FOLLOW US:


'Terlalu Lama di Moto2 Tak Ada Untungnya di MotoGP'

04-04-2018 13:15
'Terlalu Lama di Moto2 Tak Ada Untungnya di MotoGP'
Thomas Luthi © Marc VDS

Bola.net - Saat Jack Miller menjadi kontroversi akibat langsung melompat dari Moto3 ke MotoGP pada awal 2015 lalu, ia banyak mendapat kritikan karena melewatkan Moto2, yang dianggap sebagai kelas terbaik untuk belajar sebelum menangani motor yang lebih besar dan bertenaga. Meski begitu, Thomas Luthi tampaknya tak terlalu setuju soal ini.

Juara dunia GP125 2005 ini merupakan salah satu rider yang turun di Moto2 sejak 2010, di mana kelas ini untuk pertama kali digulirkan sebagai pengganti GP250. Dengan 135 start, Luthi pun menjadi rider dengan start Moto2 terbanyak dalam sejarah. Meski begitu, rider Swiss tersebut ragu pengalaman ini punya manfaat signifikan saat menjalani adaptasi di MotoGP.

"Saya sudah sangat terikat dengan gaya balap Moto2, jadi saya harus melakukan banyak perubahan, dan ini perubahan besar bagi saya. Saya harus berkendara dengan cara benar-benar 'sadar' dan banyak berpikir. Itulah masih menjadi masalah saya saat ini. Jadi, sejatinya tak ada keuntungan apapun," ujarnya kepada Motorsport-Magazin.com.

Bila seorang rider terlalu lama turun di Moto2, Luthi juga menganggap ia harus susah payah mengubah kebiasaan saat naik ke MotoGP. Tak hanya di dalam lintasan, melainkan juga di luar lintasan. Rider Estrella Galicia 0,0 Marc VDS Honda ini mengaku tugasnya kian menumpuk sejak naik ke kelas tertinggi.

"Tim MotoGP terdiri dari lebih banyak orang. Saya juga harus memikirkan lebih banyak hal, seperti ban, yang harus saya temukan kombinasi yang pas antara depan dan belakang. Selain itu, lebih banyak tugas dari sponsor dan media. Saya sempat 'curhat' dan mengeluh soal ini kepada rider lain, dan mereka hanya bilang, 'Selamat datang di MotoGP'," tutup Luthi sembari tertawa.