FOLLOW US:


PSSI Minta Rp69,1 Miliar untuk Piala Dunia U-20 2021, Kemenpora Kabulkan Rp50,6 Miliar

27-07-2020 21:54

 | Serafin Unus Pasi

PSSI Minta Rp69,1 Miliar untuk Piala Dunia U-20 2021, Kemenpora Kabulkan Rp50,6 Miliar
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan bersama dengan Deputi IV Kemenpora, Chandra Bhakti © Bola.net/Fitri Apriani

Bola.net - Anggaran sebesar Rp69,1 miliar yang diajukan PSSI kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk Piala Dunia U-20 2021 Indonesia tidak disetujui. Dana yang dikucurkan hanya Rp50,6 miliar.

PSSI dan Kemenpora pun telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait kucuran anggaran tersebut. Penandatangan MoU dilakukan di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (27/7/2020).

"Kami PSSI berterima kasih atas support Kemenpora terhadap persepakbolaan nasional terutama Timnas Indonesia U-19. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali cukup intensif terhadap sepak bola," ujar Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan.

"Sekitar Rp50,6 miliar untuk honorarium, akomodasi, konsumsi, suplemen, training camp luar negeri, try out, dukungan transportasi, peralatan dan perlengkapan latihan, dukungan sport science, serta perlindungan kesehatan melalui BPJS ketenagakerjaan," timpal Chandra Bhakti selaku Deputi IV Kemenpora.

Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.

1 dari 1

Komentar Menpora

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali memberikan apresiasi kepada PSSI yang telah sabar menunggu anggaran tersebut cair. Ia pun berpesan agar induk sepak bola di Tanah Air itu bisa mengelola dana dari pemerintah dengan sebaik-baiknya.

"Terima kasih atas kesabarannya di mana hampir satu bulan proposal kami review. Kami tidak ingin ada satu rupiah pun uang negara yang dipergunakan secara tidak tepat," tutur Menpora.

"Sepak bola adalah satu-satunya cabang olahraga yang memiliki inpres (instruksi Presiden) sendiri karena sepak bola adalah olahraga yang amat diminati masyarakat. Kita punya potensi untuk mengembangkan ini dari sisi ekonomi maupun prestasi. Seperti sport industri dan sportourism," imbuhnya.

(Bola.net/Fitri Apriani)