Kronik Krisis Besar Barcelona, Siapa Serang Siapa?

Asad Arifin | 5 Februari 2020 09:33
Lionel Messi usai pertandingan lawan Atletico Madrid di Supercopa de Espana. (c) AP Photo

Bola.net - Jurnalis Marca, Luis F. Rojo, membuat laporan bahwa Barcelona kini berada dalam krisis. Tidak ada saling percaya antar figur penting di klub. Bahkan, krisis ini diklaim paling besar dalam beberapa tahun.

Barcelona tampak tidak meyakinkan sejak awal musim 2019/2020 dimulai. Ada rasa kecewa karena dua musim beruntun gagal di Liga Champions, karena kalah dramatis dari AS Roma dan Liverpool.

Sukses Barcelona menguasai La Liga tidak mampu menjadi meredakan rasa kecewa klub. Kekalahan di final Copa del Rey musim 2018/2019 atas Valencia menjadi beban tambahan bagi Barcelona.

Para pemain diklaim tidak percaya pada kinerja Ernesto Valverde, yang kemudian dipecat. Namun, ada juga tudingan pada Eric Abidal tidak becus mengelola tim. Josep Maria Bartomeu pun terlibat dalam pusaran konflik.

1 dari 3 halaman

Hasil Buruk dan Pemecatatan Valverde

Eric Abidal (c) AFP

Luis F. Rojo mengatakan bahwa hasil buruk merupakan pemicu awal krisis Barcelona. Lalu, Ernesto Valverde dipecat pada Januari 2020 lalu. Dua faktor itulah yang membuat internal Barcelona mulai memanas.

"Klub dalam masa kelam, yang semuanya memuncak pada hari Selasa ketika Lionel Messi berhadapan dengan Eric Abidal di media sosial," kata Luis F. Rojo dikutip dari Marca.

Lionel Messi yang biasanya tenang tiba-tiba membuat pernyataan di media sosial. La Pulga menyerang Direktur Olahraga, Eric Abidal, yang membuat pernyataan ada pemain yang tidak punya komitmen pada klub dan ingin Valverde dipecat.

Eric Abidal memang tidak menyebut nama Lionel Messi, juga nama pemain Barcelona lain. Akan tetapi, tidak bisa dipungkiri bahwa Lionel Messi yang disorot ketika Barcelona sedang dalam krisis.

"Messi dengan tegas meminta Abidal untuk khawatir tentang tugasnya sendiri," kata Luis F. Rojo

2 dari 3 halaman

Josep Maria Bartomeu vs Eric Abidal

Josep Maria Bartomeu (c) AFP

Krisis di Barcelona dipastikan kian rumit. Sebab, tidak ada rasa saling percaya antar figur penting di klub. Bahkan, Presiden Josep Maria Bartomeu pun disebut tidak percaya pada kerja Eric Abidal.

Bartomeu kesal dengan kegagalan Eric Abidal membawa pulang Xavi Hernandez untuk menjadi pelatih baru. Padahal, Bartomeu sangat ingin sang mantan kapten Barcelona itu menjadi pengganti Valverde. Namun, klub kemudian memutuskan menunjuk Quique Setien sebagai pelatih baru.

Selain itu, Bartomeu juga kecewa dengan Eric Abidal karena klub gagal mendapat penyerang baru di bursa transfer Januari 2020. Padahal, Barcelona kehilangan Luis Suarez sampai akhir musim.

"Barcelona sekarang berada dalam situasi di mana tak seorang pun mempercayai siapa pun, dan ketegangan menjadi tinggi," kata Luis F. Rojo.

3 dari 3 halaman

Hubungan Panas di Ruang Ganti

Gelandang andalan Barcelona, Sergio Busquets. (c) AP Photo

Bukan hanya di level elit, Luis F. Rojo juga melaporkan ada hubungan yang panas di ruang ganti. Beberapa pemain senang dengan dipecatnya Valverde, seperti Sergio Busquets, Ivan Rakitic, dan Arturo Vidal.

"Tetapi sebagian besar pemain memiliki hubungan yang baik dengan Valverde," kata Luis F. Rojo.

Bahkan, berdasar pada laporan dari AS, sempat terjadi pertengkaran antar pemain pada sesi latihan Barcelona. Momen tersebut terjadi pekan lalu. Tidak disebut nama pemain tersebut, tetapi pemain itu punya pengaruh besar di tim.

"Barcelona memiliki masalah besar, dan mereka sepertinya tidak akan selesai dalam waktu cepat," kata Luis F. Rojo.

Sumber: Marca

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR