Melawan Tembok Kokoh Swiss

Melawan Tembok Kokoh Swiss

Bola.net - - Mencoba untuk tampil empat kalinya pada perempatfinal Piala Dunia setelah lebih dari 50 tahun, Swiss lebih menekankan pada kepercayaan atas kerjasama apik diantara pemain daripada penampilan individual. Swiss adalah satu-satunya tim yang tidak pernah kebobolan gol pada tiga pertandingan di babak penyisihan grup. Meski tidak didukung pemain-pemain besar, Swiss sukses mencatat perjalanan yang menakjubkan selama di Grup G Piala Dunia 2006 ini. Mereka tidak terkalahkan di 3 pertandingan grup. Berhasil menahan raksasa Perancis, menumbangkan debutan asal Afrika Togo dan yang paling mengejutkan berhasil mengatasi perlawanan Korsel. Padahal Korsel lebih difavoritkan mengulangi prestasi gemilangnya lolos ke semifinal seperti pada Piala Dunia 2002. Hal ini menjadikan keyakinan merupakan kata yang sangat populer di markas Swiss. Keyakinan inilah yang diusung ketika akan berhadapan dengan Ukraina. Tapi Swiss memang menghadapi tantangan yang berat karena bek tengah andalan mereka, Philippe Senderos tampaknya akan absen hingga kompetisi berakhir karena mengalami dislokasi bahu saat pertandingan melawan Korea Selatan. Pemain berusia 21 tahun yang merumput di Arsenal itu harus berisitirahat minimum dua pekan. Tugasnya pun akan dilimpahkan kepada pemain muda berusia 19 tahun Johan Djorou. Sementara itu Ukraina tengah mencoba menghapus reputasi mereka sebagai tim yang hanya mengandalkan satu pemain. Tampil untuk pertamakalinya di putaran final kompetisi besar, Ukraina memiliki beban untuk bisa menunjukkan prestasi lebih baik, ketimbang hanya prestasi Andriy Shevchenko yang menjadi pemain terbaik Eropa 2004. Ukraina sangat menyadari bahwa mereka harus bisa menampilkan permainan dengan kelas lebih tinggi jika mereka ingin melaju lebih jauh di Piala Dunia 2006. Meski kalah telak 4-0 dari Spanyol pada pertandingan pertama babak penyisihan grup, anak asuh Oleg Blokhin itu melaju ke babak kedua setelah membukukan dua kemenangan terakhir, yaitu menang 4-0 atas Saudi Arabia dan kemenangan tipis 1-0 atas Tunisia pada Jumat (23/6). Meskipun pelatih Oleg Blokhin merasa bangga dengan hasil yang telah mereka raih, ia masih merasa belum puas dengan kualitas permainan anak asuhnya. Namun demikian, ia tetap berharap, Ukraina lolos ke perempatfinal. "Selalu ada kesempatan," katanya. Tetapi, satu-satunya hal yang harus bisa mereka lakukan dan belum dilakukan oleh tim lain ialah membobol gawang Swiss --satu-satunya tim yang belum pernah kecolongan gol. Tugas tersebut tampaknya akan dibebankan kepada striker Andriy Shevchenko. Sejauh ini, adalah pemain yang paling terkenal dan paling memiliki kemampuan diantara rekan satu timnya yang lain, tetapi Blokhin mengatakan bahwa sepakbola adalah pekerjaan tim dan bukan pekerjaan perorangan. "Saya tidak pernah menyalahkan atau membanggakan satu pemain, baik saat Ukraina kalah atau menang," kata . Bahkan jika Ukraina tersingkir, tim tersebut masih merasa cukup puas dengan hasil yang mereka capai pada debutnya di Piala Dunia. "Ini untuk pertamakalinya Ukraina tampil di turnamen dan untuk pertamakalinya Ukraina lolos ke babak kedua. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh tim, terutama untuk pendukung kami, atas hasil besar ini," kata . "Melaju ke babak kedua Piala Dunia merupakan pencapaian prestasi yang cukup membanggakan dalam sepakbola Ukraina," kata Shevchenko. "Kami tetap yakin meski kalah telak dari Spanyol." ` Masalah yang dihadapi Ukraina juga tidak jauh berbeda dengan Swiss. Vyacheslav Svidersky dan Andriy Rusol dilarang bertanding, sedangkan pemain yang dapat menggantikan peran keduanya, Dmitro Chigrinsky juga tidak dapat tampil karena mengalami cedera paha dan kemungkinan besar tidak dapat tampil hingga akhir kompetisi. Kedua kubu pun hanya menikmati istirahat selama dua hari setelah pertandingan terakhir babak penyisihan grup yang tentunya akan sangat mempengaruhi kondisi fisik dan stamina, sehingga pemakaian pemain pengganti merupakan salah satu siasat yang digunakan. Jika Australia tidak membuat kejutan, maka pemenang dari pertandingan tersebut akan menghadapi Italia pada perempatfinal yang digelar empat hari kemudian. Prediksi skor dari pertandingan ini 2-0 untuk Swiss. [img=/p/swi-vs-ukr.gif][/img] PERKIRAAN TIM (4-5-1): 1-Pascal Zuberbuehler; 3-Ludovic Magnin, 2-Johann Djourou, 20-Patrick Mueller, 23-Philipp Degen; 8-Raphael Wicky, 6-Johann Vogel, 7-Ricardo Cabanas, 22-Hakan Yakin, 16-Tranquillo Barnetta; 9-Alex Frei Pelatih: Koebi Kuhn (3-5-2): 1-Oleksander Shovkovsky; 5-Volodymir Yezersky, 17-Vladislav Vashchyuk, 2-Andriy Nesmachny; 9-Oleg Gusev, 4-Anatoly Tymoshchyuk, 8-Oleg Shelayev, 19-Maxim Kalinichenko, 11-Serhiy Rebrov; 7-Andriy Shevchenko,10-Andriy Voronin Pelatih: Oleg Blokhin Wasit: Benito Archundia (Meksiko) HEAD TO HEAD Swiss dan Ukraina tidak pernah bertemu sebelumnya. KONDISI TIM Kondisi yang paling mengganggu hanyalah absennya bek andalan mereka Phillipe Senderos tapi mental mereka sedang baik-baiknya karena sukses membuktikan diri mempunyai pertahanan yang terbaik dan sekaligus baik dalam menciptakan serangan. Terdapat beberapa pemain yang harus absen karena skorsing dan ini masih pengalaman yang benar-benar baru bagi mereka. Tapi mereka selalu optimis permainan tim mereka akan bisa mengatasi Swiss. DATA DAN FAKTA - Swiss tidak terkalahkan di 7 pertandingan internasionalnya. - Swiss tidak kebobolan satu gol pun di tiga pertandingan grup dan bergabung di 15 tim yang menciptkan [i]clean sheets[/i] di fase pertama grup pada Piala Dunia. - Ukraina menjadi debutan kedua yang masih bertahan di babak kedua selain Ghana. - Ukraina sukses membuat [i]clean sheet[/i] di 7 dari 8 pertandingan mereka di tahun ini dengan statistik gol 15-4 dan 4 gol kemasukan ini hanya diderita dari Spanyol. - Dua pemain AC Milan Andrei Shevchenko (Ukraina) dan Johann Vogel (Swiss) akan saling berhadapan. Begitu juga Andri Voronin (Ukraina) dan Tranquillo Barnetta dari klub Bayer Leverkusen.

Berita Terkait

BERITA LAINNYA