
Bola.net - Barcelona merupakan klub besar yang mampunyai banyak pemain hebat di skuatnya. Sebagai klub besar, Barca kerap melepas sejumlah pemain ke klub lain yang ternyata membuat Blaugrana nelangsa.
Ironisnya, pilar yang dilepas justru pemain bintang yang memiliki totalitas dan loyalitas tak perlu lagi diragukan seperti Yaya Toure, Michael Laudrup dan Thiago Alcantara.
Tiga nama tersebut tak hanya idola dan panutan, tapi juga pahlawan yang sangat dicintai publik Camp Nou. Mau tahu bagaimana kisahnya? Yuk, kita kembali menoleh ke belakang sebentar.
Yaya Toure

Yaya Toure meninggalkan Barcelona sebagai pemenang Liga Champions. Kualitas Toure tidak pernah diragukan, karena gelandang kuat itu masih menjadi penggerak penting dari lineup Barca dalam empat tahun yang ia habiskan di Camp Nou.
Namun, Pep Guardiola lebih senang memainkan Sergio Busquets dalam peran lini tengah yang cenderung bermain bertahan. Tak senang dengan kebijakan Guardiola, Toure memilih cabut ke Liga Inggris dan merumput bersama Manchester City.
Dalam balutan jersey The Citizens, pemilik paspor Pantai Gading itu tampil ganas trengginas. Toure sepertinya ingin membuktikan kalau Guardiola telah melakukan kesalahan besar.
Toure sukses menjadikan Premier League sebagai ajang pembuktian. Dia menggabungkan insting pertahanannya untuk menyerang, sekaligus menjadi gelandang paling lengkap di dunia pada waktu itu.
Di Inggris, Toure banjir sanjungan. Pendukung Man City menunggu aksinya di setiap laga. Dia dielu-elukan dan kemudian menjadi legenda.
Michael Laudrup

Michael Laudrup adalah bagian dari Dream Team Barcelona. Laudrup bergabung dengan Barcelona pada 1989. Saat itu mereka sedang berjuang membangun tim yang hebat di bawah asuhan legenda Belanda, Johan Cruyff.
Selain Laudrup, Barca juga dihuni pemain top macam Romario, Ronald Koeman, Hristo Stoichkov, dan Pep Guardiola. Tak butuh waktu lama, Laudrup dengan cepat menjadi bagian dari 'Tim Impian' yang memenangkan empat gelar La Liga berturut-turut dari 1991 hingga 1994.
Laudrup dkk memainkan gaya sepak bola yang identik dengan Barcelona saat ini. Ada kesedihan yang mendalam ketika Laudrup mengumumkan akan pergi. Berada di tengah rasa emosi, dia lantang kalau dirinya ingin Real Madrid yang notabene merupakan bebuyutan Barca.
Selidik punya selidik, kemarahan Laudrup meledak lantaran berselisih dengan Cruyff. Sang bintang jengkel lantaran Cruyff tak memainkannya di final European Cup 1994.
"Orang-orang mengatakan saya ingin pergi ke Real Madrid hanya untuk membalas dendam. Balas dendam? Saya memiliki lima tahun yang fantastis di Barcelona", katanya.
"Saya pergi ke Madrid karena mereka sangat lapar untuk menang, dan mereka memiliki empat atau lima pemain yang pergi ke Piala Dunia. Saya mengatakan ini akan sempurna; pelatih baru, pemain baru, dan lapar untuk menang", imbuhnya.
Thiago Alcantara

Fans Barcelona menyukai Thiago Alcantara dan jatuh hati kepadanya. Sial bagi Thiago, dia tak pernah mendapat kesempatan yang pantas.
Dia kalah bersaing dengan Xavi dan Andres Iniesta yang dianggap lebih penting dari darinya. Namun produk La Masia itu tetap setia.
Lalu, Cesc Fabregas datang dan posisi Thiago kian terpojok. Sedih, kecewa, bercampur jadi satu. Dia dibangkucadangkan, sementara Fabregas kerap masuk line up utama.
Ketika Guardiola menawarkan Thiago kesempatan bermain dengan Bayern Munchen, Thiago tak menampik. Ia meninggalkan Barcelona di musim panas 2013. Bayern membelinya dengan harga 25 juta euro atau setara Rp 419 miliar.
Bersama Die Roten, pemain buangan itu berkembang pesat. Dia menjadi roda penggerak paling vital di lini tengah. Nun jauh di Camp Nou, Barcelona malah berjuang membuang Fabregas.
Melihat kenyataan itu, penggemar semakin patah hati. Fabregas yang diharapkan bisa bersinar malah melempem. Thiago justru disanjung di kampung orang.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Choki Sihotang/Editor Benediktus Nurfahmi Budi
Published: 22 Juli 2022
Baca Juga:
- 6 Pemain Chelsea Bergaji Tinggi tapi Minim Kontribusi
- 5 Rekor Dunia yang Diukir Cristiano Ronaldo, Nomor 5 Bisa Disalip Messi Jika Bertahan di MU
- Statistik Jules Kounde vs 5 Bek Barcelona, Siapa Lebih Baik?
- 12 Pemain Tua yang Masih Eksis di Lapangan Hijau, Ada Cristian Gonzales Lho!
- 5 Bukti Skuat MU Masih Respek ke Cristiano Ronaldo
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 6 Juni 2026 16:05Lamine Yamal Raih Pemain Terbaik La Liga 2025/2026
-
Liga Spanyol 6 Juni 2026 16:00Agen Jurgen Klopp Buka Suara soal Rumor ke Real Madrid
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 7 Juni 2026 05:40Bintang Everton Ini Tolak Kontrak Baru Demi Gabung MU
-
Bola Dunia Lainnya 7 Juni 2026 04:55Anthony Martial Tinggalkan Klubnya Setelah Hanya 20 Laga
BERITA LAINNYA
-
spanyol 6 Juni 2026 16:05Lamine Yamal Raih Pemain Terbaik La Liga 2025/2026
-
spanyol 6 Juni 2026 16:00Agen Jurgen Klopp Buka Suara soal Rumor ke Real Madrid
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
MOST VIEWED
Setelah Konate dan Dumfries, Jose Mourinho Bidik Bek Arsenal untuk Lengkapi Revolusi Lini Pertahanan Real Madrid
Revolusi Real Madrid: Rencana Besar Setelah Musim Bencana
Gelandang Barcelona 95 Persen ke Monaco, Transfer bakal Rampung Pekan Ini
Real Madrid Segera Resmikan Dumfries, tapi Belum Selesai Belanja: 3 Nama Ini Layak Jadi Prioritas
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)
