Duel Hidup dan Mati

Duel Hidup dan Mati

Bola.net - - Meski duel Jepang Vs Australia yang akan disiarkan Senin malam (12/06) pukul 20.00 WIB adalah pertarungan perdana mereka, namun kedua tim serasa menjalani duel hidup dan mati agar bisa lolos dari Grup F yang dihuni Kroasia dan juara lima kali Piala Dunia, Brazil. Bisa dipastikan penampilan buruk nanti malam akan mengakibatkan tim yang kalah sulit mencapai babak 16 besar. Jepang terlihat tengah memperkuat diri menghadapi duel fisik yang bakal sangat meletihkan saat menghadapi Australia di Stadion Fritz-Walter, Kaiserslautern. Juara Asia ini berusaha merespon kekuatan Australia dengan menggunakan taktik khusus mereka dan kecepatan perubahan dalam suatu pertandingan Grup F yang dianggap kedua tim itu sebagai hal yang penting bagi prospek mereka. Jepang bisa mengatasi bencana gempa bumi, topan dan acara minum-minum yang melanggar jam malam dan banyak dipublikasikan pada awal-awal pelatihan oleh untuk lolos kualifikasi bagi Piala Dunia untuk kedua kalinya. Zico, arsitek dari Brazil ini harus bekerja keras menjaga kesehatan beberapa pemain utamanya agar bisa mendulang poin dalam pertarungan lawan Australia, sementara pertanyaan tetap beredar seputar stabilitas pertahanan Jepang. Hanya Yuji Nakazawa, yang tingginya 187 sentimeter, menjadi pemain dengan badan tertinggi di kalangan lini pertahanan Jepang yang terdiri atas tiga orang dan diharapkan bisa membayangi pemain depan Australia Mark Viduka, yang dipastikan akan bermain setelah pulih dari cedera betis. Sementara dua striker terbaik pilihan Zico, Naohiro Takahara dan Atsushi Yanagisawa, serta bintang Jepang, Shunsuke Nakamura, sudah pulih semua dari cedera mereka dan bisa turun dalam pertandingan. [img=/p/aus_vs_jap.gif][/img] 'Hiddink Factor' Tim Australia asuhan Guus Hiddink juga tidak mau kalah mengeluarkan kekuatan penuhnya bagi pertandingan pertama mereka lagi di putaran final Piala Dunia setelah 32 tahun dengan Harry Kewell yang tengah menderita cedera kunci paha dan Tim Cahill yang mengalami cedera lutut diberi kesempatan untuk main lawan Jepang. Tim berjuluk 'The Socceroos' ini tampak makin tajam sejak kemenangannya yang dramatis pada babak kualifikasi ketika melawan Uruguay, mengalahkan juara Eropa Yunani 1-0 dan menahan Belanda 1-1 dalam pertandingan pemanasan. Namun bisa dibilang persiapan Australia bagi putaran final Piala Dunia di Jerman ini masih terselubung rahasia yang rapat, meskipun diyakini mereka akan mengandalkan 'Hiddink Factor' untuk memberi mereka ambang psikologis saat pelatih asal Belanda ini merencanakan lebih banyak lagi kesuksesan mengejutkan. Tim Australia, yang dua kali kalah dan satu kali ditahan imbang dalam satu-satunya penampilan mereka di putaran final tahun 1974, juga memiliki harapan sama seperti yang terjadi pada Korea Selatan yang mencapai semifinal dalam Piala Dunia 2002 saat Hiddink masih menjadi pelatih mereka. Hiddink tak bisa memastikan jalannya pertandingan melawan Jepang setelah mereka berhasil masuk 16 besar sebagai tuan rumah bersama dengan Korsel empat tahun lalu. Satu yang selalu diucapkan Hiddink pada timnya: "Kita harus siap bertanding." Formasi (nomor kaos; nama, tampil di timnas, gol): Australia (4-5-1): 1-Mark Schwarzer (37-0); 7-Brett Emerton (46-11), 2-Lucas Neil (24-0), 3-Craig Moore (32-2), 14-Scott Chipperfield (44-11); 13-Vince Grella (17-0), 5-Jason Culina (12-1), 4-Tim Cahill (16-9), 23-Marco Bresciano (23-7), 10-Harry Kewell (20-6); 11-Mark Viduka (32-6)[br]Pelatih: Guus Hiddink Jepang (3-5-2): 23-Yoshikatsu Kawaguchi (89-0); 5-Tsuneyasu Miyamoto (captain, 69-3), 22-Yuji Nakazawa (50-9), 19-Keisuke Tsuboi (33-0); 3-Yuichi Komano (8-0), 7-Hidetoshi Nakata (74-11), 15-Takashi Fukunishi (62-7), 10-Shunsuke Nakamura (60-15), 14-Alex (72-5); 9-Naohiro Takahara (41-17), 13-Atsushi Yanagisawa (56-17)[br]Pelatih: Zico

Berita Terkait

BERITA LAINNYA