Dean Huijsen, Kartu Merah, dan Pola Pelanggaran yang Terus Terulang

Dean Huijsen, Kartu Merah, dan Pola Pelanggaran yang Terus Terulang
Pemain Real Madrid Dean Huijsen (kanan) melakukan pelanggaran terhadap pemain Atletico Madrid Giuliano Simeone dalam pertandingan La Liga, Minggu (20/9/2026). (c) AP Photo/Bernat Armangue

Bola.net - Dean Huijsen menjadi salah satu pemain yang paling menentukan dalam kekalahan Real Madrid dari Atletico Madrid. Bek asal Spanyol itu tampil baik sebelum kartu merahnya mengubah jalannya pertandingan secara drastis.

Huijsen menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran sebagai pemain terakhir di dalam kotak penalti. Kejadian tersebut sekaligus mengakhiri peluang Real Madrid untuk mengubah keadaan dalam pertandingan.

Namun, ada catatan lain yang jauh lebih mengkhawatirkan bagi klub. Huijsen kini sudah mengoleksi tiga kartu merah dalam 52 pertandingan sejak bergabung dengan Real Madrid, padahal ia sebelumnya tidak pernah mendapat kartu merah dalam 122 laga bersama Roma, Juventus, dan Bournemouth.

Catatan Kartu Merah Huijsen Mengkhawatirkan

Perubahan tersebut menjadi alarm bagi Real Madrid. Huijsen sebelumnya mampu melewati 122 pertandingan tanpa kartu merah ketika memperkuat tiga klub sebelumnya, tetapi kini sudah tiga kali diusir dalam periode yang jauh lebih singkat.

Artinya, Huijsen rata-rata mendapat kartu merah setiap sekitar 17 pertandingan. Angka tersebut terlalu tinggi untuk seorang pemain yang diharapkan menjadi bagian penting dari lini belakang Real Madrid.

Performa positif pada awal musim tetap layak diapresiasi. Huijsen berkembang dan menunjukkan peran penting bagi tim, tetapi catatan kartu merah tersebut tidak bisa diabaikan begitu saja.

Pola Pelanggarannya Terus Berulang

Tiga kartu merah Huijsen memiliki kesamaan yang cukup jelas. Semuanya terjadi ketika ia melakukan pelanggaran sebagai pemain terakhir, baik saat menghadapi Borussia Dortmund, Real Sociedad, maupun Atletico Madrid.

Saat melawan Dortmund di Piala Dunia Antarklub, Huijsen melakukan pelanggaran sebagai pemain terakhir hingga berujung penalti dan kartu merah. Beberapa waktu kemudian, kejadian serupa kembali terjadi saat menghadapi Real Sociedad.

Kartu merah terbaru melawan Atletico Madrid kembali memperlihatkan pola yang sama. Pelanggaran tersebut bukan tindakan keras yang disengaja, tetapi keputusan yang terlambat membuat Huijsen kehilangan kesempatan untuk menyelesaikan situasi dengan cara yang lebih aman.

Huijsen Harus Mengubah Kebiasaan

Huijsen sebenarnya bisa menangani beberapa situasi tersebut dengan lebih baik. Dalam pertandingan melawan Dortmund, misalnya, Real Madrid sudah berada dalam posisi yang sangat dekat dengan kemenangan ketika kartu merah itu terjadi.

Masalah utamanya bukan sekadar jumlah kartu merah, melainkan pola yang terus berulang. Tiga insiden dengan karakter serupa menunjukkan bahwa Huijsen perlu meningkatkan pengambilan keputusan ketika menjadi pemain terakhir.

Jika kebiasaan tersebut terus berlanjut, perkembangan positif Huijsen di Real Madrid bisa terganggu. Ia memiliki kualitas untuk menjadi bagian penting dari tim, tetapi kemampuan bertahan harus berjalan beriringan dengan kontrol situasi dan disiplin dalam mengambil keputusan.

Sumber: The Real Champs

Klasemen