
- Dengan fakta bahwa Valentino Rossi finis kedelapan dan Maverick Vinales finis ke-10 di Aragon, Spanyol, Minggu (23/9), Movistar Yamaha 'resmi' mengalami losing streak terpanjang dalam sejarah mereka di MotoGP. Sebanyak 23 seri telah mereka lalu tanpa satu pun kemenangan, sejak kemenangan Rossi di Assen, Belanda 2017.
Yamaha pun sukses mengalahkan rekor kekalahan mereka sendiri pada GP500 1997-1998, dan Rossi berharap kenyataan 'mengerikan' ini menjadi tamparan bagi para petinggi pabrikan Garpu Tala agar segera mencari solusi untuk performa sistem elektronik yang telah mendera mereka sejak setahun lalu.
"Saya harap penting bagi Yamaha untuk bereaksi. Mungkin para petinggi melihat hasil ini dan bertanya, 'kenapa?' Saat saya tiba pada 2004, Yamaha jauh lebih buruk dari sekarang. Tapi dalam setahun mereka bereaksi sangat cepat. Mereka membuat M1 2005 menjadi M1 terbaik. Kami harus bereaksi sama," ujarnya kepada Crash.net.
Sulit Cari Motivasi

Rossi, yang start dari posisi ke-17, mengaku menolak menyatakan bahwa MotoGP Aragon adalah balapan yang buruk. The Doctor memilih bersikap positif, mengingat ia mampu mempertahankan ritme yang konstan dan meraih delapan poin. Selain itu, ia juga berhasil masuk 10 besar, hasil yang sempat ia ragukan bisa diraih.
"Sudah setahun kami mengalami masalah teknis ini. Selain itu, Honda dan Ducati, ditambah Suzuki, melakukan langkah besar. Saya lebih cepat dibanding tahun lalu, karena tahun lalu saya cedera dan kali ini fit. Masalahnya, tahun lalu saya finis kelima dan sekarang finis kedelapan. Jadi dalam situasi ini, karena kami ini tim papan atas, sangat sulit mencari motivasi, meski sekadar demi finis 10 besar," lanjutnya.
Bukan Salah Michelin
Rider Italia ini juga menegaskan Yamaha harus segera melakukan perbaikan pada YZR-M1 agar motor ini bisa memanfaatkan performa maksimal dari ban Michelin. "Masalahnya bukan ban, karena ban sama untuk semua orang. Honda dan Ducati mampu 10 detik lebih cepat dibanding tahun lalu dengan ban yang sama. Justru kami yang tak mampu membuat ban bekerja dengan baik," tuturnya.
"Motor kami tak bisa mendapat grip maksimal dari ban belakang, kami memberikan stres kelewat besar dengan cara yang buruk, dan selain itu, kami begitu lamban. Jadi ini masalah Yamaha, karena ban berlaku sama untuk semua orang. Pabrikan lain bekerja lebih baik," pungkas sembilan kali juara dunia ini.
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 30 Oktober 2026 16:50Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
-
Otomotif 30 Oktober 2026 16:40Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
-
Otomotif 30 Oktober 2026 16:06Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 30 Oktober 2026 22:58Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:57Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
-
Piala Dunia 30 Oktober 2026 22:20Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:07Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
BERITA LAINNYA
-
otomotif 30 Oktober 2026 16:50Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
-
otomotif 30 Oktober 2026 16:40Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
-
otomotif 30 Oktober 2026 16:06Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
-
Liputan6 30 Oktober 2026 19:47KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Sita Dokumen dan Uang
MOST VIEWED
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Ducati Berpeluang 'Team Order' di MotoGP Malaysia 2026, Marc Marquez Kirim Sinyal Tentang Alex Marquez
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Siap Ambil Risiko, Sebut Jorge Martin Bakal Tampil Cepat
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)
