Mental Juventus Lembek, dan Layak Disoraki Suporter Sendiri

Mental Juventus Lembek, dan Layak Disoraki Suporter Sendiri
Aksi kapten Juventus, Manuel Locatelli saat melawan Fiorentina di lanjutan Serie A, Minggu 17 Mei 2026. (c) dok.JuventusFC

Bola.net - Manuel Locatelli akhirnya angkat bicara setelah Juventus tumbang 0-2 dari Fiorentina di Allianz Stadium, Minggu (17/5/2026) petang. Kapten Bianconeri itu menilai timnya tampil buruk karena kehilangan mentalitas saat menghadapi tekanan di laga penting musim ini.

Kekalahan tersebut terasa semakin menyakitkan karena terjadi pada laga kandang terakhir Juventus musim 2025-26. Hasil itu juga membuat posisi mereka turun ke peringkat keenam klasemen sementara.

Pasukan Luciano Spalletti kini tertinggal dua poin dari zona Liga Champions. Situasi itu makin menekan karena Serie A hanya menyisakan satu pertandingan lagi pekan depan.

Locatelli menjadi satu-satunya pemain Juventus yang menemui media setelah pertandingan berakhir. Ia memilih berbicara terbuka tanpa mencari alasan untuk membela performa timnya.

Runtuhnya Mentalitas Juventus

Pergantian pelatih dari Igor Tudor ke Luciano Spalletti sempat membawa harapan baru bagi Juventus. Manajemen bahkan memberi kontrak hingga 2028 sebagai bentuk kepercayaan penuh kepada Spalletti.

Namun, perubahan itu belum terlihat saat tim menghadapi laga-laga penentuan. Locatelli menilai masalah utama Juventus saat ini lebih berkaitan dengan mental pemain daripada urusan strategi.

"Ada pelatih teknis dan taktis sejak pelatih tiba, tetapi sulit untuk berkomentar atau menemukan hal positif jika kami tidak mencapai target," ujar Manuel Locatelli kepada DAZN melalui Tuttosport.

"Sulit untuk memahami mengapa kami memainkan permainan seperti itu; mungkin kami sedikit berada di bawah tekanan."

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 24 Mei 2026
Torino Torino
20:00 WIB
Juventus Juventus

Terima Sorakan dan Protes Keras Suporter

Kekecewaan suporter langsung terasa setelah peluit akhir dibunyikan. Sorakan dan protes menggema di Allianz Stadium hingga berlanjut di luar area stadion.

Sebagai kapten tim, Locatelli menilai reaksi tersebut sepenuhnya pantas diterima para pemain. Ia menyebut suporter berhak marah melihat performa Juventus yang jauh dari harapan.

"Ini jelek, kami berakhir dengan buruk di kandang, dan sulit untuk mengomentari pertandingan seperti itu," lanjut mantan pemain Sassuolo tersebut.

"Itu adil. Jika kami memainkan jenis permainan seperti ini, mereka dibenarkan untuk memprotes. Kami memiliki tujuan, dan jika kami tidak mencapainya, adalah adil jika para penggemar menyoraki kami," tambahnya.

Bukan Masalah Strategi Maupun Taktik

Sebelumnya, Luciano Spalletti juga mengakui timnya kesulitan menghadapi tekanan target dari klub. Penilaian itu diamini Locatelli, yang merasakan langsung beban pertandingan di lapangan.

Kini Juventus wajib menang dalam derby melawan Torino pada pekan terakhir. Meski begitu, mereka tetap harus berharap hasil tim lain seperti Roma, Como, dan Milan berpihak kepada mereka.

"Ada pertandingan yang harus dimenangkan, bahkan ketika Anda bermain buruk, dan kami tidak memiliki hal seperti itu," tegas gelandang timnas Italia tersebut.

"Ini bukan masalah taktis ketika Anda terlambat mengantisipasi bola kedua, atau ketika Anda salah meletakkan operan yang tidak boleh salah. Kami perlu menunjukkan motivasi yang lebih besar daripada yang mereka lakukan. Ini bukan masalah teknis atau taktis, melainkan keinginan untuk memenangkan pertandingan yang tidak kami miliki," tutupnya.