
Bola.net - Kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi pukulan telak bagi sepak bola Negeri Pizza. Ini merupakan kali ketiga beruntun mereka absen dari turnamen terbesar tersebut.
Situasi ini jauh dari bayangan publik setelah kejayaan masa lalu yang pernah membawa Azzurri menjadi juara dunia. Kini, kenyataan pahit justru memperlihatkan penurunan performa yang berlarut-larut.
Kegagalan kali ini terasa lebih menyakitkan karena terjadi setelah perjalanan panjang di babak kualifikasi. Harapan sempat muncul sebelum akhirnya pupus di fase play-off.
Hasil ini memicu kekhawatiran besar terhadap masa depan tim nasional. Banyak pihak melihatnya sebagai tanda hilangnya satu generasi emas dalam sepak bola Italia.
Jalan Terjal di Kualifikasi

Timnas Italia sebenarnya tampil cukup konsisten di fase grup Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Mereka hanya kalah dua kali dari Norwegia yang finis sebagai juara grup.
Posisi runner-up memaksa Italia masuk jalur play-off yang penuh tekanan. Di fase ini, margin kesalahan menjadi sangat kecil dan setiap laga menentukan.
Italia berhasil melewati Irlandia Utara dengan kemenangan meyakinkan 2-0. Gol dari Sandro Tonali dan Moise Kean memberi harapan besar menuju tiket Piala Dunia.
Namun, langkah mereka terhenti saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina di final play-off. Pertandingan berakhir imbang 1-1 sebelum Italia kalah dalam adu penalti.
Momen Penentu yang Mengubah Segalanya

Italia sempat unggul lebih dulu lewat gol Moise Kean yang sedang dalam performa tajam. Namun, kontrol permainan tidak pernah benar-benar mereka kuasai.
Keputusan pelatih Gennaro Gattuso memainkan bola panjang berulang kali mengurangi efektivitas lini tengah. Pemain seperti Tonali dan Barella jarang dilibatkan dalam pembangunan serangan.
Petaka datang saat Alessandro Bastoni mendapat kartu merah jelang turun minum. Pelanggaran tersebut membuat Italia harus bermain dengan 10 orang selama lebih dari satu babak.
Tekanan terus meningkat hingga Bosnia menyamakan kedudukan di menit ke-79. Dalam adu penalti, kegagalan beberapa eksekutor memastikan Italia tersingkir.
Krisis Generasi yang Mengkhawatirkan

Absennya Timnas Italia dari tiga Piala Dunia berturut-turut berarti mereka akan melewati setidaknya 16 tahun tanpa tampil di turnamen itu. Ini adalah periode yang sangat panjang bagi tim dengan sejarah besar.
Situasi ini membuat satu generasi pemain kehilangan kesempatan tampil di panggung tertinggi. Banyak pemain inti kini mendekati usia di mana performa mulai menurun.
Kiper seperti Gianluigi Donnarumma mungkin masih punya waktu, tetapi pemain non-kiper menghadapi risiko berbeda. Nama-nama seperti Bastoni, Barella, hingga Tonali bisa melewatkan momen terbaik mereka.
Dampak jangka panjangnya sangat serius bagi regenerasi tim. Tanpa pengalaman Piala Dunia, perkembangan pemain bisa terhambat.
Ancaman terhadap Masa Depan Azzurri

Kegagalan ini menunjukkan bahwa Italia tidak lagi menjadi kekuatan dominan di Eropa. Negara lain telah berkembang lebih cepat dalam hal taktik dan pengembangan pemain.
Timnas Italia kini menghadapi tantangan besar untuk kembali ke level tertinggi. Tanpa perubahan mendasar, peluang bangkit akan semakin sulit.
Federasi dan pelatih harus segera melakukan evaluasi menyeluruh. Pembinaan pemain muda dan pendekatan taktik modern menjadi kunci untuk keluar dari krisis ini.
Jika tidak, Azzurri berisiko semakin tertinggal dari rival-rivalnya. Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, kembali ke Piala Dunia bukan lagi sesuatu yang pasti.
Sumber: The Sporting News
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 1 April 2026 20:59 -
Liga Inggris 1 April 2026 20:48 -
Tim Nasional 1 April 2026 20:38 -
Tim Nasional 1 April 2026 20:23 -
Piala Dunia 1 April 2026 20:22 -
Piala Dunia 1 April 2026 19:54
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 1 April 2026 20:59 -
piala dunia 1 April 2026 20:22 -
piala dunia 1 April 2026 19:54 -
piala dunia 1 April 2026 19:28 -
piala dunia 1 April 2026 19:13 -
piala dunia 1 April 2026 18:57
MOST VIEWED
- Kritik Keras untuk Rayan Cherki: Bukan Zidane, Hanya Level Pelapis!
- Hasil Inggris vs Jepang: The Three Lions Dipermalukan Kaoru Mitoma di Wembley
- Hasil Bosnia dan Herzegovina vs Italia: Kalah Dramatis, Italia Dipastikan Absen 3x Beruntun di Piala Dunia
- Bukan Prank April Mop, Italia Gagal (Lagi) ke Piala Dunia
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...













:strip_icc()/kly-media-production/medias/5538922/original/032441900_1774583998-1001121011.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3325766/original/009709700_1608119114-20201216-Pemprov-DKI-Segera-Berlakukan-WFH-hingga-75-Persen-FANANI-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4559002/original/078704300_1693485262-20230831-Anjuran_WFH-JOH_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4802755/original/092840900_1713245923-20240416-Hari_Pertama_ASN_Setelah_Cuti_Lebaran-HER_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5543348/original/099612300_1775022690-Menteri_Ketenagakerjaan_Yassierli-1_April_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5544028/original/089844600_1775043833-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_18.36.08.jpeg)

