Sudah Ngotot Beri Bantuan, Ducati Sebut Performa Angin-anginan Pecco Bagnaia 'Menyakitkan'

Sudah Ngotot Beri Bantuan, Ducati Sebut Performa Angin-anginan Pecco Bagnaia 'Menyakitkan'
Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia (c) Ducati Corse

Bola.net - Manager Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, menyebut performa angin-anginan Pecco Bagnaia di paruh kedua musim MotoGP 2025 terasa 'menyakitkan'. Sebab, tadinya Ducati berharap ia bisa ikut meramaikan perebutan gelar dunia sampai akhir musim.

Bagnaia memang merebut 7 podium Sprint termasuk 2 kemenangan, serta 8 podium Grand Prix termasuk 2 kemenangan. Namun, ia juga tercatat 10 kali gagal meraih poin di Sprint dan 8 kali gagal meraih poin di Grand Prix. Ia akhirnya hanya menduduki peringkat 5 klasemen.

Parahnya lagi, Bagnaia selalu gagal finis dalam tujuh balapan utama terakhir musim ini, kecuali saat ia memenangi balapan di Seri Jepang. Lewat MotoGP.com, Kamis (27/11/2025), Tardozzi pun meluapkan rasa kecewa kepada pembalapnya tersebut.

1 dari 2 halaman

Sebut Ducati Sudah Kerja Keras Bantu Atasi Masalah

Sebut Ducati Sudah Kerja Keras Bantu Atasi Masalah

Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi (c) Ducati Corse

"Menyakitkan. Menyakitkan adalah kata yang tepat, karena sejatinya saya menyukai Pecco. Ia salah satu pembalap terpenting bagi Ducati sejauh ini, karena ia memenangkan dua gelar dunia dan 31 balapan untuk kami, jadi ia layak dapat bantuan maksimal dari kami," ujar Tardozzi.

"Terkadang, kami tidak mampu memberikannya, tetapi di sisi lain kami tahu bahwa kami telah berusaha keras. Gigi (Dall'Igna, General Manager Ducati Corse) dan seluruh Ducati Corse telah berusaha keras untuk menyelesaikan masalahnya," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Doakan Musim 2026 Lebih Baik bagi Pecco Bagnaia

Eks pembalap WorldSBK ini juga mengaku heran mengapa Bagnaia tak bisa menemukan sensasi yang benar-benar oke ketika mengendarai Desmosedici GP25, motor yang juga ikut ia kembangkan pada awal musim ini. Tardozzi pun berharap situasi buruk ini sirna musim depan.

"Dengan cara tertentu, ia tidak menemukan rasa berkendara yang tepat dengan motor ini tahun ini. Kami menatap ke depan dan bekerja bersamanya untuk mencoba menghadirkan musim 2026 yang benar-benar berbeda," pungkas Tardozzi.

Sumber: MotoGP