Formasi 4-4-2 yang Hadirkan Kestabilan bagi Real Madrid: Alvaro Arbeloa Mulai Terlihat Menjanjikan?

Formasi 4-4-2 yang Hadirkan Kestabilan bagi Real Madrid: Alvaro Arbeloa Mulai Terlihat Menjanjikan?
Alvaro Arbeloa ketika bertugas sebagai pelatih Real Madrid musim 2025/2026 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Real Madrid mulai tampil stabil di bawah komando Alvaro Arbeloa. Formasi 4-4-2 yang diterapkan dalam tiga laga terakhir La Liga terbukti efektif. Hasilnya konkret: tiga kemenangan beruntun.

Teranyar, Los Blancos menaklukkan Real Sociedad dengan skor 4-1 pada pekan ke-24 La Liga, Minggu (15/2) dini hari WIB di Stadion Bernabeu. Performa dominan itu menegaskan bahwa perubahan taktik bukan sekadar eksperimen, melainkan formula yang mulai matang.

Keputusan Arbeloa meninggalkan 4-3-3 dan 4-2-3-1 menjadi titik balik. Kekalahan 2-4 dari Benfica di Liga Champions memperlihatkan rapuhnya struktur bertahan Real Madrid. Sejak saat itu, 4-4-2 hadir sebagai solusi taktis yang lebih rasional.

Dengan model diamond di lini tengah, Real Madrid tampil lebih kompak dan efisien. Arda Guler diberi peran lebih ofensif, sementara Vinicius Junior berduet dengan Gonzalo Garcia di lini depan. Kombinasi ini menghadirkan dinamika baru dalam skema permainan El Real.

4-4-2 Arbeloa: Keseimbangan dan Transisi Mematikan

4-4-2 Arbeloa: Keseimbangan dan Transisi Mematikan

Selebrasi Vinicius Junior setelah mencetak gol kedua timnya dari titik penalti dalam laga Liga Spanyol antara Real Madrid vs Real Sociedad di Santiago Bernabeu, 15 Februari 2026 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Dalam duel kontra Real Sociedad, Arbeloa kembali menurunkan 4-4-2 berbentuk diamond. Struktur ini membuat Real Madrid unggul di koridor tengah sekaligus tetap memiliki dua opsi langsung saat melakukan serangan balik.

Arda Guler ditempatkan sedikit lebih maju sebagai penghubung lini tengah dan lini depan. Pergerakannya membuka ruang bagi Vinicius Junior dan Gonzalo Garcia, yang konsisten melakukan penetrasi vertikal.

"Dengan tipe pemain yang kami miliki, jika kami ingin melakukan serangan balik, itu memungkinkan kami untuk melakukannya dengan dua pemain di depan," ucap Arbeloa di situs resmi klub.

Transisi menjadi senjata utama. Real Madrid tak lagi terlalu bergantung pada penguasaan bola statis. Tiga kemenangan beruntun atas Rayo Vallecano (2-1), Valencia (2-0), dan Real Sociedad (4-1) menjadi bukti konkret efektivitas pendekatan tersebut.

Pertandingan Selanjutnya
La Liga La Liga | 15 Februari 2026
Real Madrid Real Madrid
03:00 WIB
Real Sociedad Real Sociedad

Soliditas Lini Belakang dan Evolusi Taktik Arbeloa

Soliditas Lini Belakang dan Evolusi Taktik Arbeloa

Trent Alexander-Arnold dan Gonzalo Garcia merayakan gol Real Madrid di laga lawan Real Sociedad pada pekan ke-24 La Liga 2025/2026 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Perubahan paling mencolok dari 4-4-2 adalah stabilitas defensif. Saat kalah dari Benfica, struktur pertahanan Real Madrid kerap terpecah dan mudah ditembus. Dengan tiga gelandang sentral dalam skema diamond, area tengah kini lebih tertutup.

"Secara defensif, ini adalah struktur yang tidak hanya digunakan oleh kami tetapi juga oleh banyak tim karena menutup koridor tengah, tempat Anda memiliki pemain terbanyak, dan memungkinkan Anda untuk tetap lebih kompak," kata Arbeloa.

Berdasarkan data Transfermarkt, 4-4-2 merupakan formasi ketiga yang digunakan Arbeloa sejak menangani Real Madrid. Ia sempat memakai 4-3-3 pada empat laga awal sebelum beralih ke 4-2-3-1 saat kalah dari Benfica. Kini, 4-4-2 menjadi titik keseimbangan baru.

"Kami masih memiliki banyak ruang untuk perbaikan, dan yang terpenting, saya sangat senang karena di luar sistem, usaha, kerja sama tim, mentalitas, dan semangat tim adalah hal yang mendasar," kata Arbeloa.

Sumber: Real Madrid, Transfermarkt