
Bola.net - Argentina kembali menunjukkan karakter juara saat memastikan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026. La Albiceleste menundukkan Swiss 3-1 melalui babak perpanjangan waktu setelah melewati pertandingan yang menguras tenaga.
Kemenangan itu tidak lahir lewat penampilan sempurna sepanjang pertandingan. Namun, tim asuhan Lionel Scaloni kembali menemukan cara untuk bertahan, bangkit, dan menyelesaikan laga pada momen yang paling menentukan.
Suasana ruang ganti Kansas City Stadium pun dipenuhi kegembiraan setelah peluit panjang berbunyi. Para pemain merayakan keberhasilan itu dengan nyanyian dan irama cumbia sebagai bentuk pelampiasan setelah melewati duel yang berat.
Perjalanan menuju semifinal memperlihatkan satu kekuatan utama yang terus melekat pada Argentina. Ketika permainan belum mencapai level terbaik, kegigihan justru menjadi modal terbesar untuk terus melangkah.
Mental Juara Jadi Pembeda
Lionel Scaloni mengakui timnya belum tampil maksimal saat menghadapi Swiss. Meski demikian, pelatih berusia 48 tahun itu menilai anak asuhnya selalu mampu menemukan tenaga tambahan ketika pertandingan memasuki fase paling sulit.
"Hari ini bisa dibilang kami tidak berada dalam performa terbaik. Kami menghadapi lawan yang benar-benar mendorong kami hingga batas kemampuan, tetapi kami selalu mampu menemukan tenaga tambahan dan pada akhirnya menyelesaikan pekerjaan," ujar Scaloni.
Pelatih Argentina itu juga mengingatkan pengalaman di Piala Dunia 2022. Menurutnya, bahkan ketika bermain lebih baik dibanding sekarang, timnya tetap harus berjuang keras untuk meraih kemenangan.
Belajar dari Masa Lalu
Perjalanan Argentina kali ini mengingatkan pada Piala Dunia 1990 di Italia. Saat itu, mereka datang sebagai juara bertahan dan berhasil mencapai final melalui serangkaian pertandingan yang penuh perjuangan.
Meski situasinya tidak sepenuhnya sama, benang merahnya tetap terlihat jelas. Argentina kembali membangun perjalanan mereka lewat daya juang yang membuat tim ini sulit menyerah dalam kondisi apa pun.
Nicolas Tagliafico menilai setiap pertandingan di Piala Dunia selalu menuntut pengorbanan besar. Bek kiri tersebut merasa kualitas permainan saja tidak cukup untuk membawa tim terus melangkah.
"Kami sudah beradaptasi. Tidak ada pertandingan yang mudah dan kami harus berjuang keras di setiap laga karena detail kecil sangat menentukan. Anda tidak memenangkan pertandingan sepak bola hanya dengan bermain bagus, tetapi juga dengan berjuang habis-habisan," kata Tagliafico.
Kekuatan Kolektif Antarpemain
Argentina kembali menghadapi kesulitan setelah Swiss mampu menyamakan kedudukan dan memberikan tekanan sepanjang laga. Meski demikian, semangat kolektif membuat La Albiceleste tetap menemukan jalan keluar hingga akhirnya memastikan kemenangan.
Jose Manuel Lopez menilai timnya memiliki kelebihan yang sulit dijelaskan dengan statistik semata. Ia merasa seluruh pemain selalu rela memberikan segalanya demi rekan setim ketika teknik, taktik, maupun fisik mulai menemui batas.
"Kami memberikan segalanya untuk rekan setim. Ketika teknik, taktik, dan fisik tidak lagi cukup, selalu ada sesuatu yang mengalir dalam diri kami dan menjadi pembeda. Kami adalah kelompok yang sangat kompak," tutur Lopez.
Julian Alvarez turut menegaskan bahwa pertandingan sistem gugur selalu menuntut pengorbanan maksimal. Bagi penyerang tersebut, Argentina masih memiliki ruang untuk berkembang, tetapi semangat bertarung hingga detik terakhir menjadi kekuatan yang terus membawa mereka melaju.
Scaloni percaya pengalaman yang diperoleh sejak menjadi juara dunia kini menjadi senjata penting bagi Argentina. Mental pantang menyerah itulah yang membuat sang juara bertahan tetap berada di jalur perebutan trofi Piala Dunia 2026.
Sumber: FIFA
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 1 September 2026 19:52No Arsenal, No Barcelona! Julian Alvarez Terima Nasib Bertahan di Atletico!
-
Liga Spanyol 31 Agustus 2026 13:16Gabriel Jesus Bisa Menjadi Aubameyang Baru di Barcelona
-
Liga Inggris 29 Agustus 2026 14:00Manchester City Intip Peluang Pulangkan Julian Alvarez dari Atletico Madrid
-
Liga Italia 29 Agustus 2026 08:30Rapor Pemain AC Milan vs Venezia: Saelemaekers Jadi Pembeda, Ramos Buka Keran Gol
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 2 September 2026 20:45Hanya Manchester City yang Bisa Hentikan Arsenal Jadi Juara EPL 2026/2027
-
Liga Italia 2 September 2026 20:30AC Milan Ternyata Sempat Coba Daratkan Pemain Timnass Italia ini di Deadline Day!
-
Liga Inggris 2 September 2026 20:15Gabung Juventus, Nick Woltemade Siap Berkontribusi untuk Si Nyonya Tua
-
Liga Inggris 2 September 2026 20:00Tidak Beli Bek Kiri Baru, Ini Rencana MU untuk Melapisi Luke Shaw
-
Liga Spanyol 2 September 2026 19:45Gabriel Jesus, Barcelona, dan Mimpi yang Tertunda!
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 1 September 2026 05:12Lionel Messi Umumkan Pensiun dari Timnas Argentina
-
piala dunia 18 Agustus 2026 09:27FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
-
piala dunia 13 Agustus 2026 05:18Xavi Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030
SOROT
-
Liputan6 2 September 2026 20:29WN Taiwan Penyelundup 800 Kg Ketamin Dibawa ke Bareskrim
-
Liputan6 2 September 2026 19:01Usulan Tarif Parkir Mobil Rp 60 Ribu per Jam Bikin Polemik, Kadishub DKI Minta Maaf
-
Liputan6 2 September 2026 17:52Begini Langkah KPK Sebelum Sita Rumah Anggota DPRD Bengkulu
-
Liputan6 2 September 2026 17:23Habiburokhman Ingin RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi
-
Liputan6 2 September 2026 17:03Update Keracunan MBG di Ponpes Sidoarjo: 88 Orang Masih Dirawat
-
Liputan6 2 September 2026 16:52Kejagung Tak Hentikan Proses Pidana PT CNI Meski Kembalikan Rp 401 Miliar
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338961/original/025901600_1788355794-91205.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338914/original/062941500_1788350462-cbd49cf3-2875-4698-98bc-96ef24a69de5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337196/original/023298000_1788236455-IMG-20260901-WA0082.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4490122/original/016962100_1688451308-20230704-Wakil-Ketua-Komisi-III-DPR-Habiburokhman-Faizal-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338845/original/017282400_1788343733-IMG_20260902_164125.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5512712/original/018042200_1771992094-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_10.59.24.jpeg)
