Mesin Gol yang Melempem: Apa yang Terjadi dengan Kylian Mbappe di Real Madrid?

Mesin Gol yang Melempem: Apa yang Terjadi dengan Kylian Mbappe di Real Madrid?
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe di laga melawan Bayern Munich. (c) AP Photo/Bernat Armangue

Bola.net - Perdebatan soal apakah Real Madrid lebih baik dengan atau tanpa Kylian Mbappe kini tak lagi sekadar opini. Diskusi itu berubah menjadi pertanyaan berbasis data, seiring performa sang penyerang yang mengalami fluktuasi tajam.

Di awal musim, kontribusi Mbappe menjadi faktor penting di balik laju impresif Los Blancos. Namun, penurunan produktivitasnya belakangan ini mulai memunculkan kembali keraguan tentang dampak sebenarnya terhadap tim.

Situasi ini semakin kompleks karena bukan hanya hasil tim yang ikut menurun, tetapi juga performa beberapa pemain lain yang terdampak. Real Madrid kini menghadapi fase krusial yang menuntut jawaban cepat atas masalah tersebut.

Awal Gemilang Mbappe dan Dampaknya pada Real Madrid

Awal Gemilang Mbappe dan Dampaknya pada Real Madrid

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe berebut bola dengan pemain Girona, Vitor Reis di laga Liga Spanyol, 11 April 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Proyek Xabi Alonso sempat berjalan mulus sejak awal musim. Mbappe langsung tampil tajam dengan mencetak sembilan dari total 16 gol pertama tim.

Kontribusi tersebut membawa Real Madrid mencatatkan tujuh kemenangan beruntun, yang menjadi periode terbaik mereka musim ini. Momentum itu sempat berlanjut bahkan setelah kekalahan di Metropolitano.

Tim merespons dengan enam kemenangan beruntun lainnya, di mana Mbappe kembali menunjukkan peran sentral lewat delapan gol tambahan. Pada fase ini, ia menjadi motor utama serangan Los Blancos.

Meski begitu, tren positif tersebut tidak bertahan lama. Seiring waktu, performa individu dan hasil tim mulai menunjukkan penurunan yang signifikan.

Penurunan Tajam dan Dampaknya pada Tim

Penurunan Tajam dan Dampaknya pada Tim

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe. (c) AP Photo/Francisco Macia

Dalam tujuh pertandingan terakhir, Mbappe hanya mencetak satu gol. Meski gol tersebut datang di momen penting melawan Bayern Munich, produktivitasnya secara keseluruhan mengalami penurunan drastis.

Statistik menunjukkan perubahan mencolok dalam efisiensinya. Pada performa terbaiknya, ia hanya membutuhkan empat tembakan untuk mencetak gol, dengan rasio konversi 25 persen atau satu gol setiap 70 menit.

Kini, angka itu merosot tajam menjadi satu gol setiap 497 menit, dengan tingkat konversi hanya empat persen. Penurunan ini ikut memengaruhi dinamika permainan tim secara keseluruhan.

Dampaknya juga terasa pada Vinicius Junior, yang produktivitas serangannya menurun hampir setengah sejak Mbappe kembali ke susunan pemain utama. Hal ini memperkuat anggapan bahwa masalah yang dihadapi bersifat kolektif, bukan semata individu.

Kata Arbeloa Soal Mbappe

Di tengah situasi tersebut, Alvaro Arbeloa mencoba meredam kekhawatiran yang berkembang di internal tim.

“Saya tidak merasa khawatir dengan pemain yang memiliki kontribusi seperti mereka . Mereka jelas termasuk dalam empat atau lima pemain terbaik di dunia. Saya sama sekali tidak khawatir," ungkap Arbeloa.

Ia menambahkan bahwa tim memang masih memiliki banyak aspek yang perlu diperbaiki, terutama saat menghadapi lawan yang bermain bertahan.

“Kami perlu meningkatkan banyak aspek sebagai tim, terutama melawan tim yang bermain bertahan, menutup ruang, dan jarang menekan."

"Kami masih kesulitan dalam situasi ini, dan ini lebih merupakan masalah performa tim daripada kurangnya kualitas individu," tutupnya.

Meski telah mencetak 83 gol dalam 96 penampilan, Mbappe kini menghadapi salah satu periode tersulitnya di momen penting Liga Champions.