
Bola.net - Dalam dunia sepak bola, selain Parkir Bus, ada banyak filosofi permainan yang populer digunakan oleh para pelatih di seluruh dunia.
Filosofi Parkir Bus sempat populer beberapa musim belakangan. Taktik itu kerap digunakan oleh Jose Mourinho.
Pelatih asal Portugal itu memilih bermain sepak bola secara pragmatis. Tujuannya? Cuma untuk meraih kemenangan. Persetan dengan bermain cantik.
Jose Mourinho sukses menerapkan strategi tersebut saat menangani Inter Milan untuk meredam keagresifan Barcelona pada semifinal Liga Champions 2009-2010. Saat bermain di kandang sendiri, Inter Milan berhasil mengalahkan Barcelona dengan skor 3-1 tapi dengan penguasaan bola hanya 28,8 persen.
La Beneamata menerapkan dua lapis pertahanan di sepertiga akhir lapangan. Lini belakang yang dipimpin oleh Samuel Walter tak sedikitpun meninggalkan celah.
Sementara di lini depan ada Thiago Motta yang bersiap menyapu umpan dan menghalangi pergerakan Lionel Messi dan kolega. Mereka berhasil memanfaatkan peluang serangan balik dengan tepat.
Gawang Barcelona berhasil diberondong dengan tiga gol. Padahal strategi tersebut pernah ia benci saat menukangi Chelsea pada 2004-2005. Saat itu, The Blues ditahan 0-0 oleh Tottenham Hotspur dengan strategi bertahan total.
Selain parkis bus, berikut beragam filosofi permainan yang pernah dan masih digunakan dalam pertandingan sepak bola.
Total Football
Gaya permainan itu sangat identik dengan Timnas Belanda dan tim-tim asal negeri Kincir Angin, seperti Ajax Amsterdam hingga PSV Eindhoven. Total Football merupakan gaya permainan yang mengandalkan kolektivitas tim saat melakukan serangan dan bertahan.
Saat dalam bertahan, pemain yang berposisi sebagai penyerang diwajibkan membantu pertahanan, begitu pun sebaliknya. Jadi, strategi seperti ini memungkinkan setiap pemain melakukan perubahan posisi kapan pun dia mau.
Total Football muncul kali pertama dari pemikiran Rinus Michel dan mulai populer di masyarakat pada tahun 1960 sampai 1970-an.
Kick and Rush
Kick and Rush berasal dari bahasa Inggris, yang berarti: tendang dan serbu. Gaya permainan ini memadukan dua unsur, yaitu kekuatan dan kecepatan. Charles Reep adalah orang pertama yang menerapkan gaya permainan ini.
Biasanya, gaya permainan Kick and Rush dikombinasikan dengan umpan-umpan silang dari sektor sayap. Dengan mengandalkan kecepatan dan fisik, akan banyak tercipta peluang mencetak gol. Tim-tim asal Inggris tradisional dulu sering menggunakan permainan seperti ini
Tiki Taka
Pola permainan yang menjadi ciri dari Barcelona. Pelatih yang mempopulerkannya adalah bos Manchester City saat ini, Josep Guardiola.
Permainan ini menggunakan penguasaan bola yang kuat dengan tingkat akurasi operan yang tinggi. Strategi ini juga menuntut beberapa pemain melakukan pergerakan yang cepat untuk mencari ruang kosong.
False 9
False 9 merupakan stategi yang dipopulerkan Timnas Spanyol saat diasuh oleh Vicente Del Bosque. Saat itu ia memasang Cesc Fabregas pada barisan penyerang Spanyol di Piala Eropa 2012.
Strategi ini tidak menggunakan striker murni dalam penyerangan. Strategi tersebut sukses membawa Timnas Spanyol membantai Timnas Italia 4-0 yang menerapkan strategi bertahan di final Piala Eropa 2012.
Catenaccio
Catenaccio merupakan gaya permainan yang memainkan bola di daerah pertahanan sendiri sambil menunggu waktu yang tepat untuk melakukan serangan balik. Ciri khas taktik ini adalah man to man marking dan keberadaan pemain yang berfungsi sebagai libero.
Gaya permainan semacam ini muncul berkat buah pemikiran dua orang asal Italia dan Argentina, yakni Nereo Rocco dan Franco Helenio Herrera. Catenaccio sendiri berasal dari bahasa Italia, yang artinya gerendel.
Jogo Bonito
Jogo Bonito merupakan teknik dan taktik yang melekat dengan sepak bola Brasil. Mereka menerapkan gaya permaian yang indah dan menghibur.
Beberapa pemain akan melakukan gerakan lincah bak orang yang menari-nari di lapangan untuk mengelabui lawan. Timnas Brasil dahulu identik dengan filosofi tersebut, namun secara perlahan filosofi itu meredup.
Tango
Gaya permainan tango hampir mirip dengan jogo bonito. Namun bedanya taktik permainan tersebut memanfaatkan kelincahan dan kecepatan kaki para pemainnya.
Gaya permainan ini populer saat Timnas Argentina meraih gelar juara Piala Dunia saat diperkuat Diego Maradona.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Hanif Sri Yulianto/Editor Yus Mei Sawitri
Published: 8 November 2019
Baca Juga:
- Lionel Messi Diklaim Bukan Pemain yang Komplet, Benarkah Demikian?
- Tubuh Super Cristiano Ronaldo Ternyata jadi Inspirasi Pemain Juventus
- Sebenarnya Apa Sih Tugas Direktur Teknik Manchester United? Kok Kosong Begitu Lama
- Mengapa Barcelona Bisa Gigit Jari dalam Perburuan Aubameyang? Ini Alasannya
- Fakta-fakta Unik Wonderkid Real Madrid, Rodrygo
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 31 Oktober 2026 19:45Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
-
Liga Spanyol 31 Oktober 2026 15:21Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 15:16Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 07:50AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
-
Liga Spanyol 31 Oktober 2026 07:273 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 31 Oktober 2026 23:47Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:39Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:02Lisandro Martinez yang Konyol!
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 30 Oktober 2026 22:20Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
-
piala dunia 27 Oktober 2026 08:15Rekap Ballon d'Or 2026: Daftar Lengkap Para Pemenang Penghargaan
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:41Alexia Putellas Raih Ballon d'Or Feminin 2026, Sempurnakan Comeback
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:28Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:21Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
-
piala dunia 27 Oktober 2026 05:55Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
