
Bola.net - Badan sepak bola dunia FIFA memastikan tidak menemukan bukti adanya tindakan atau gestur bernuansa rasis yang dilakukan asisten VAR, Shaun Evans, menjelang pertandingan Grup Piala Dunia 2026 antara Jerman dan Curacao, Senin (15/6) lalu.
Kasus ini mencuat setelah siaran resmi pertandingan menampilkan ruang tim video review sebelum kick-off. Dalam tayangan tersebut, Evans terlihat membentuk simbol "OK" menggunakan tangan kanannya di dekat kaki kanan saat kamera menyorot jajaran petugas VAR.
Gestur tersebut menuai perhatian karena dalam beberapa tahun terakhir simbol "OK" sempat dikaitkan dengan kelompok supremasi kulit putih. Bahkan pada 2019, organisasi Anti-Defamation League (ADL) yang berbasis di New York memasukkannya ke dalam daftar simbol kebencian.
Meski demikian, FIFA menegaskan hasil penyelidikan internal tidak menemukan pelanggaran apa pun yang dilakukan oleh Evans.
"Dewan Disiplin Independen FIFA dapat mengonfirmasi bahwa setelah melakukan pemeriksaan terkait insiden yang melibatkan support video assistant referee Shaun Evans, tidak ditemukan bukti pelanggaran terhadap Kode Disiplin FIFA," demikian pernyataan resmi FIFA pada Senin (16/6).
Shaun Evans Bantah Tuduhan
Evans yang berasal dari Australia juga memberikan klarifikasi terkait gestur yang menjadi sorotan tersebut. Ia dengan tegas membantah bahwa tindakannya memiliki maksud tertentu, apalagi berkaitan dengan pesan rasial atau ideologi tertentu.
Menurut Evans, gerakan itu terjadi secara tidak sadar dan bukan sesuatu yang sengaja dilakukan di depan kamera.
"Saya ingin menjelaskan bahwa saya tidak dengan sengaja membuat gestur atau simbol tangan untuk menyampaikan pesan, afiliasi, permainan, ataupun keyakinan apa pun," ujar Evans.
Ia menyebut satu-satunya penjelasan yang dapat diberikan adalah gerakan refleks yang terjadi tanpa disadari. Evans juga mengatakan rekaman lain selama pertandingan menunjukkan dirinya beberapa kali melakukan gerakan serupa ketika memegang pena di sela-sela jarinya.
Evans mengaku memahami mengapa gestur tersebut menimbulkan berbagai interpretasi. Namun ia menegaskan tidak pernah secara sadar ataupun sengaja membuat simbol yang diasosiasikan dengan kelompok tertentu.
"Menjadi bagian dari perangkat pertandingan Piala Dunia adalah kehormatan terbesar dalam karier saya. Saya menantikan kesempatan untuk terus mendukung rekan-rekan saya sepanjang turnamen ini," tambahnya.
Bertugas di Pusat VAR Dallas
FIFA menyatakan bahwa keterangan Evans turut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan akhir.
Meski laga Jerman kontra Curacao berlangsung di Houston, seluruh tim VAR bekerja dari pusat siaran Piala Dunia yang berlokasi di Dallas. Dari lokasi itulah Evans terekam kamera saat insiden tersebut terjadi.
Evans sendiri termasuk dalam 30 analis video yang dipilih FIFA untuk bertugas selama Piala Dunia 2026 yang digelar bersama di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Kontroversi Simbol OK
Simbol "OK" yang umumnya digunakan untuk menunjukkan persetujuan atau tanda bahwa semuanya baik-baik saja, mulai menjadi kontroversial sekitar satu dekade lalu. Awalnya, penggunaan simbol tersebut sebagai lambang supremasi kulit putih muncul dari kampanye hoaks yang berkembang di forum daring sayap kanan 4chan.
Perhatian dunia terhadap simbol itu meningkat tajam setelah pelaku penembakan massal di Christchurch, Selandia Baru, pada Maret 2019, terlihat memperagakan tanda tersebut saat menghadiri sidang pertamanya. Pelaku diketahui merupakan penganut ideologi supremasi kulit putih dan bertanggung jawab atas tewasnya 51 jamaah Muslim di dua masjid.
Pada tahun yang sama, ADL akhirnya memasukkan simbol "OK" ke dalam basis data simbol kebencian. Namun organisasi tersebut juga menekankan bahwa konteks penggunaan sangat penting dalam menentukan apakah simbol itu digunakan untuk tujuan kebencian atau hanya sebagai gestur biasa.
Direktur Center on Extremism ADL, Oren Segal, saat itu menjelaskan bahwa keputusan memasukkan simbol tersebut ke dalam daftar dilakukan karena semakin banyak contoh penggunaannya dalam konteks yang bermuatan kebencian, meskipun tidak semua penggunaan simbol "OK" dapat diartikan demikian.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 24 September 2026 20:29Barcelona Bakal Jual Jules Kounde ke Manchester United?
-
Bulu Tangkis 24 September 2026 20:06Badminton Beregu Putra Menangkan Medali Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2026
-
Piala Eropa 24 September 2026 17:49Zinedine Zidane Panggil Pemain MU ini ke Timnas Senior Prancis
-
Olahraga Lain-Lain 24 September 2026 17:18Cabor Menembak Tambah Medali Perak Tim Indonesia di Asian Games 2026
-
Liga Spanyol 24 September 2026 17:07Bintang Timnas Portugal ini Dukung Lamine Yamal Menangkan Ballon d'Or 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 25 September 2026 00:17Jalan Juventus Mendapatkan Alisson Becker Makin Lapang
-
Voli 24 September 2026 22:33Target Timnas Voli Putra Indonesia di Asian Games 2026: Medali Perunggu
-
Tim Nasional 24 September 2026 20:48Link Siaran FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia vs Singapura
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 18 September 2026 17:23Skuad Timnas Inggris untuk Nations League: Cole Palmer dan Trent Alexander-Arnold Kembali
-
piala dunia 5 September 2026 19:30Luka Modric Lanjut Bela Kroasia di Usia 41 Tahun
-
piala dunia 3 September 2026 14:14Kenapa Argentina Tak Bisa Pensiunkan Nomor 10 Lionel Messi?
-
piala dunia 3 September 2026 13:133 Kandidat Pengganti Lionel Messi sebagai Nomor 10 Argentina
-
piala dunia 1 September 2026 05:12Lionel Messi Umumkan Pensiun dari Timnas Argentina
SOROT
-
Liputan6 25 September 2026 00:49
Momen Prabowo Beri Selamat Tim Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas
-
Liputan6 24 September 2026 20:16Prabowo Bentuk Lembaga Baru untuk Cegah Kebakaran Hutan
-
Liputan6 24 September 2026 19:50Perpres Koperasi Desa Segera Disosialisasikan Setelah Diteken Prabowo
-
Liputan6 24 September 2026 19:39Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Islam di Bekasi, Polisi Turun Tangan
-
Liputan6 24 September 2026 18:17Hotspot di Riau Nol, Menhut Waspadai Lonjakan Kebakaran Hutan di Kalimantan
-
Liputan6 24 September 2026 18:02Ada Simulator Golf, Gym hingga Kolam Renang di Lapas Cibinong
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357543/original/088626600_1790255772-IMG_8795.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6292342/original/077192000_1779166940-1000322202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4787049/original/045345800_1711578661-penganiayaan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5590630/original/062506000_1778146743-fd3f2bdd-27fe-4ded-904c-7608f5bd15d8.jpeg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357393/original/011247200_1790244798-ChatGPT_Image_Sep_24__2026__04_53_14_PM.jpg)
