Emiliano Viviano Kritik Pedas Federasi Italia: Jika Saya Gravina, Saya Akan Pergi

Emiliano Viviano Kritik Pedas Federasi Italia: Jika Saya Gravina, Saya Akan Pergi
Reaksi pemain Italia setelah kalah dalam laga final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Bosnia vs Italia di Zenica, 1 April 2026 (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Bola.net - Emiliano Viviano melontarkan kritik tajam setelah Italia kembali gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Ia menyoroti kepemimpinan federasi yang dinilai tidak menunjukkan tanggung jawab.

Italia tersingkir usai kalah adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina di babak play-off. Hasil tersebut memperpanjang kegagalan Azzurri tampil di Piala Dunia menjadi tiga edisi beruntun.

Situasi ini memicu gelombang kritik dari berbagai pihak. Viviano menjadi salah satu sosok yang paling vokal dalam menanggapi kondisi tersebut.

Ia tidak hanya mengkritik pimpinan federasi, tetapi juga menyinggung masalah mendasar dalam sistem sepak bola Italia. Menurutnya, persoalan tersebut sudah berlangsung lama dan perlu segera dibenahi.

Soroti Presiden Federasi

Soroti Presiden Federasi

Pemain muda Marco Palestra (kiri) tak kuasa menahan tangis di pelukan Leonardo Spinazzola usai kalah dari Bosnia di final playoff Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Armin Durgut

Viviano menilai keputusan presiden federasi yang tidak mengundurkan diri sebagai hal yang sulit dipahami. Ia bahkan menyampaikan kritik dengan nada yang sangat keras.

Menurutnya, tanggung jawab atas kegagalan ini seharusnya diambil oleh pihak tertinggi dalam organisasi. Ia menyebut situasi ini mencerminkan lemahnya kepemimpinan.

"Saya merasa tidak masuk akal bahwa presiden federasi belum mengundurkan diri," ujar Viviano.

"Jika saya berada di posisinya, saya akan memilih pergi dari sini," tegas Viviano.

Kritik Akademi Sepak Bola

Kritik Akademi Sepak Bola

Reaksi pemain Italia ketika adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina di playoff Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Armin Durgut

Selain masalah di tingkat federasi, Viviano juga menyoroti kondisi akademi sepak bola di Italia. Ia menilai pembinaan usia muda tidak berjalan dengan baik.

Pengalaman pribadinya sebagai orang tua dari anak yang bermain sepak bola menjadi dasar pandangannya. Ia melihat adanya kekurangan dalam proses pembinaan pemain muda.

"Kami adalah salah satu negara terbaik dalam olahraga, bersama negara Balkan kami memiliki banyak talenta luar biasa dan secara alami memiliki potensi untuk sukses," kata Viviano.

"Tetapi di akademi sepak bola, tidak ada yang benar-benar dibangun dan tidak ada yang diajarkan. Semuanya hanya soal hari ini menang atau kalah, tidak lebih dari itu," lanjut Viviano.

Desakan Perubahan Menyeluruh

Desakan Perubahan Menyeluruh

Pemain Italia berkumpul di tengah lapangan saat adu penalti melawan Bosnia-Herzegovina di playoff Piala Dunia 2026, 1 April 2026. (c) AP Photo/Armin Durgut

Kritik yang disampaikan Viviano mencerminkan keresahan yang lebih luas di sepak bola Italia. Banyak pihak mulai menuntut perubahan dari level atas hingga akar rumput.

Tekanan terhadap federasi juga terus meningkat dari berbagai kalangan. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda perubahan signifikan dari pimpinan.

"Kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus berlanjut tanpa perubahan," ucap Viviano.

"Sepak bola Italia membutuhkan pembenahan dari dasar agar bisa kembali bersaing di level tertinggi," tutup Viviano.

Sumber: Football Italia