3 Bintang Real Madrid yang Bermasalah dengan Kepemimpinan Xabi Alonso

3 Bintang Real Madrid yang Bermasalah dengan Kepemimpinan Xabi Alonso
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, dalam laga Liga Champions melawan Manchester City, Kamis, 11 Desember 2025. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Real Madrid memiliki standar tinggi bagi siapa pun yang mengisi posisi pelatih. Xabi Alonso menghadapi tekanan besar saat menggantikan Carlo Ancelotti musim lalu.

Sebagai legenda klub dengan segudang trofi, Alonso dianggap memahami DNA Madrid. Ia juga membawa reputasi manajerial setelah sukses di Bayer Leverkusen.

Namun, pengalaman dan prestasinya tidak sepenuhnya membuat para pemain merasa yakin. Menurut The Athletic, Vinicius Junior, Jude Bellingham, dan Federico Valverde termasuk kelompok yang kurang yakin dengan pendekatannya.

Konflik ini muncul di saat tim sedang meraih hasil positif. Kemenangan atas Barcelona justru memunculkan ketegangan internal di ruang ganti.

1 dari 4 halaman

Awal Tantangan Alonso di Real Madrid

Awal Tantangan Alonso di Real Madrid

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan instruksi kepada para pemain di area teknis saat pertandingan Copa del Rey melawan Talavera, 18 Desember 2025. (c) AP Photo/M. Berengui

Alonso datang dengan ekspektasi tinggi setelah menjuarai Bundesliga dan Piala Jerman bersama Bayer Leverkusen. Ia dikenal sabar dalam mengasah kemampuan manajerialnya di akademi Real Sociedad.

Kendati begitu, tantangan terbesar bukan lawan di lapangan, melainkan hubungan dengan pemain. Vinicius Junior sempat meledak saat diganti di laga El Clasico, menandai ketidakpuasan publik.

Bellingham dan Valverde juga dilaporkan merasa tidak nyaman dengan pendekatan Alonso. Valverde, misalnya, menyuarakan frustrasi saat ditempatkan sebagai bek kanan.

Sebagian pemain lain tetap mendukung pelatih, termasuk Kylian Mbappe, Aurelien Tchouameni, dan Arda Guler. Bahkan Dani Ceballos dan Raul Asencio disebut memberi simpati terhadap Alonso.

Pertandingan Selanjutnya
La Liga La Liga | 17 Januari 2026
Real Madrid Real Madrid
20:00 WIB
Levante Levante
2 dari 4 halaman

Ketegangan dan Ledakan Emosi di Latihan

Ketegangan dan Ledakan Emosi di Latihan

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso saat final Piala Super Spanyol melawan Barcelona, 12 Januari 2026. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Pada November, Alonso dikabarkan menegur pemain dengan keras, menyebut tim seperti taman kanak-kanak. Situasi ini muncul karena pemain menunjukkan sikap malas dan kurang serius dalam sesi latihan.

Laporan menyebut Vinicius Junior menolak meneken kontrak baru saat Alonso masih menjabat. Pemain lain menilai sang pelatih dingin dan sulit didekati.

Beberapa bahkan menilai ia terlalu meniru gaya Pep Guardiola. Ketegangan ini membuka luka yang tak kunjung sembuh dalam hubungan pelatih dan skuad.

Alonso menuntut disiplin dan taktik spesifik, berbeda dengan gaya santai yang biasa diterapkan Ancelotti. Hal ini membuat sebagian pemain merasa tidak nyaman dan mempertanyakan pendekatannya.

3 dari 4 halaman

Akhir Masa Jabatan Alonso

Akhir Masa Jabatan Alonso

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Real Madrid mengumumkan kepergian Alonso sebagai kesepakatan bersama. Namun, laporan The Athletic menegaskan ia sebenarnya dipecat dan terkejut dengan keputusan itu.

Kekalahan dari Barcelona di Piala Super Spanyol menjadi momen penting. Manajemen klub memilih tidak mendisiplinkan Vinicius Junior, yang menunjukkan dukungan mereka kepada kelompok pemain yang tidak puas.

Alonso menilai keputusan ini salah dan tidak adil. Ia kemudian menyalahkan budaya Galactico di Bernabeu atas pemecatannya.

Kepergiannya menutup bab singkat namun dramatis. Alonso meninggalkan Madrid dengan reputasi manajerial yang masih dihormati, meski gagal menaklukkan ruang ganti Galactico.

Sumber: FotMob

4 dari 4 halaman

Klasemen La Liga