FIFA Pastikan Tak Ada Rencana Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

FIFA Pastikan Tak Ada Rencana Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
Pemain Italia berkumpul di tengah lapangan saat adu penalti melawan Bosnia-Herzegovina di playoff Piala Dunia 2026, 1 April 2026. (c) AP Photo/Armin Durgut

Bola.net - FIFA memastikan tidak ada rencana mengganti Iran dengan Italia di Piala Dunia 2026. Kepastian ini muncul setelah adanya usulan dari utusan khusus Presiden Amerika Serikat yang memicu polemik.

Ketidakpastian sempat muncul terkait partisipasi Iran karena konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Namun, hingga kini Iran tetap dijadwalkan mengikuti turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Italia sendiri gagal lolos ke Piala Dunia usai kalah dalam babak play-off melawan Bosnia Herzegovina. Meski memiliki sejarah besar dengan empat gelar juara, peluang mereka tampil kembali dipastikan tertutup.

FIFA juga menegaskan bahwa segala keputusan terkait peserta berada dalam kewenangan penuh organisasi tersebut. Namun, hingga saat ini tidak ada indikasi perubahan daftar tim peserta.

Usulan Penggantian Iran oleh Italia

Usulan Penggantian Iran oleh Italia

Reaksi pemain Italia ketika adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina di playoff Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Armin Durgut

Wacana penggantian Iran dengan Italia pertama kali disampaikan oleh utusan khusus Amerika Serikat, Paolo Zampolli. Ia mengaku telah mengajukan ide tersebut kepada Presiden AS dan Presiden FIFA.

Usulan ini dilatarbelakangi keinginan melihat Italia kembali tampil di Piala Dunia. Selain itu, Italia dinilai memiliki rekam jejak kuat sebagai salah satu tim tersukses.

“Saya mengonfirmasi bahwa saya telah mengusulkan kepada Trump dan Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia,” kata Zampolli kepada Financial Times.

“Saya orang Italia dan akan menjadi mimpi melihat Azzurri tampil di turnamen yang digelar di AS. Dengan empat gelar, mereka punya rekam jejak yang layak,” lanjut Zampolli.

FIFA Tegaskan Iran Tetap Berlaga

FIFA Tegaskan Iran Tetap Berlaga

Alireza Jahanbakhsh mengoper bola dalam laga Piala Asia antara Hong Kong vs Iran di Qatar, 19 Januari 2024 (c) AP Photo/Thanassis Stavrakis, Arsip

FIFA tidak memberikan tanggapan resmi terhadap usulan tersebut, tetapi merujuk pada pernyataan presidennya. Hal ini menegaskan bahwa Iran tetap menjadi peserta sah turnamen.

Keputusan ini juga menunjukkan bahwa FIFA tetap berpegang pada hasil kualifikasi yang telah berlangsung. Iran berhasil lolos dengan performa yang meyakinkan di zona Asia.

“Tim Iran pasti akan datang,” ujar Infantino.

““Kami berharap saat itu situasinya sudah damai, tentu saja itu akan sangat membantu. Namun Iran harus datang. Mereka mewakili rakyatnya. Mereka sudah lolos. Para pemain ingin bermain,” tegas Infantino.

Kritik Keras dari Pihak Iran

Kritik Keras dari Pihak Iran

Selebrasi pemain Timnas Iran usai memastikan tampil di Piala Dunia 2026. (c) dok.AFC

Pemerintah Iran melalui kedutaannya menanggapi keras usulan penggantian tersebut. Mereka menilai gagasan itu sebagai bentuk tindakan yang tidak pantas.

Iran menegaskan bahwa prestasi sepak bola harus diraih melalui kompetisi, bukan keputusan politik. Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik terhadap pihak yang mengusulkan perubahan.

“Italia meraih kebesarannya dalam sepak bola di lapangan, bukan berkat privilese politik,” tulis pernyataan Kedutaan Iran.

“Upaya untuk menyingkirkan Iran dari Piala Dunia hanya menunjukkan kebangkrutan moral Amerika Serikat, yang bahkan takut pada kehadiran sebelas pemain muda Iran di lapangan,” lanjut pernyataan tersebut.

Regulasi FIFA dan Sikap Pejabat Italia

Regulasi FIFA dan Sikap Pejabat Italia

Moise Kean merayakan gol bersama rekan setimnya dalam laga final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Bosnia vs Italia di Zenica, 1 April 2026 (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Menteri Ekonomi Italia, Giancarlo Giorgetti, mengecam keras gagasan yang diajukan Zampolli dengan menyebutnya memalukan.

Sementara itu, Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, mengatakan kepada La Press, “Pertama, itu tidak mungkin, kedua, itu tidak pantas… Anda harus lolos lewat pertandingan di lapangan.”

Presiden Komite Olimpiade Italia, Luciano Buonfiglio, juga menolak ide tersebut dan mengaku akan merasa tersinggung. Ia menegaskan, “Untuk bisa tampil di Piala Dunia, Anda harus meraihnya dengan usaha sendiri.”

Sumber: BBC