Artemis, Gambaran Pelacuran di Piala Dunia 2006

Artemis, Gambaran Pelacuran di Piala Dunia 2006

Bola.net - - Seks selalu tak bisa dipisahkan dari berbagi aktivitas manusia, apalagi dalam pentas akbar Piala Dunia 2006 mendatang di Jerman. Bisa diyakini seks akan menjadi satu daya tarik di tengah sengitnya pertarungan antar tim dan geliat perebutan gelar jawara. Ditambah lagi sebuah kenyataan bahwa tuan rumah Jerman yang melegalkan pelacuran, semakin memicu tumbuh suburnya rumah-rumah bordil di kota-kota penyelenggara pertandingan Piala Dunia di Jerman. Sebut saja Artemis, sebuah rumah bordil terbesar di Jerman, yang baru-baru ini dibuka bertepatan dengan penyelenggaraan Piala Dunia. Lokasi Artemis cukup dekat dari stadion Olimpiade Berlin, salah satu tempat banyak pertandingan digelar termasuk pertandingan final. [img=/p/artemis3.jpg]Ruang nonton bola[/img] Pihak Artemis berharap rumah bordil mereka akan menarik ribuan penggemar sepakbola, yang akan memadati Jerman pada musim panas ini. Untuk urusan memanjakan pelanggan terlihat sangat serius, seperti memasang layar televisi yang akan menayangkan semua pertandingan, menyediakan dua bioskop, yang memudahkan para pelanggaan dan gadis-gadis sewaan bisa menonton sepakbola sepuasnya. Sementara saat tak ada pertandingan, pelanggan bisa berolahraga di gym atau 'bersantai' bersama gadis mereka. Tak hanya itu, bagunan Artemis juga didesain layaknya hotel mewah yang bisa dipastikan setiap pengunjungnya merasa nyaman di dalamnya. Ada bar sampanye berukuran luas, dinding yang dihias lukisan-lukisan klasik dan beberapa sofa di sudut-sudut ruangan, yang ditutupi tirai beludru berwarna gelap. [img=/p/artemis4.jpg]swimming pool Artemis[/img] Rumah bordil ini atau lebih tepat jika disebut hotel bordil ini dibagi menjadi beberapa tingkat, ada rumah makan, dua bioskop, kolam renang besar, gym, ruang mandi ala Turki dan sejumlah kamar. Jerman sendiri tak melarang pelacuran, karena dunia esek-esek ini adalah praktek legal, dan pihak Artemis meyakinkan semua wanita yang bekerja di sana terdaftar resmi sebagai pekerja seks dan mereka juga wajib membayar pajak. [img=/p/artemis7.jpg]pekerja Artemis[/img] Mereka yang bekerja di Artemis harus membayar biaya masuk sebesar 50 euro, namun mereka bebas menentukan biaya jasa mereka langsung dengan klien mereka, sehingga bisa dibilang mereka menerima hasil kerja mereka sendiri, tanpa campur tangan mucikari. Sementara untuk [i]service[/i] yang diberikan bisa berbagai macam variasi, tergantung keinginan pelanggan, meskipun banyak yang mengaku lebih sering diminta melakukan oral seks tanpa kondom, [i]french kissing[/i], dan hubungan seksual dengan memakai kondom. Untuk para pria yang mengunjungi Artemis wajib membayar biaya masuk senilai 70 ero atau US$90. Dengan harga tersebut mereka akan mendapat kimono, handuk, akses masuk ke Artemis, termasuk dua kali makan di restoran dan boleh tinggal di Artemis sehari semalam, bahkan sampai jam lima pagi jika mereka mau.

Berita Terkait

BERITA LAINNYA