
Bola.net - Kontroversi penyelenggaraan Piala Dunia 2026 kembali memanas. Kali ini sorotan tertuju pada nasib wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, yang gagal mewujudkan mimpinya tampil di ajang sepak bola terbesar dunia setelah dilarang memasuki Amerika Serikat.
Artan sejatinya telah mencatat sejarah sebagai wasit pertama dari Somalia yang terpilih untuk bertugas di Piala Dunia. Namun, kesempatan emas tersebut sirna setelah otoritas Amerika Serikat menolak permohonan masuknya menjelang turnamen.
Keputusan itu memicu gelombang kritik terhadap FIFA. Banyak pihak menilai badan sepak bola dunia tersebut tidak cukup berupaya membantu Artan menghadapi persoalan visa yang berujung pada absennya sang pengadil lapangan dari turnamen.
Saran untuk FIFA

Salah satu kritik paling keras datang dari mantan kepala Professional Game Match Officials Limited (PGMOL) sekaligus eks wasit FIFA, Keith Hackett. Menurutnya, FIFA memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kompensasi kepada Artan atas kesempatan yang hilang.
Hackett menilai perjalanan seorang wasit hingga mencapai level Piala Dunia bukanlah hal mudah. Dibutuhkan bertahun-tahun kerja keras, pengorbanan, dan konsistensi untuk bisa masuk dalam jajaran elite dunia.
"Ini terasa sangat tidak adil. Seorang wasit muda kehilangan kesempatan memimpin pertandingan Piala Dunia setelah menempuh perjalanan karier yang sangat panjang dan sulit," ujar Hackett kepada Football Insider.
Lebih lanjut, ia memperkirakan para wasit yang bertugas di Piala Dunia berpotensi memperoleh pendapatan sekitar 100 ribu dolar AS atau setara Rp1,8 miliar. Karena itu, Hackett berharap FIFA memberikan pembayaran khusus dengan nominal yang sama kepada Artan dan keluarganya.
Komunitas Wasit Internasional Bereaksi
Kekecewaan terhadap keputusan tersebut tidak hanya datang dari Hackett. Mantan wasit internasional Christina Unkel mengungkapkan bahwa kabar mengenai Artan menyebar cepat di kalangan perangkat pertandingan yang tengah menjalani pemusatan latihan di Miami.
Menurut Unkel, banyak rekan sesama wasit merasa kecewa karena Artan dinilai kehilangan kesempatan bukan karena kesalahan pribadi atau rekam jejak buruk, melainkan karena stereotip yang melekat pada negara asalnya.
"Ini membuat saya sangat sedih. Berita itu menyebar dengan cepat di komunitas wasit. Jika dunia tidak bisa datang ke Piala Dunia, maka bagaimana bisa disebut Piala Dunia?" kata Unkel kepada talkSPORT.
Pernyataan tersebut menggambarkan keresahan yang mulai muncul di kalangan ofisial turnamen mengenai sejumlah persoalan akses dan kebijakan yang terjadi menjelang kompetisi.
Ian Wright: Ini Piala Dunia yang Penuh Kekacauan
Legenda Arsenal dan Timnas Inggris, Ian Wright, juga turut menyuarakan kritik melalui media sosial. Ia menilai kasus Artan hanyalah satu dari serangkaian masalah yang muncul menjelang penyelenggaraan turnamen.
Wright menyoroti berbagai laporan mengenai suporter, pemain, ofisial, hingga jurnalis yang mengalami kendala terkait izin masuk dan berbagai persoalan logistik.
"Setiap beberapa jam selalu muncul cerita baru. Ada suporter yang ditolak, pemain yang bermasalah, ofisial, jurnalis, dan sekarang wasit," ujar Wright.
Ia juga mengkritik tingginya biaya yang harus ditanggung para penggemar, mulai dari harga tiket yang disebut paling mahal dalam sejarah Piala Dunia hingga biaya akomodasi dan transportasi yang terus melonjak.
Menurut Wright, situasi tersebut menciptakan kesan negatif terhadap tuan rumah turnamen dan berpotensi mencederai semangat sepak bola yang seharusnya menyatukan seluruh dunia.
"Ini adalah Piala Dunia. Turnamen terbesar di dunia. Apakah seperti ini cara tuan rumah memperlakukan sepak bola?" katanya.
Wright bahkan menyebut edisi 2026 sebagai "Piala Dunia yang penuh kekacauan" dan berharap berbagai persoalan yang muncul dapat segera diselesaikan sebelum turnamen memasuki fase-fase penting.
Sorotan Terhadap FIFA dan Tuan Rumah
Kasus Omar Artan kini menjadi simbol perdebatan yang lebih luas mengenai kesiapan penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Banyak pihak mempertanyakan sejauh mana FIFA dapat menjamin prinsip inklusivitas dan keterbukaan yang selama ini menjadi nilai utama turnamen.
Sementara FIFA memilih tidak melakukan intervensi terkait keputusan imigrasi Amerika Serikat, tekanan publik terus meningkat. Sejumlah tokoh sepak bola menilai badan sepak bola dunia itu tidak boleh tinggal diam ketika salah satu perangkat resmi turnamen kehilangan kesempatan bersejarah akibat persoalan administratif di luar kendalinya.
Di tengah kontroversi tersebut, nasib Omar Artan menjadi pengingat bahwa di balik kemegahan Piala Dunia, masih ada cerita tentang mimpi yang terhenti sebelum sempat diwujudkan.
Jangan Lewatkan!
- Michael Olise Siap Bersinar di Piala Dunia 2026 dan Masuk Kandidat Peraih Ballon d'Or
- Cara Nonton Piala Dunia 2026 di TVRI, Bisa Pakai TV Analog dengan STB
- Potret Ivana Knoll, Suporter Fanatik Kroasia yang Selalu Viral di Piala Dunia: Kini Banting Setir jadi DJ
- 10 Laga Fase Grup Piala Dunia 2026 yang Wajib Masuk Daftar Tontonan, Dijamin Seru!
- Lionel Messi Pamer Magis Jelang Piala Dunia 2026: Baru Masuk Langsung Cetak Gol untuk Bawa Argentina Menang
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:57Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:07Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 21:46Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 18:05Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 17:59Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 31 Oktober 2026 23:47Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:39Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:02Lisandro Martinez yang Konyol!
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 30 Oktober 2026 22:20Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
-
piala dunia 27 Oktober 2026 08:15Rekap Ballon d'Or 2026: Daftar Lengkap Para Pemenang Penghargaan
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:41Alexia Putellas Raih Ballon d'Or Feminin 2026, Sempurnakan Comeback
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:28Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:21Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
-
piala dunia 27 Oktober 2026 05:55Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
