
Hasilnya, serba nanggung - memungut istilah Betawi - atau suam-suam kuku. Padahal, yang diperlukan hanya satu yakni menciptakan ketenangan dan keheningan batin ketika menghadapi situasi serba tidak menentu dalam menjalani setiap laga.
Rumusnya adalah pasukan "Three Lions" = keheningan plus kesetiaan. Berbekal rumusan itu, timnas Inggris menceburkan diri dalam danau tanpa riak gelombang. Perasaan yang tenang adalah intuisi, kata Capello yang menggemari yoga. Ketika perasaan tenang itu terusik, maka buahnya rasa suka dan tidak suka yang menjelma jadi gejolak emosi semata.
Ironi tertinggi dari keberadaan manusia adalah drama status quo, naik turun di tengah harapan dan keputus-asaan. Ini drama timnas Inggris di bawah asuhan Capello. Berpuas diri karena mengoleksi segudang prestasi dan menyandang gelar sebagai "timnas kelas dunia" sekedar kepuasan demi kepuasan. Yang ada dan yang tersisa hanya nestapa.
Bukan tanpa maksud dan bukan tanpa latar belakang bila Capello membaca teks kerendahan hati di sekolah kepongahan dan keriuhan laga bola bermerk kualifikasi Piala Dunia 2010. Pelatih asal Italia ini tampil sebagai pribadi flamboyan dan figur cemerlang ketika menyusun strategi. Sepenggal elitisme bola.
Ini kredo gaya Capello dalam atmosfer bola. Ketika menjamu Kazakstan (11/10) dan bertandang ke Belarusia (15/10), ia mengajak anak buahnya melafalkan ayat-ayat sukses di segala lini kehidupan, bukan sebatas apiknya kombinasi serangan ke lini pertahanan lawan atau kokohnya lini belakang dalam menahan teror dari seteru di lapangan hijau.
Sejak didaulat menggantikan Steve Mc Claren yang gagal mengantarkan Inggris ke putaran final Euro 2008, ia menghirup saripati kebijakan dari kitab Bhagavad Gita dalam ulah tapa dan yoga. Padahal, ia lahir dan besar dari ranah peradaban yang menganggap bahwa sesuatu itu benar jika berfungsi (something is true if it works). Atau, kebenaran suatu ide diukur oleh tingkat efektivitasnya dalam menangani permasalahan, atau menanggulangi krisis.
Padahal, Bhagavad Gita menyatakan, tidak berbuat apa-apa juga merupakan tindakan, karena manusia mendambakan kebahagiaan dan kedamaian pikiran. Istilah yang diusung nishkam karma atau tindakan tanpa hasrat, atau hasil-hasil tindakan. Bukankah ini justu berlawanan dengan laga bola yang mendewakan agresivitas mencetak gol untuk meraih kemenangan?
Jawabnya tidak. Di tangan Capello, kitab Bhagavad Gita mendarat kepada kenyataan, tidak bertengger di menara gading ajaran suci tanpa amalan konkret. Ia paham bahwa "bhakti" atau ibadah tidak hanya diwujudkan dengan seruan lantang, tetapi dalam pencapaian keheningan batin. Capello memungut makna spritual dari karma yoga.
Karma Yoga bertujuan memutus ikatan ego dengan melawan selaksa dorongan yang menghasilkan tindakan, dengan cara yang benar, misalnya ketamakan dapat diatasi dengan mempraktekkan kedermawanan, keinginan merugikan orang lain dapat dimurnikan dengan melayani orang lain tanpa mementingkan diri sendiri. Dan Capello jempolan dalam karma yoga.
Buktinya, ia menyebut kemenangan Inggris 4-1 ketika melawan Kroasia di Zagreb pekan lalu sebagai "belum ada apa-apanya", meski publik tengah jatuh hati kepada Theo Walcott karena mampu mencetak hat-trick. Publik bertekad memutar ulang jarum jam sejarah saat Michael Owen melakukan hat-trick ketika skuad Saint George`s Cross melibas tim Panzer 5-1 di Munich pada 2001. Meski Owen bakal tidak lagi terpanggil ke timnas.
Emile Heskey, laskar veteran dari kemenangan di Munich, tampil bareng bersama Wayne Rooney, Peter Crouch, dan Jermain Defoe. Capello juga merespons harapan publik dengan menurunkan duet di lini tengah, Steven Gerrard dan Frank Lampard.
Bahkan palang pintu Manchester United Rio Ferdinand berharap kepada sihir magis Wembley. "Para pendukung bakal terpicu bahkan teragitasi jika kami tidak juga mencetak gol pada 20 menit babak pertama," kata Ferdinand menjelang laga pada Sabtu.
Sementara pelatih asal Jerman yang kini melatih Kazakhstan, Bernd Storck, meniupkan sangkakala optimisme bahwa skuadnya bukan kelas kambing ketika berhadapan dengan pasukan Capello yang nota bene dihuni sejumlah pemain elite dunia. "Saya tidak tahu apa akan apa yang mereka akan lakukan saat menantang Inggris, meski saya percaya penuh kepada penampilan mereka," kata Storck yang menggantikan pelatih Belanda Arno Pijpers.
Setelah membawa angin segar dengan membangun dunia sepak bola Kazakhstan selama dua setengah tahun, Pijpers dikambinghitamkan sebagai pelatih yang dinilai gagal memenuhi ambisi negara itu untuk menembus sepuluh besar dunia. Negera kaya minyak itu ingin mengikuti jejak Rusia yang mempesona dunia di bawah asuhan pelatih Guus Hiddink dengan menembus semi-final Euro 2008.
"Saya pelatih yang coba realistis. Saya katakan ambisi itu memerlukan waktu, meski mereka tidak mendengarkannya," kata Pijpers.
"Di Belanda, perlu 20 atau 30 tahun untuk membangun tim sepak bola yang tangguh. Kazakhstan memberi waktu dua tahun. Jelas itu tugas mustahil. Mereka selalu melihat ke Rusia. Padahal Rusia memiliki klub yang sudah mapan seperti Spartak Moscow dan Zenit St Petersburg. Ini jelas tidak realistis."
Kazakhstan punya gelandang Nurbol Zhumaskaliyev yang secara teknis mampu membaca pertandingan kemudian memotivasi rekan-rekannya. Di lini belakang, ada Samat Smakov. Pemain ini punya kecepatan dan operan-operan akurat. Pijpers menyebut keduanya sebagai andalan Kazakhstan di masa depan. Lini depan akan ditempati Sergei Ostapenko, meski tidak cepat, tapi perlu diwaspadai barisan belakang Inggris.
"Para pemain Kazakhstan umumnya memiliki ketrampilan teknis dan secara fisik relatif kuat. Mereka mampu memberi perlawanan kepada Inggris meski tidak cukup berkualitas juga dibandingkan dengan para pemain Inggris," katanya.
Kubu Kazakhstan menghadapi emosi serba tidak menentu, memilih sukses dengan menempuh jalan pintas serba instan. Perjuangan timnas Kazakhstan adalah perjuangan melawan keinginan diri sendiri.
Bagaimana dengan Inggris? Analis sepak bola Phil McNulty menulis di situs warta BBC, bahwa Capello dihadapkan pertanyaan, sanggupkah pelatih asal Italia itu memaknai kebenaran dalam laga bola dengan memotivasi anak asuhannya agar tampil tenang dan tampil hening? Tujuannya tunggal, sukses di setiap pertandingan.
Boleh jadi dua laga melawan Kazakhstan di Wembley dan menjajal Belarus di Minsk meneror keheningan pemain timnas Inggris. Jauh lebih bermanfaat bila Inggris bersikap hening dan berhati bening. Bukankah Capello kerap bersikap business is business, tulis McNulty.
Bukankah Capello menyebut kemenangan timnas Inggris di bawah asuhannya selama ini sebagai nothing?
Secara kolektif, Inggris belum menunjukkan penampilan atraktif dengan variasi serangan yang meruntuhkan nyali barisan belakang lawan. Secara individual, Inggris punya David Beckham dan Theo Walcott. Belum lagi ada Rooney, Crouch, Defoe, Heskey, Gerrard dan Lampard. Skuad Inggris adalah skuad bertabur bintang.
Tinggal sekarang Capello meramu kekuatan dan kelebihan itu dengan berpegang kepada prinsip dualitas alam semesta dalam Bhagavad Gita. Segala sesuatu yang ada hendaknya diseimbangkan dengan kutub berlawanan. Panas dibarengi dingin, terang-gelap, positif-negatif, kegembiraan-kesedihan, cinta-kebencian.
Yang diperlukan timnas Inggris yakni keserasian, keheningan dan ketenangan. Rumus bagi timnas Inggris satu saja: harmonisasi. Dan Don Capello tampil sebagai kampiunnya.
Laga Inggris melawan Kazakhstan hanyalah cermin dari pusaran karma - segala tindakan dan akibat kepada diri sendiri hanya konsekuensi dari tindakan dari diri sendiri. Jadilah orang berhikmat dengan menghiasi diri dengan pikiran-pikiran hening dan kesetiaan serba terukur. Ini makna bola versi Capello ketika menyentuh relung timnas Inggris. (*/cax)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 12 Mei 2026 21:35 -
Liga Italia 12 Mei 2026 21:27 -
Liga Spanyol 12 Mei 2026 21:17 -
Tim Nasional 12 Mei 2026 21:01 -
Liga Spanyol 12 Mei 2026 20:54 -
Liga Eropa Lain 12 Mei 2026 20:45
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 12 Mei 2026 22:26 -
piala dunia 12 Mei 2026 20:32 -
piala dunia 12 Mei 2026 16:16 -
piala dunia 12 Mei 2026 15:53 -
piala dunia 12 Mei 2026 15:17 -
piala dunia 12 Mei 2026 11:55
MOST VIEWED
- 4 Bintang Real Madrid Terancam Gagal Tampil di Piala Dunia 2026: Dari Kapten Tim hingga Wonderkid Argentina
- Timnas Bosnia jadi Negara Pertama Umumkan Skuad Piala Dunia 2026: Edin Dzeko Masih Jadi Andalan, Ada Duet Jay Idzes di Sassuolo
- Daftar Skuad Sementara Brasil untuk Piala Dunia 2026: Carlo Ancelotti Tepati Janji, Ada Nama Neymar!
- Lionel Messi Berharap Neymar Tampil di Piala Dunia Bersama Brasil
HIGHLIGHT
- 5 Pemain yang Perlu Dijual Real Madrid Musim Panas...
- Jose Mourinho ke Real Madrid Lagi? 7 Pelatih yang ...
- 10 Pelatih Terbaik yang Siap Jadi Rebutan Klub Eli...
- 7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
- Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
- 9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
- Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...












:strip_icc()/kly-media-production/medias/5712542/original/010714300_1778598729-324968.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5711020/original/061951100_1778596567-WhatsApp_Image_2026-05-12_at_21.18.37.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5710173/original/027431700_1778595275-WhatsApp_Image_2026-05-12_at_20.50.32.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5709664/original/058113300_1778594475-IMG-20260512-WA0017.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5701851/original/032885200_1778582527-IMG-20260512-WA0031.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5708996/original/091921100_1778593330-25135.jpg)

