Roberto Martinez Dikabarkan Tinggalkan Timnas Portugal Usai Piala Dunia 2026

Roberto Martinez Dikabarkan Tinggalkan Timnas Portugal Usai Piala Dunia 2026
Roberto Martinez memberikan instruksi pada Timnas Portugal di laga uji coba kontra Chili (c) AP Photo/Armando Franca

Bola.net - Pelatih Timnas Portugal Roberto Martinez dikabarkan akan mengakhiri masa baktinya bersama Selecao das Quinas setelah gelaran Piala Dunia 2026 berakhir. Keputusan tersebut disebut telah diambil sang pelatih terlepas dari bagaimana hasil Portugal di turnamen, bahkan jika mereka berhasil meraih gelar juara dunia.

Laporan talkSPORT menyebutkan bahwa Martinez tidak berencana memperpanjang kontraknya yang akan berakhir setelah turnamen. Pelatih asal Spanyol itu dikabarkan telah mempertimbangkan masa depannya dalam beberapa waktu terakhir sebelum akhirnya memilih untuk mencari tantangan baru.

Martinez mulai menangani Portugal pada awal 2023 setelah mengakhiri kebersamaannya dengan Timnas Belgia. Selama lebih dari tiga tahun menukangi Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan, pelatih berusia 52 tahun tersebut berhasil membawa Portugal tetap menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa.

Meski belum ada pengumuman resmi, Martinez disebut membuka peluang untuk kembali melatih klub, termasuk kemungkinan kembali ke Liga Inggris. Namun, ia juga tidak menutup pintu untuk tetap berkarier di level tim nasional.

Fokus Piala Dunia 2026

Fokus Piala Dunia 2026

Selebrasi Timnas Portugal usai mencetak gol ke gawang Nigeria, Kamis (11/06/2026). (c) AP Photo/Armando Franca

Saat ini fokus utama Martinez adalah membawa Portugal melangkah sejauh mungkin di Piala Dunia 2026. Portugal akan memulai perjalanan mereka dengan menghadapi RD Kongo di Houston. Setelah itu, mereka dijadwalkan bertemu Uzbekistan sebelum menutup fase grup melawan Kolombia di Miami pada 27 Juni.

Sejak ditunjuk sebagai pelatih Portugal, Martinez telah memimpin tim dalam 40 pertandingan. Dari jumlah tersebut, Portugal mencatatkan 30 kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kekalahan.

Pencapaian terbaiknya sejauh ini adalah membawa Portugal melaju hingga perempat final Euro 2024. Namun langkah mereka harus terhenti setelah kalah melalui adu penalti dari Prancis.

Karier Roberto Martinez

Karier Roberto Martinez

Roberto Martinez ketika menangani Timnas Portugal. (c) AP Photo/Luis Vieira

Karier kepelatihan Martinez dimulai bersama Swansea City pada 2007. Namanya mulai dikenal luas ketika menangani Wigan Athletic dan mempersembahkan gelar Piala FA yang bersejarah bagi klub tersebut.

Keberhasilannya di Wigan membuat Everton merekrutnya pada 2013. Pada musim pertamanya, Martinez sukses membawa The Toffees finis di posisi kelima Liga Inggris, yang menjadi salah satu pencapaian terbaik klub dalam dua dekade terakhir. Namun performa yang menurun dalam dua musim berikutnya membuat Everton memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengannya.

Sejak meninggalkan Goodison Park, Martinez lebih banyak berkiprah di level internasional. Ia menghabiskan enam tahun sebagai pelatih Belgia sebelum akhirnya menerima tawaran untuk menangani Portugal.

Asa Portugal Juara

Asa Portugal Juara

Ekspresi Cristiano Ronaldo di laga Portugal vs Nigeria, Kamis (11/06/2026). (c) AP Photo/Armando Franca

Dengan skuad yang dihuni sejumlah pemain bintang, Portugal termasuk salah satu kandidat kuat peraih trofi Piala Dunia 2026. Selain Cristiano Ronaldo, tim ini juga diperkuat nama-nama seperti Bruno Fernandes, Bernardo Silva, hingga kiper Diogo Costa.

Menjelang turnamen, Martinez menegaskan bahwa atmosfer yang dirasakan masyarakat Portugal bukanlah tekanan untuk menjadi juara, melainkan harapan besar yang lahir dari kualitas pemain yang mereka miliki.

"Saya tidak melihat ada kecemasan untuk memenangkan Piala Dunia. Yang saya rasakan adalah antusiasme dan harapan. Itu datang karena kualitas para pemain yang kami miliki," ujar Martinez.

Ia juga mengingatkan bahwa Portugal belum pernah menjuarai Piala Dunia sehingga tantangan yang dihadapi tidak akan mudah. Meski demikian, Martinez ingin timnya tetap bermimpi dan percaya bahwa mereka mampu bersaing dengan negara-negara terbaik dunia.

"Kami tahu bahwa talenta saja tidak cukup. Banyak detail kecil yang bisa menentukan hasil pertandingan. Namun saya ingin tim ini tetap bermimpi. Saya percaya kami bisa melakukannya, dan itulah mentalitas yang ingin kami miliki sepanjang turnamen," katanya.