Mengapa Hadiah Penalti untuk Spanyol Tidak Dibatalkan?

Mengapa Hadiah Penalti untuk Spanyol Tidak Dibatalkan?
Pemain Prancis Lucas Digne (3) melanggar pemain Spanyol Lamine Yamal (19) yang membuahkan penalti dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 14 Juli 2026 (c) AP Photo/David J. Phillip

Bola.net - Lamine Yamal menjadi pusat perhatian dalam semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Prancis di AT&T Stadium, Arlington. Momen yang melibatkan winger Barcelona itu memicu perdebatan setelah Spanyol memperoleh hadiah penalti pada babak pertama.

Spanyol akhirnya memenangi pertandingan dengan skor 2-0 berkat gol Mikel Oyarzabal melalui titik putih pada menit ke-22 dan tambahan gol Pedro Porro pada menit ke-58. Hasil tersebut mengantar La Furia Roja melaju ke final untuk menghadapi pemenang laga Inggris kontra Argentina.

Kontroversi muncul ketika Lucas Digne gagal menghalau bola dan mengenai kaki Lamine Yamal di dalam kotak penalti. Para pemain Prancis langsung memprotes keputusan wasit karena menganggap bola lebih dahulu mengenai tangan pemain berusia 19 tahun tersebut.

Wasit tetap menunjuk titik putih setelah menilai terjadi pelanggaran, sedangkan pemeriksaan VAR tidak mengubah keputusan di lapangan. Oyarzabal kemudian sukses menaklukkan Mike Maignan dan membawa Spanyol unggul 1-0.

Mengapa Penalti Spanyol Tetap Berlaku?

Dalam tayangan ITV, analis wasit Christina Unkel menjelaskan alasan mengapa keputusan tersebut dinilai sudah sesuai dengan aturan permainan. Menurutnya, bola mengenai bagian lengan atas yang masih termasuk area bahu sehingga tidak tergolong handball.

"Analisis itu sudah tepat. Kontak terjadi pada bagian lengan atas atau sleeve milik Yamal sehingga tidak dianggap sebagai bagian dari tangan," ujar Unkel.

Ia menambahkan bahwa situasi tersebut tidak memenuhi syarat untuk dinilai sebagai pelanggaran handball sehingga VAR tidak memiliki alasan membatalkan penalti. Unkel juga menilai Lucas Digne tetap memiliki pilihan untuk menghindari kontak keras terhadap Yamal.

"Itu tidak akan ditinjau ulang sebagai pelanggaran handball sehingga penalti tetap berlaku. Seperti Harry Kane, pemain bertahan sudah berkomitmen melakukan tekel, tetapi masih memiliki pilihan untuk tidak melakukan kontak," lanjutnya.

Penalti Jadi Titik Balik Pertandingan

Gol penalti Mikel Oyarzabal menjadi momentum penting bagi Spanyol untuk mengendalikan jalannya pertandingan. Prancis kesulitan membalas karena lini pertahanan La Furia Roja tampil disiplin sepanjang laga.

Keunggulan Spanyol bertambah pada menit ke-58 melalui Pedro Porro setelah menerima umpan satu-dua dari Dani Olmo. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi dan memastikan Spanyol melangkah ke final Piala Dunia 2026.

Meski keputusan penalti masih menjadi bahan perbincangan, VAR telah melakukan pemeriksaan sebelum pertandingan dilanjutkan. Dengan demikian, gol Oyarzabal tetap sah dan menjadi pembuka kemenangan penting Spanyol atas Prancis.

Sumber: Evening Standard