Ancaman Kehilangan Jati Diri! Sang Legenda Kirim Peringatan Keras untuk Timnas Italia Jelang Play-off Piala Dunia 2026

Ancaman Kehilangan Jati Diri! Sang Legenda Kirim Peringatan Keras untuk Timnas Italia Jelang Play-off Piala Dunia 2026
Selebrasi skuad Timnas Italia dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 versus Moldova, Jumat (14/11/2025) (c) AP Photo/Aurel Obreja

Bola.net - Timnas Italia berada di persimpangan penting menjelang play-off Piala Dunia 2026. Azzurri harus melewati jalur sulit demi mengamankan tiket ke turnamen utama.

Laga semifinal melawan Irlandia Utara menjadi ujian awal. Jika menang, Italia akan menghadapi Wales atau Bosnia dan Herzegovina di partai penentuan.

Tekanan besar menyelimuti skuad asuhan Gennaro Gattuso. Kegagalan bukan lagi sekadar hasil buruk, tetapi ancaman terhadap reputasi.

Italia sudah dua kali absen di Piala Dunia. Mereka gagal lolos pada edisi 2018 dan 2022.

Kini, bayang-bayang kegagalan ketiga beruntun menghantui. Situasi ini memicu kekhawatiran dari para legenda.

Peringatan Keras Fabio Cannavaro untuk Azzurri

Peringatan Keras Fabio Cannavaro untuk Azzurri

Penyerang Italia, Pio Esposito saat laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Norwegia, 16 November 2025 silam. (c) AP Photo/Luca Bruno

Fabio Cannavaro angkat suara jelang laga krusial ini. Kapten Italia saat juara dunia 2006 itu memberikan peringatan tegas.

Ia menyoroti pentingnya menjaga identitas sepak bola Italia. Menurutnya, kegagalan berulang bisa berdampak besar.

“Memenangkan Piala Dunia adalah impian setiap pemain sepak bola, dari setiap usia dan era. Seiring berjalannya waktu, Anda semakin menghargai kesuksesan itu,” kata Cannavaro kepada The Mirror.

“Italia tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2018 maupun 2022. Dan partisipasi dalam Piala Dunia 2026 belum pasti. Ada risiko membuang budaya sepak bola kita, yang untuk waktu yang lama dikagumi oleh seluruh dunia," sambungnya.

Jalan Terjal Italia Menuju Piala Dunia 2026

Jalan Terjal Italia Menuju Piala Dunia 2026

Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso usai laga melawan Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Luca Bruno

Italia harus memulai dari babak play-off. Mereka gagal mengamankan tiket langsung dari fase kualifikasi.

Hasil buruk di fase grup menjadi penyebab utama. Kekalahan telak dari Norwegia memperburuk situasi.

Selisih gol menjadi masalah besar. Bahkan saat bertemu langsung, Italia kembali kalah dengan skor mencolok.

Pergantian pelatih pun dilakukan. Gennaro Gattuso ditunjuk menggantikan Luciano Spalletti pada 2025.

Kini, Gattuso dituntut membawa perubahan instan. Tidak ada ruang untuk kesalahan di fase ini.

Antara Warisan 2006 dan Realita Saat Ini

Antara Warisan 2006 dan Realita Saat Ini

Selebrasi gol pemain Timnas Italia, Giacomo Raspadori, dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Timnas Estonia di Bergamo, Italia, 5 September 2025. (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Italia pernah berdiri di puncak dunia pada 2006. Generasi emas saat itu menjadi simbol kejayaan sepak bola negeri tersebut.

Cannavaro dan Gattuso adalah bagian dari sejarah itu. Kini, mereka berada di sisi berbeda sebagai legenda dan pelatih.

Meski gagal di Piala Dunia, Italia sempat meraih gelar EURO 2020. Namun, itu belum cukup menutupi luka di panggung global.

Piala Dunia tetap menjadi tolok ukur utama. Tanpa kehadiran di sana, status Italia sebagai raksasa mulai dipertanyakan.

Play-off kali ini bukan sekadar pertandingan. Ini adalah momen penentu untuk menjaga kehormatan dan identitas sepak bola Italia.

Sumber: Football Italia