FOLLOW US:


Menpora Diskusikan Nasib Piala Dunia U-20 2021 dengan Ketum PSSI

06-05-2020 19:38

 | Serafin Unus Pasi

Menpora Diskusikan Nasib Piala Dunia U-20 2021 dengan Ketum PSSI
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengadakan pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali © Bola.net/Fitri Apriani

Bola.net - Diskusi kembali dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali dengan Mochamad Iriawan selaku Ketua Umum (Ketum) PSSI. Banyak hal yang dibahas oleh keduanya terkait persepakbolaan di Tanah Air.

Satu di antaranya ialah nasib Piala Dunia U-20 2021 yang akan digelar di Indonesia. Mulai dari persiapan yang terganjal lantaran wabah virus corona, hingga kapan kembali menggelar pemusatan latihan (TC).

"Kita diskusikan tentang kondisi pandemi virus corona yang menghentikan seluruh kegiatan sepak bola di Tanah Air termasuk pelatnas Timnas yang kita sedang persiapkan untuk Piala Dunia U-20 2021," ujar Menpora.

"Kita juga mendiskusikan persiapan infrastruktur. Selain itu juga kita diskusikan tentang kapan seharusnya pelatnas ini dimulai lagi, serta berbagai hal yang terkait dengan persiapan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021," katanya menambahkan.

Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.

1 dari 1

Masih Menunggu Pandemi Virus Corona Mereda

Diakui Menpora, sulit untuk melakukan persiapan menuju Piala Dunia U-20 2021 di tengah pandemi virus corona. Oleh sebab itu, ia dan Ketum PSSI sepakat untuk menunggu instruksi dari pemerintah.

"Memang belum bisa kita putuskan kapan akan dimulai, kita akan menyesuaikan dengan keputusan gugus tugas virus corona kapan diizinkan untuk kegiatan sudah boleh diadakan," imbuh menteri asal Gorontalo ini.

"Kondisi yang kita hadapi adalah waktu ideal yang dibutuhkan untuk recovery pemain yang sudah lama istirahat dari pelatnas. Sementara kompetisi yang dibutuhkan pemain untuk mengasah keterampilannya pun terhenti."

"Saya dan Ketum PSSI berkesimpulan akan mengikuti keputusan pemerintah tentang penanganan virus corona ini. Kami sepakat untuk tidak akan melanggar itu," imbuh menteri berusia 58 tahun ini.

(Bola.net/Fitri Apriani)