Dilema Xavi Espart bagi Barcelona: Bek Kanan dengan Jiwa Gelandang

Dilema Xavi Espart bagi Barcelona: Bek Kanan dengan Jiwa Gelandang
Aksi Xavi Espart di laga Barcelona vs Sevilla di Camp Nou, Minggu (15/03/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Xavi Espart menghadirkan dilema menarik bagi Barcelona. Pemain muda tersebut mampu tampil meyakinkan sebagai bek kanan, tetapi justru terlihat semakin natural ketika bergerak ke lini tengah.

Bagi Barcelona, fleksibilitas itu merupakan keuntungan besar karena Espart bisa menawarkan lebih dari satu solusi. Namun, perkembangan jangka panjangnya tetap membutuhkan keputusan mengenai posisi yang paling mampu memaksimalkan potensinya.

Bek kanan menjadi jalur paling cepat menuju tim utama karena Barcelona masih mencari stabilitas di posisi tersebut. Di sisi lain, kemampuan Espart sebagai gelandang membuat klub harus berhati-hati agar tidak membatasi perkembangannya hanya demi mengisi kebutuhan jangka pendek.

Bek Kanan Jadi Jalan Tercepat

Barcelona memiliki alasan kuat untuk mengembangkan Espart sebagai bek kanan. Eric Garcia kini diarahkan ke posisi tersebut, sementara masa depan Jules Kounde tidak lagi sesederhana sebelumnya.

Kemampuan memahami permainan positional ala Barcelona, menerima bola di bawah tekanan, serta bergerak ke tengah ketika membangun serangan membuat Espart sangat berharga. Dalam sistem Hansi Flick, ia bahkan tidak harus menjadi bek kanan klasik yang terus melakukan overlap karena bisa bertransformasi menjadi gelandang tambahan ketika Barcelona menguasai bola.

Lini Tengah Justru Menggoda

Masalahnya, Espart terlihat terlalu bagus ketika dimainkan sebagai gelandang untuk mengabaikan kemungkinan tersebut. Kesadaran ruang, penempatan posisi, keberanian menerima bola di area padat, serta kemampuannya menjaga aliran permainan terasa sangat cocok dengan karakter Barcelona.

Perbedaan itu cukup jelas ketika ia bermain di kedua posisi tersebut. Barcelona seharusnya tidak menentukan masa depannya hanya berdasarkan posisi yang sedang kosong, tetapi mencari peran yang dapat memaksimalkan potensi besarnya.

Persaingan di lini tengah juga membuat jalur Espart menuju tim utama jauh lebih sulit. Frenkie de Jong, Pedri, Gavi, Dani Olmo, dan Fermin Lopez sudah tersedia, sementara Marc Bernal menjadi salah satu investasi muda penting klub.

Peran Hybrid Bisa Jadi Solusi

Kedatangan Rodri semakin memperketat persaingan di lini tengah Barcelona. Namun, posisi bek kanan justru menawarkan jalan yang lebih terbuka sehingga fleksibilitas Espart bisa menjadi keuntungan terbesar dalam proses menuju tim utama.

Sepak bola modern juga semakin mengaburkan batas posisi tradisional. Bek kanan dapat bertahan melebar, masuk ke lini tengah saat membangun serangan, dan beroperasi seperti gelandang ketika tim menguasai bola.

Karakter tersebut membuat Espart berpotensi menjalankan peran hybrid seperti Joshua Kimmich. Flick bahkan bisa memanfaatkannya sebagai bek kanan musim ini, sambil tetap memberinya kesempatan bermain di lini tengah ketika situasi memungkinkan.

Espart sudah membuktikan kualitasnya sebagai bek kanan dan berpotensi lebih hebat di lini tengah. Oleh karena itu, Barcelona tidak perlu terburu-buru memilih satu label karena fleksibilitasnya justru dapat menjadi aset terbesar untuk masa depan.

Sumber: Barca Universal