
Bola.net - Suka nonton siaran bola di televisi Indonesia? Barangkali sering mendengar kalimat komentator seperti ini, "Pemain itu terlalu terburu-buru sehingga tendangannya meleset."
Lain waktu ada yang berkata seperti ini. "Tampaknya si pemain kurang percaya diri sehingga tendangannya mudah diantisipasi kiper."
Kalimat-kalimat seperti itu sulit diukur. Penonton tidak pernah tahu apa betul si pemain sedang kemrungsung sehingga bola meleset. Juga apa benar si pemain kurang percaya diri atau jangan-jangan malah overkonfiden sehingga tendangannya gagal berbuah gol.
Bicara di hadapan banyak orang memang susah. Kalau dalam menulis diajari untuk show don't tell, komentator bola di televisi juga punya aturan khusus termasuk biarkan aksi di lapangan bicara sendiri. Tetapi tak selamanya golden rules itu mudah diterapkan.
Ada satu lagi jenis komentar sangat sering diucapkan, tampak keren tetapi juga kelihatan absurd. Yaitu: "Tim itu kalah secara mental" atau "mental tim itu buruk sehingga kalah."
Absurd karena penonton tidak pernah dijelaskan mental jenis apa yang bikin seorang pemain atau sebuah tim terpuruk. Mental menjadi sesuatu tidak kelihatan tetapi seakan-akan bisa dilihat.
Psikolog yang bersentuhan dengan olahraga sudah sejak lama meneliti arti mental tangguh di lapangan pertandingan. Mereka sadar, selain fisik, teknik, dan taktik, ketangguhan mental punya peran besar dalam kesuksesan olahraga.
Misalnya Thelwell, Weston dan Greenless (2005) mengidentifikasi 10 faktor kunci ketangguhan mental dalam sepak bola. Antara lain memiliki keyakinan sepanjang waktu bakal sukses, memburu bola terus menerus, bereaksi secara positif terhadap berbagai situasi, mampu bertahan dari segala macam tekanan, bisa keluar dari segala kesulitan. Selanjutnya mampu menghindari pengalihan perhatian dan terus fokus, mengontrol emosi selama permainan, punya penampilan yang mempengaruhi lawan, bisa mengendalikan segala sesuatu di luar permainan, dan terakhir bisa menikmati tekanan.
Dalam perkembangan sains olahraga, frase-frase tadi diterjemahkan ke berbagai aksi konkrit di lapangan agar bisa diukur. Misalnya: kemampuan mengejar setiap bola, pengambilan keputusan efektif, bersaing dalam setiap duel, memblokir operan dan tembakan lawan, berlari ke ruang terbuka untuk membuka pertahanan lawan, dan melipatgandakan etos kerja dalam menutupi ruang kosong.
Pada poin ini akan diketahui seberapa kadar seorang pemain atau sebuah tim punya mental tangguh atau sebaliknya lemah secara mental.
Bicara soal mental tangguh orang tidak akan bisa meminggirkan Kroasia sebagai contoh. Tidak cuma di sepak bola, tetapi dalam olahraga secara keseluruhan.
Pada 2018, media Jerman Bild menyebut Kroasia sebagai the best sporting nation in the world.
Sepanjang sejarahnya, negara dengan populasi 4,1 juta jiwa itu mampu menghasilkan atlet-atlet kelas dunia. Sebut saja Zvonimir Boban, Robert Prosinecki, Davor Suker, Luka Modric di sepak bola. Di cabang tenis, mereka melahirkan Goran Ivanisevic, Marin Cilic atau Iva Majoli. Di dunia basket mereka punya Toni Kukoc, Drazen Petrovic, Dino Radja, atau Peja Stojakovic. Di cabang pingpong mereka pernah punya Zoran Primorac. Dan masih berderet lagi atlet kelas dunia dari pecahan Yugoslavia itu.
Di sepak bola, satu fakta menarik misalnya, selalu ada pemain Kroasia yang memenangkan Liga Champions sembilan tahun berturut-turut. Terakhir Mateo Kovacic bersama Chelsea. Prestasi paling monumental tentu menjadi finalis Piala Dunia 2018.
Berbagai penelitian coba mengungkap mengapa Kroasia bisa begitu hebat di dunia olahraga. Sebab, statistik penunjang justru bertolak belakang. Misalnya, jumlah anggaran Kroasia untuk olahraga ada di posisi paling buncit dari 28 negara Uni Eropa. Hanya 0,2 persen APBN dialokasikan untuk olahraga.
Jika jumlah anggaran dibagi populasi, ketemu alokasi per habitat, posisinya juga tetap di dasar peringkat.
Lalu apa yang bikin Kroasia hebat? Banyak faktor. Bisa genetik, kualitas kepelatihan, passion, budaya, patriotisme, dan struktur pembibitan yang tertata. Tapi satu hal tidak bisa dilupakan jelas kekuatan mental.
Konflik berdarah imbas runtuhnya Yugoslavia pada 1990-an membentuk karakter tangguh orang Kroasia. Beberapa pemain bangkit dari trauma mendalam. Luka Modric dulunya penggembala kambing yang mengungsi gara-gara perang. Dejan Lovren, harus mengungsi pada usia tiga tahun karena perang dan masih banyak kisah-kisah heroik lainnya.
Nah, ketangguhan mental pemain-pemain Kroasia akan kembali diuji lawan Inggris pada Euro 2020 malam nanti. Banyak media Inggris menyebut Kroasia ancaman terbesar bagi pasukan Gareth Southgate di Grup D. Pada 2018 lalu, Kroasia menyisihkan Inggris di semifinal Piala Dunia.
Namun demikian, performa terkini Inggris di berbagai laga membuat pelatih Gareth Southgate tidak layak khawatir. Apalagi Si Tiga Singa punya rekor tanpa pernah kalah sepanjang turnamen besar di Wembley.
Gareth Southgate tentu tetap bisa fokus. Terhadap segala kekhawatiran pendukungnya, dia mungkin hanya perlu menjawab santai: Don't mother think, i'am not father--Aja (terlalu) mbok pikir, aku ra papa--.
Penulis: Titis Widyatmoko, penikmat sepak bola
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Insiden Eriksen, Pangeran William Puji Wasit Anthony Taylor dan Tim Medis
- Christian Eriksen Kolaps di Euro 2020, Buah Keserakahan UEFA dan FIFA Tambah Jumlah Laga?
- Kesaksian Dokter Timnas Denmark: Detak Jantung Eriksen Sempat Berhenti
- Dengar Eriksen Kolaps di Lapangan, Lukaku Sempat Menangis
- Belgia Menang Telak di Laga Perdana Euro 2020, Netizen: Gak Salah Jadi Favorit Juara, Lukaku Gacor!
- Hasil dan Klasemen Grup B Euro 2020, Belgia Perkasa
- Hasil dan Klasemen Grup A Euro 2020, Italia di Puncak
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 5 September 2026 19:30Luka Modric Lanjut Bela Kroasia di Usia 41 Tahun
-
Liga Italia 24 Agustus 2026 09:53AC Milan Tekuk Torino, Berikut Performa Pemain di Setiap Lini
-
Liga Spanyol 20 Agustus 2026 12:06Jose Mourinho Siapkan Arda Guler Jadi Penerus Luka Modric
-
Liga Inggris 17 Agustus 2026 12:03Manchester City Makin Butuh Ayyoub Bouaddi Usai Dipermalukan Arsenal
-
Liga Italia 6 Agustus 2026 16:57Luka Modric yang Masih Haus Prestasi
LATEST UPDATE
-
Lain Lain 7 September 2026 13:23Habis Futsal atau Gym? Lakukan 3 Langkah Ini Biar Tetap Bersih dan Wangi
-
Liga Spanyol 7 September 2026 11:03Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
-
Liga Inggris 7 September 2026 10:37Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
-
Liga Inggris 7 September 2026 09:47Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
-
Liga Italia 7 September 2026 09:08Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
BERITA LAINNYA
-
piala eropa 23 Juli 2026 20:49Italia Tunggu Jawaban Guardiola
SOROT
-
Liputan6 7 September 2026 12:47Kebakaran Gunung Bulu Saukang, 68 Pendaki Sempat Terjebak
-
Liputan6 7 September 2026 12:25624 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Abu Anak Krakatau
-
Liputan6 7 September 2026 12:12DPR Sebut Kewenangan Aparat Perlu Dibatasi di RUU Perampasan Aset
-
Liputan6 7 September 2026 11:12Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan 3,3 Juta Lansia
-
Liputan6 7 September 2026 10:18Kebakaran Besar di Pasar Paniai, 11 Orang Tewas
-
Liputan6 7 September 2026 09:51Anak Krakatau Erupsi, Penumpang di Pelabuhan Merak Menurun
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342226/original/082588600_1788760328-1107537.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341642/original/058691000_1788670000-ban3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5473565/original/045606700_1768449409-e8f30a03-0f34-4cca-868f-659668113d39.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341507/original/041386100_1788648437-1000945323.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5256535/original/073242500_1750241429-kebakaran5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4399860/original/002951700_1681806832-20230418-Mudik-Pelabuhan-Merak-Faizal-1.jpg)
