapat beban ekstra untuk merakit Desmosedici yang benar-benar baru. "Saat Vale ke Ducati, semua orang hanya menunggunya 'menciptakan' sebuah motor, dan jelas ini tak bisa terjadi dalam sekejap," ungkapnya.
Sementara pada kasus Lorenzo, Desmosedici telah menjadi motor yang lebih kompetitif, dan Stoner yakin Por Fuera hanya harus melakukan proses adaptasi gaya balap. Menurutnya, inilah satu-satunya cara cepat untuk mengendalikan Desmosedici.
"Mengembangkan sesuatu agar cocok dengan Anda sangatlah sulit. Jadi memang lebih mudah beradaptasi dan mencari cara. Ini lebih cepat (berhasil) ketimbang mengubah sasis dan menciptakan mesin baru," pungkas juara dunia MotoGP 2007 dan 2011 ini.
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 23 Juli 2026 16:18RSPI Disiapkan Jadi Penyangga Layanan Kesehatan di Jakarta Utara
-
Liputan6 23 Juli 2026 16:05Putra Ferdy Sambo Dilantik Jadi Perwira Remaja Polri di Istana
-
Liputan6 23 Juli 2026 15:52Hotman Jawab Tudingan 30 Outlet Holywings Hasil TPPU Febrie Adriansyah
-
Liputan6 23 Juli 2026 15:52Menko Polkam Ungkap Pesan Prabowo Tentang Bahaya Narkoba
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305661/original/080822500_1784799660-Oegroseno.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305602/original/012733200_1784798325-IMG_2522.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305551/original/019290800_1784797519-IMG-20260723-WA0017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5352014/original/062526900_1758090393-vape_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300156/original/001773700_1784299348-65299532-31bb-4d3a-9661-bf22f4c4a599.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305521/original/033199400_1784796543-IMG-20260723-WA0075.jpg)
