Analisis Grup B Piala Dunia 2026: Kanada Dikepung Duo Eropa, Qatar Siap Jadi Kuda Hitam

Analisis Grup B Piala Dunia 2026: Kanada Dikepung Duo Eropa, Qatar Siap Jadi Kuda Hitam
Pelatih Timnas Kanada, Jesse Marsch, memprotes wasit di laga lawan Tunisia, Rabu (01/04/2026). (c) Chris Young/The Canadian Press Via AP

Bola.net - Piala Dunia 2026 menghadirkan persaingan menarik di Grup B. Tuan rumah Kanada harus menghadapi tantangan berat dari Swiss, Bosnia dan Herzegovina, serta Qatar yang berpotensi menjadi kuda hitam.

Di atas kertas, tidak ada tim yang benar-benar mendominasi grup ini. Perbedaan kualitas antartim relatif tipis sehingga peluang lolos masih terbuka lebar bagi seluruh peserta.

Kanada memang mendapat keuntungan besar karena memainkan seluruh laga fase grup di hadapan pendukung sendiri. Namun, tekanan sebagai tuan rumah juga bisa menjadi beban yang harus mereka atasi.

Swiss datang dengan reputasi sebagai langganan fase gugur Piala Dunia. Sementara itu, Bosnia dan Herzegovina membawa kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Italia pada babak play-off.

Kanada

Kanada

Aksi Cyle Larin dalam laga Kanada vs Republik Irlandia, Sabtu (6/6/2026). (c) The Canadian Press via AP Photo/Christopher Katsarov

Kanada kembali tampil di Piala Dunia dengan ambisi mencetak sejarah baru. Setelah gagal lolos dari fase grup pada 1986 dan 2022, mereka kini memburu tiket pertama ke babak gugur.

Status sebagai tuan rumah memberikan keuntungan yang tidak dimiliki tim lain di grup ini. Dukungan puluhan ribu suporter diprediksi menjadi faktor penting dalam setiap pertandingan mereka.

Pelatih Jesse Marsch membawa identitas permainan yang agresif dan berintensitas tinggi. Kanada ingin tampil berani sejak pertandingan pertama demi mengamankan poin krusial.

Alphonso Davies tetap menjadi bintang utama tim. Selain bek Bayern Munchen tersebut, Kanada juga memiliki Jonathan David dan Cyle Larin yang mampu menjadi pembeda di lini depan.

Pertandingan Selanjutnya
World Cup World Cup | 13 Juni 2026
Kanada Kanada
02:00 WIB
Bosnia & Herzegovina Bosnia & Herzegovina

Swiss

Swiss

Starting XI Timnas Swiss dalam laga versus Timnas Australia, 7 Juni 2026. (c) AP Photo/Gregory Bull

Swiss kembali datang ke Piala Dunia dengan status sebagai salah satu tim paling konsisten dari Eropa. Mereka berhasil mencapai fase gugur pada tiga edisi Piala Dunia terakhir.

Performa Swiss selama kualifikasi juga sangat impresif. Mereka tidak menelan kekalahan dan hanya kebobolan dua gol dalam enam pertandingan.

Kapten Granit Xhaka menjadi sosok sentral di ruang ganti maupun di atas lapangan. Pengalamannya di level internasional menjadi aset berharga bagi tim asuhan Murat Yakin.

Meski memiliki fondasi yang kuat, Swiss tetap harus mewaspadai lawan-lawannya di Grup B. Sedikit kehilangan fokus bisa membuat persaingan menjadi jauh lebih rumit.

Qatar

Qatar

Skuad Timnas Qatar merayakan kemenangannya atas Tajikistan di matchday 2 Grup A Piala Asia 2023 di Al Bayt Stadium, Rabu (17/01/2024) malam WIB (c) AP Photo/Aijaz Rahi

Qatar kembali tampil di Piala Dunia setelah debut mereka pada edisi 2022. Pengalaman menjadi tuan rumah empat tahun lalu menjadi modal berharga untuk menghadapi persaingan kali ini.

Di bawah arahan Julen Lopetegui, Qatar berusaha meningkatkan kualitas permainan mereka. Mantan pelatih timnas Spanyol itu diharapkan mampu membawa perubahan signifikan.

Hassan Al-Haydos menjadi figur penting dalam skuad Qatar. Kembalinya sang kapten memberikan tambahan pengalaman bagi tim yang mayoritas dihuni pemain dari kompetisi domestik.

Selain itu, Almoez Ali tetap menjadi ancaman utama di lini depan. Dengan pengalaman dan kualitas yang dimiliki, Qatar berpotensi menjadi tim yang mengacaukan prediksi di Grup B.

Bosnia dan Herzegovina

Bosnia dan Herzegovina

Selebrasi Timnas Bosnia dan Herzegovina di babak adu penalti lawan Italia, Rabu (01/04/2026). (c) AP Photo/Armin Durgut

Bosnia dan Herzegovina datang ke Piala Dunia dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka mencuri perhatian setelah menyingkirkan Italia melalui adu penalti pada babak play-off.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2026. Bosnia menunjukkan mental kuat saat menghadapi tekanan di laga penentuan.

Nama Edin D?eko masih menjadi sorotan meski kini berusia 40 tahun. Sang striker tetap menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Bosnia dan Herzegovina.

Tim asuhan Sergej Barbarez memiliki ambisi untuk melampaui pencapaian mereka pada Piala Dunia 2014. Jika mampu menjaga konsistensi permainan, Bosnia bisa menjadi ancaman serius bagi Kanada, Swiss, maupun Qatar.

Sumber: AP News