Pertarungan Terakhir Mengembalikan Martabat Italia: Mampukah Akhiri Kutukan dan Lolos Piala Dunia 2026?

Bola.net - Timnas Italia dikenal sebagai bangsawan dalam sejarah Piala Dunia dengan koleksi empat trofi juara. Namun, kenyataan pahit berbicara bahwa sudah dua dekade berlalu sejak terakhir kali mereka mengangkat trofi emas tersebut di Berlin.
Lebih menyedihkan lagi, Azzurri absen dalam dua turnamen terakhir, menciptakan satu generasi anak-anak Italia yang belum pernah melihat negaranya berlaga di panggung dunia. Kini, satu kemenangan saja akan mengakhiri masa pengasingan internasional yang terasa sangat panjang tersebut.
Harapan itu kini tertumpu pada pundak Manuel Locatelli dan kolega saat bersiap menghadapi babak penentu. Kemenangan 2-0 atas Irlandia Utara di Bergamo pekan lalu telah membentangkan jalan menuju laga final playoff Piala Dunia 2026 melawan Bosnia-Herzegovina.
Seluruh elemen sepak bola Italia kini menahan napas, menanti apakah mereka akan kembali ke habitat aslinya atau justru tenggelam dalam kesengsaraan yang lebih dalam.
Beban sejarah dan ekspektasi publik menjadi bahan bakar utama bagi skuad yang kini sedang merajut kembali harga diri mereka.
Beban Besar, Motivasi Tak Pernah Kurang

Skuad Italia paham betul arti laga ini. Bukan cuma soal lolos atau tidak, tapi juga tentang mengembalikan posisi mereka di level tertinggi.
Para pemain menyadari ada ekspektasi besar yang mengikuti. Terutama dari generasi muda yang selama ini hanya bisa menonton Piala Dunia tanpa kehadiran tim nasional mereka.
"Kami tahu betul bahwa kami bertanggung jawab atas semua anak-anak di luar sana dan seluruh pergerakan sepak bola Italia," ujar Manuel Locatelli kepada RAI Sport.
"Kami jelas tidak kekurangan motivasi," lanjutnya.
Ucapan itu mencerminkan situasi ruang ganti. Italia datang ke laga ini dengan kesadaran penuh akan apa yang dipertaruhkan.
Dari Harapan ke Kekecewaan di Era Spalletti

Beberapa waktu lalu, kondisi tim nasional jauh dari stabil. Luciano Spalletti datang dengan reputasi besar setelah sukses bersama Napoli, tapi hasil di level timnas tidak berjalan sesuai harapan.
Italia memang sempat lolos ke Euro 2024. Namun perjalanan di turnamen itu tidak meninggalkan kesan positif.
Penampilan mereka inkonsisten sejak fase grup. Bahkan, Italia harus berjuang keras hanya untuk lolos sebelum akhirnya tersingkir dengan performa yang mengecewakan.
Kekalahan dari Swiss menutup perjalanan yang jauh dari ekspektasi. Dari situ, tekanan terhadap Spalletti mulai meningkat.
Kekalahan di Oslo yang Jadi Titik Balik

Situasi mencapai titik terendah saat Italia kalah 0-3 dari Norwegia di Oslo. Skor akhir bahkan dianggap tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan.
Tim tampil tanpa arah. Intensitas dan kualitas yang biasanya jadi ciri khas Italia nyaris tidak terlihat.
"Saya tidak punya kata-kata. Fans kami tidak pantas mendapatkan ini," kata Gianluigi Donnarumma.
Spalletti juga mengakui ada yang tidak berjalan semestinya.
"Kami harus menemukan sesuatu yang lebih. Kalau tidak, sesuatu harus berubah," akunya.
Tak lama setelah itu, perubahan benar-benar terjadi di kursi pelatih.
Gattuso Datang, Italia Menemukan Arah

Setelah kepergian Spalletti, FIGC sempat mencari beberapa opsi. Namun pilihan akhirnya jatuh kepada Gennaro Gattuso.
Keputusan ini sempat memunculkan tanda tanya. Rekam jejaknya di level klub memang tidak selalu konsisten.
Namun federasi melihat faktor lain yang dianggap penting. Karakter, energi, dan pemahaman terhadap sepak bola Italia menjadi nilai utama.
"Dia punya kualitas, determinasi, dan keinginan untuk mencapai sesuatu yang besar bagi Azzurri dan negara kami," tegas Gabriele Gravina.
"Dia langsung menunjukkan bahwa tidak ada yang menang sendirian. Kita menang bersama."
Gattuso kini membawa Italia ke titik krusial. Satu pertandingan lagi akan menentukan apakah langkah ini berakhir dengan kebangkitan, atau justru menambah panjang daftar kekecewaan.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 06:28Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 06:21Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 05:55Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 05:45Luis de la Fuente Raih Men's Coach of the Year 2026, Cetak Sejarah
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 1 November 2026 08:28Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
-
Liga Italia 1 November 2026 08:21Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
-
Liga Italia 1 November 2026 08:03Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
-
Bundesliga 1 November 2026 07:54Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
-
Liga Italia 1 November 2026 07:45Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
-
Liga Inggris 1 November 2026 07:36Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 30 Oktober 2026 22:20Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
-
piala dunia 27 Oktober 2026 08:15Rekap Ballon d'Or 2026: Daftar Lengkap Para Pemenang Penghargaan
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:41Alexia Putellas Raih Ballon d'Or Feminin 2026, Sempurnakan Comeback
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:28Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:21Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
-
piala dunia 27 Oktober 2026 05:55Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
