
Bola.net - - Cristiano Ronaldo telah menuntaskan musim penuh pertamanya bersama Juventus. Dia datang untuk menambahkan trofi Serie A pada koleksi trofi dalam kariernya yang gemilang. Ronaldo sukses menjadi juara.
Rasa-rasanya sedikit naif apabila menilai kedatangan Ronaldo berpengaruh pada kesuksesan Juve di Serie A. Bagaimanapun, Juve tetaplah Juve. Tanpa Ronaldo pun, Si Nyonya Tua tetap tak akan terkalahkan. Dominasi Juve masih sulit dihentikan.
Artinya, menilai sukses-tidaknya Ronaldo lebih tepat dengan tolok ukur Liga Champions, trofi yang selalu diidam-idamkan Juve. Ronaldo didatangkan Juve demi Liga Champions, semua orang sudah memahami itu. Sayangnya, dia belum berhasil.
Keajaiban Ronaldo telah terbukti ketika dia mencetak hattrick untuk menyingkitkan Atletico Madrid di 16 besar. Namun, sehebat-hebatnya Ronaldo tetap tidak bisa memenangkan pertandingan seorang diri, keajaibannya luntur di perempat final, Juve disingkirkan Ajax.
Biarpun demikian, musim ini tak bisa dibilang buruk untuk Ronaldo. Mungkin bisa dinilai sebagai musim buruk Juventus, tetapi tidak untuk kapten Portugal itu. Ya, sebagai pemain yang mendekati senja kariernya, Ronaldo masih saja moncer.
Ronaldo memang tak menutup musim sebagai top scorer Serie A dan tidak layak mendapatkan penghargaan pemain terbaik. Namun, untuk pemain berusia 34 tahun, mencetak 27 gol di semua kompetisi bukanlah tugas mudah.
Bagaimanapun, musim ini adalah musim yang tak terlalu baik, dan Ronaldo seharusnya bisa tampil lebih baik lagi. Alangkah baiknya menambahkan konteks pada penilaian kali ini, misalnya apa yang bisa dilakukan pemain-pemain lain di usia seperti Ronaldo.
Bagaimana jalannya musim pertama Ronaldo bersama Juventus? Baik atau buruk? Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Selayang Pandang
Di musim pertamanya bersama Real Madrid, Ronaldo sukses membungkus 33 gol di semua kompetisi. Lalu, di musim pertamanya bersama Juventus, dia telah mencetak 27 gol, dan jika saja gaya bermain Massimiliano Allegri sedikit lebih agresif, dia bisa saja mencetak 30 gol dengan mudah.
Artinya, selisih torehan Ronaldo tak terlalu besar, padahal dia bergabung dengan Madrid di usia 24 tahun, dan hengkang ke Turin di usia 33 tahun. Ronaldo belum melambat.
Bersama Madrid, cara bermain tim menguntungkan dia. Madrid bermain pragmatis dengan taktik yang jelas. Ada banyak pemain cepat di sekitarnya yang bisa membantu Ronaldo untuk lebih mendekati gawang lawan dan mencetak banyak gol.
Di Juventus, dengan mengabaikan usia, Ronaldo harus lebih banyak terlibat dalam urusan membangun serangan. Mungkin ini bukan alasan mengapa Ronaldo sulit mencetak gol, tetapi setidaknya ini mengindikasikan bagaimana seharusnya Ronaldo dimainkan.
Ronaldo memang bisa tampil baik saat membantu rekan-rekannya membangun serangan, tetapi bukankah itu berarti menyia-nyiakan kemampuan utama Ronaldo?
Kesalahan kecil itulah yang mungkin menyebabkan mundurnya Massimiliano Allegri. Ketika mendatangkan pemain sehebat Ronaldo, mau tak mau tim harus menyesuaikan diri juga membentuk diri untuk bisa berjalan seirama dengan sang peman top.
Sejauh ini, belum jelas siapa yang bakal jadi pelatih anyar Juventus pasca mundurnya Massimiliano Allegri. Namun, jelas peran Cristiano Ronaldo bakal berubah. Apabila Juve ingin memaksimalkan potensi Ronaldo, alangkah baiknya memainkan dia sebagai ujung tombak dalam gaya bermain pragmatis.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Voli 7 Juni 2026 11:51Hasil Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026
BERITA LAINNYA
-
spanyol 6 Juni 2026 16:05Lamine Yamal Raih Pemain Terbaik La Liga 2025/2026
-
spanyol 6 Juni 2026 16:00Agen Jurgen Klopp Buka Suara soal Rumor ke Real Madrid
SOROT
-
Liputan6 7 Juni 2026 13:00Prabowo Ungkap Tujuan Bangun Sekolah Rakyat
-
Liputan6 7 Juni 2026 12:55Momen Prabowo Makan Siang Bersama Siswa Sekolah Rakyat Bali
-
Liputan6 7 Juni 2026 11:25
Prabowo Kunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama di Tabanan Bali
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
MOST VIEWED
Setelah Konate dan Dumfries, Jose Mourinho Bidik Bek Arsenal untuk Lengkapi Revolusi Lini Pertahanan Real Madrid
Revolusi Real Madrid: Rencana Besar Setelah Musim Bencana
Gelandang Barcelona 95 Persen ke Monaco, Transfer bakal Rampung Pekan Ini
Real Madrid Segera Resmikan Dumfries, tapi Belum Selesai Belanja: 3 Nama Ini Layak Jadi Prioritas
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7974396/original/058528600_1780811156-Prabowo_Makan_SIang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7974337/original/065800100_1780811112-Prabowo_Makan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7970363/original/076578100_1780806991-eleanor.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
