
Bola.net - Jelang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, International Football Association Board (IFAB) dikabarkan sedang mempertimbangkan sejumlah perubahan aturan yang bisa menjadi yang paling kontroversial dalam sejarah sepak bola modern.
Dua proposal utama yang tengah dibahas adalah perluasan kewenangan Video Assistant Referee (VAR) dan larangan rebound setelah penalti ditepis kiper.
Sejak diperkenalkan pada 2017, VAR memang diharapkan bisa meminimalisir kesalahan wasit. Namun, teknologi ini justru memicu perdebatan tak berujung, terutama dalam kasus offside, handball, dan keputusan penalti.
Kini, IFAB berencana mengambil langkah lebih jauh dengan memberi VAR wewenang untuk meninjau keputusan berbasis fakta, seperti awarding tendangan sudut yang salah, bahkan kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
VAR Bisa Intervensi Kartu Kuning Kedua?
Salah satu perubahan potensial adalah mengizinkan VAR meninjau kartu kuning kedua, yang selama ini berada di luar lingkup teknologi tersebut. Keputusan ini dinilai krusial karena kartu kuning kedua berimbas pada pengusiran pemain dan bisa mengubah jalannya pertandingan.
Misalnya, musim lalu, Arsenal dibuat kesal ketika Declan Rice mendapat kartu merah setelah dinilai menghalangi eksekusi free kick Brighton. Saat itu, VAR tak bisa mengintervensi karena aturan yang berlaku.
IFAB disebut sedang mempertimbangkan manfaat perluasan wewenang VAR ini, meski dengan catatan: proses review tidak boleh memperlambat pertandingan.
Rebound Penalti Dilarang?
Namun, proposal yang paling memicu kemarahan fans adalah rencana melarang rebound atau penyelesaian bola mati setelah penalti ditepis kiper.
Jika aturan ini disetujui, bola akan dinyatakan dead begitu kiper berhasil menyelamatkan tendangan penalti, sehingga tim penyerang tak lagi punya kesempatan mencetak gol dari bola muntah.
Menurut laporan The Times, IFAB kemungkinan akan melakukan uji coba panjang sebelum menerapkan aturan radikal ini. Namun, waktu yang tersedia sebelum pertemuan tahunan Maret 2026 dinilai sangat sempit, sehingga kecil kemungkinan perubahan ini berlaku di Piala Dunia 2026.
Reaksi Fans: Mau Hancurkan Sepak Bola?
Rencana IFAB langsung memicu gelombang protes di media sosial. Sebagian fans menilai perubahan ini justru merusak dinamika alami sepak bola.
"Kalau mau review kartu kuning kedua, mestinya review kedua kartunya, bukan cuma yang kedua. Ini logikanya lebih adil," tulis satu fans di X (Twitter).
"Larangan follow-up setelah penalti? Emangnya sepak bola ini game simulator? Kok malah dibuat tidak menarik?" tambah yang lain.
Ada pula yang menyindir keras: "Daripada terus-terusan merusak sepak bola, mending bubarin saja kompetisinya sekalian!"
Perubahan Aturan Lain yang Sudah Diterapkan
Sebelumnya, IFAB sudah menerapkan beberapa perubahan aturan, seperti pemberian tendangan sudut jika kiper memegang bola lebih dari 8 detik—aturan yang berlaku di Piala Dunia Klub FIFA 2025 mendatang.
Apakah rencana perluasan VAR dan larangan rebound penalti akan benar-benar diterapkan? Jawabannya masih harus ditunggu hingga pertemuan IFAB mendatang.
Namun, yang pasti, perubahan ini telah memantik perdebatan sengit di kalangan pecinta sepak bola.
Sumber: The Times
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 4 September 2026 15:35Prediksi Susunan Pemain Ipswich vs Liverpool: Barcola Berpeluang Debut
-
Liga Inggris 4 September 2026 15:00Gabung Al-Hilal, Gabriel Martinelli Jadi Penjualan Termahal Arsenal
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 4 September 2026 15:46Peluang Debut Emil Audero di Rayo Vallecano: 2 Sesi Latihan Jadi Penentu
-
Liga Inggris 4 September 2026 15:35Prediksi Susunan Pemain Ipswich vs Liverpool: Barcola Berpeluang Debut
-
Bola Indonesia 4 September 2026 15:14Marc Klok dan Laga Emosional Persib vs PSM Makassar
-
Liga Inggris 4 September 2026 15:00Gabung Al-Hilal, Gabriel Martinelli Jadi Penjualan Termahal Arsenal
-
Bola Indonesia 4 September 2026 14:44Target Persib di ACL Two 2026/2027, Umuh Muchtar: Mudah-mudahan Juara
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 3 September 2026 14:14Kenapa Argentina Tak Bisa Pensiunkan Nomor 10 Lionel Messi?
-
piala dunia 3 September 2026 13:133 Kandidat Pengganti Lionel Messi sebagai Nomor 10 Argentina
-
piala dunia 1 September 2026 05:12Lionel Messi Umumkan Pensiun dari Timnas Argentina
-
piala dunia 18 Agustus 2026 09:27FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
SOROT
-
Liputan6 4 September 2026 15:32Dugaan Limbah Radioaktif di Cikande, Polisi Turunkan Tim
-
Liputan6 4 September 2026 15:15Saat Warga Probolinggo Berburu Air Bersih di Tengah Kemarau Panjang
-
Liputan6 4 September 2026 14:45Zulkifli Hasan Ancam Pecat Petugas MBG yang Lalai
-
Liputan6 4 September 2026 14:21414 Dapur MBG Dicoret, Rp 311 Miliar Dikembalikan ke Kas Negara
-
Liputan6 4 September 2026 14:04KPK Dalami Kesaksian Gus Alex Soal Uang Oleh-oleh Anggota DPR
-
Liputan6 4 September 2026 13:53Kebakaran Apartemen Pavilion Jakpus, 14 Orang Dievakuasi
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340571/original/036093900_1788510726-1000675573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340547/original/043618100_1788509701-Probolinggo_Bantuan_Air_Bersih.jpg.2000x1333_q85_crop.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5204223/original/097954100_1745994907-IMG-20250430-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7620748/original/064751100_1780407555-IMG_20260602_193027.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426450/original/037517400_1764306006-Screenshot_2025-11-28_113148.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340433/original/019222900_1788505106-bd18d704-271a-4c45-b584-ee025888aa4d.jpg)
