
Bola.net - Piala Dunia 2026 berpotensi menghadirkan sejarah baru bagi sepak bola Afrika. Setelah puluhan tahun menunggu, benua tersebut kini memiliki alasan kuat untuk percaya bahwa trofi paling bergengsi di dunia bisa dibawa pulang oleh salah satu wakilnya.
Keyakinan itu bukan sekadar harapan kosong. Perubahan besar dalam mentalitas pemain dan perkembangan kepemimpinan pelatih menjadi fondasi yang membuat tim-tim Afrika lebih kompetitif dibandingkan era sebelumnya.
Prediksi serupa sebenarnya pernah disampaikan legenda sepak bola dunia, Pele, setelah melihat langsung kualitas pemain Afrika pada akhir 1960-an dan pertengahan 1970-an. Meski ramalan itu belum terwujud hingga kini, Piala Dunia 2026 menghadirkan situasi yang berbeda dari edisi-edisi sebelumnya.
Dari Masa Sulit Menuju Ambisi Besar

Perjalanan Afrika di Piala Dunia tidak selalu berjalan mulus. Salah satu kisah paling menyakitkan datang dari DR Kongo pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat.
Saat itu, tim berjuluk Leopards mengalami kekalahan telak 0-9 dari Yugoslavia. Pelatih Blagoje Vidinic mendapat kritik keras karena keputusan kontroversial yang dinilai merugikan tim yang ditanganinya.
Meski demikian, sepak bola Afrika terus berkembang dari waktu ke waktu. Jumlah wakil Afrika di Piala Dunia pun meningkat secara signifikan hingga mencapai 10 tim pada edisi 2026.
Aljazair, Tanjung Verde, DR Kongo, Mesir, Ghana, Pantai Gading, Maroko, Senegal, Afrika Selatan, dan Tunisia akan membawa harapan benua tersebut. Kehadiran lebih banyak peserta memang bukan jaminan juara, tetapi memperbesar peluang munculnya kejutan besar.
Mental Juara yang Kini Dimiliki Afrika

Salah satu perubahan paling penting adalah hilangnya mentalitas inferior yang pernah membayangi banyak tim Afrika. Kini mereka datang ke turnamen besar dengan keyakinan bahwa kemenangan merupakan target yang realistis.
Maroko memberikan bukti nyata pada Piala Dunia 2022. Tim Atlas Lions menjadi negara Afrika pertama yang berhasil mencapai babak semifinal.
Perjalanan tersebut mengubah cara dunia memandang sepak bola Afrika. Kemenangan atas Spanyol dan Portugal memperlihatkan bahwa tim Afrika mampu bersaing dengan kekuatan tradisional sepak bola dunia.
Keberhasilan Maroko juga menjadi sumber inspirasi bagi negara-negara Afrika lainnya. Para pemain kini memiliki referensi nyata bahwa prestasi tertinggi bukan lagi mimpi yang mustahil diwujudkan.
Dominasi Pelatih Lokal Jadi Kekuatan Baru

Perubahan besar lainnya terjadi di area kepelatihan. Jika sebelumnya banyak federasi mengandalkan pelatih asing, kini mayoritas tim Afrika dipimpin oleh pelatih dari benua mereka sendiri.
Tujuh dari 10 wakil Afrika pada Piala Dunia 2026 ditangani pelatih lokal. Mereka adalah Walid Regragui (Maroko), Pape Thiaw (Senegal), Emerse Fae (Pantai Gading), Sami Trabelsi (Tunisia), Hossam Hassan (Mesir), Otto Addo (Ghana), dan Pedro Leitao Brito (Tanjung Verde).
Kedekatan budaya dan pemahaman terhadap identitas nasional menjadi nilai tambah yang sulit diperoleh pelatih asing. Mereka memahami arti seragam tim nasional bagi masyarakat di negaranya masing-masing.
Regragui telah membawa Maroko menembus semifinal Piala Dunia 2022. Sementara Fae sukses mengantar Pantai Gading menjuarai Piala Afrika 2023.
Dengan kombinasi mental juara, pengalaman internasional, dan kepemimpinan pelatih lokal, Afrika datang ke Piala Dunia 2026 bukan sekadar sebagai peserta. Mereka hadir sebagai penantang serius yang siap mengejar trofi yang selama ini belum pernah diraih.
Sumber: The New Times
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 7 Agustus 2026 20:04Rodri Pilih Barcelona, Awal Keputusan Itu Ternyata Terjadi Saat Piala Dunia
-
Liga Inggris 6 Agustus 2026 07:55Mikel Arteta Petik Pelajaran Berharga usai Arsenal Kalah dari Real Betis
-
Liga Spanyol 5 Agustus 2026 13:13Vinicius Junior Fokus Bersinar di Bawah Jose Mourinho, Abaikan Rumor Arsenal
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 7 Agustus 2026 23:02Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, Rizky Ridho Minta Maaf
-
Bola Indonesia 7 Agustus 2026 22:18Polemik Kartu Kuning Kedua Song Ui-Young: Timnas Indonesia Dirugikan?
-
Liga Spanyol 7 Agustus 2026 21:13Yan Diomande Ungkap Alasan Pilih Real Madrid, Wujudkan Mimpi Sejak Kecil
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 3 Agustus 2026 15:46Wales Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino Jelang Pemilihan Presiden FIFA
SOROT
-
Liputan6 8 Agustus 2026 00:57Polri Pastikan Pemeriksaan Kapolresta Banda Aceh Berjalan Transparan
-
Liputan6 7 Agustus 2026 23:30Prabowo Puji Bahlil: Bisa Bikin Jokowi Tertawa
-
Liputan6 7 Agustus 2026 22:00Prabowo Ungkap Rumus Bernegara: Cintai Rakyat dan Gunakan Akal Sehat
-
Liputan6 7 Agustus 2026 21:20Respons Bahlil Usai Diberi Nilai Memuaskan oleh Prabowo: Terus Buktikan Prestasi
-
Liputan6 7 Agustus 2026 20:50Prabowo Beri Nilai Memuaskan untuk Kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
-
Liputan6 7 Agustus 2026 20:38BGN Segera Coret Sekolah Swasta Elite dari Daftar Penerima MBG
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318671/original/099649800_1786125467-WhatsApp_Image_2026-08-07_at_22.18.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318598/original/018414500_1786108747-IMG_2793.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318594/original/039256900_1786108387-IMG_2800.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318611/original/009621000_1786111984-IMG_2814.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318605/original/004120900_1786110281-IMG_2807.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295136/original/006741400_1783915651-mbg2.jpg)
