Lionel Messi yang Sekarang Berbeda, tapi Argentina Tetap Kandidat Juara Piala Dunia 2026

Lionel Messi yang Sekarang Berbeda, tapi Argentina Tetap Kandidat Juara Piala Dunia 2026
Pemain Argentina, Lionel Messi, mengontrol bola dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Paraguay, Kamis, 14 November 2024. (c) AP Photo/Jorge Saenz

Bola.net - Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai juara bertahan sekaligus salah satu favorit utama untuk kembali mengangkat trofi. Tim asuhan Lionel Scaloni berupaya mencatat sejarah dengan mempertahankan gelar yang mereka raih di Qatar empat tahun lalu.

Sorotan terbesar tetap tertuju pada Lionel Messi. Kapten Argentina itu akan berusia 39 tahun pada akhir Juni dan diperkirakan menjalani Piala Dunia terakhir dalam kariernya yang luar biasa.

Di tengah antusiasme tersebut, mantan penyerang Argentina Hernan Crespo membagikan pandangannya tentang Messi, peluang Argentina mempertahankan gelar, serta pemain-pemain yang menurutnya harus mengambil peran lebih besar di turnamen kali ini.

Crespo Sudah Melihat Keistimewaan Messi Sejak Awal

Crespo Sudah Melihat Keistimewaan Messi Sejak Awal

Lionel Messi melakukan pemanasan dalam sesi latihan menjelang laga uji coba internasional melawan Mauritania, di Buenos Aires, Argentina, 25 Maret 2026 (c) AP Photo/Gustavo Garello

Crespo dan Messi pernah bermain bersama di Piala Dunia 2006. Turnamen tersebut menjadi Piala Dunia terakhir bagi Crespo, sekaligus yang pertama bagi Messi bersama tim senior Argentina.

Mantan striker Chelsea, AC Milan, dan Inter Milan itu mengaku langsung menyadari bahwa Messi memiliki sesuatu yang berbeda sejak pertama kali melihatnya bermain.

Ia juga masih mengingat pertemuan awal mereka dalam laga Liga Champions antara Barcelona dan Chelsea pada 2006, ketika bek Chelsea Asier del Horno mendapat kartu merah setelah melanggar Messi.

Membahas kondisi Messi saat ini, Crespo menilai peran sang kapten telah berkembang seiring bertambahnya usia. "Siapa pun yang mencintai sepak bola akan senang melihat dia bermain."

"Ini akan menjadi Messi seperti di Qatar, sosok yang menciptakan peluang untuk rekan-rekannya, bukan lagi Messi yang melewati tiga pemain lalu mencetak gol. Messi yang seperti itu sudah tidak ada lagi."

Argentina Dinilai Sudah Tidak Bergantung pada Messi

Argentina Dinilai Sudah Tidak Bergantung pada Messi

Lionel Messi mengangkat replika trofi Piala Dunia saat upacara perayaan bersama penggemar setelah laga uji coba internasional melawan Panama di Buenos Aires, 23 Maret 2023 (c) AP Photo/Gustavo Garello

Menurut Crespo, kekuatan Argentina saat ini terletak pada kemampuannya bermain baik dengan maupun tanpa Messi. Karena itu, ia merasa La Albiceleste tetap memiliki peluang besar untuk kembali melangkah jauh.

Ia secara khusus menyoroti sejumlah pemain yang dinilainya harus mengambil tanggung jawab lebih besar untuk membantu tim.

"Pemain seperti Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, dan Emi Martinez harus melangkah lebih jauh," lanjut Crespo.

"Saya bangga, tetapi saya hanya membantu sedikit, karena semua yang telah dia capai adalah hasil kerja kerasnya sendiri."

Crespo menilai kedalaman skuad yang dimiliki Argentina membuat mereka tetap menjadi salah satu kandidat kuat juara meski Messi tidak lagi berada pada puncak performa fisiknya seperti satu dekade lalu.

Sebut Argentina, Spanyol, dan Prancis sebagai Favorit

Saat diminta menilai peluang para kandidat juara, Crespo menempatkan Argentina di kelompok teratas bersama Spanyol dan Prancis.

Ia juga tidak menutup kemungkinan Inggris atau Brasil memberi kejutan, tetapi tetap menganggap tiga negara tersebut sebagai favorit utama.

"Argentina sudah belajar bagaimana bermain dengan atau tanpa Messi. Saya pikir mereka termasuk favorit bersama Spanyol dan Prancis. Mungkin Inggris bisa melakukannya, atau Brasil, tetapi tiga tim lainnya adalah favorit saya," Crespo menambahkan.

Meski optimistis, Crespo menyadari mempertahankan gelar juara dunia bukan pekerjaan mudah. Tidak ada tim yang mampu memenangkan Piala Dunia secara beruntun sejak Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962.

Karena itu, ia berharap Argentina dapat memberikan akhir yang indah bagi perjalanan Messi di panggung terbesar sepak bola dunia.