
Bola.net - Josep Maria Bartomeu resmi mengundurkan diri dari Barcelona, membawa serta seluruh jajaran direksinya. Keputusan ini sudah diduga, tapi masih saja mengejutkan.
Betapa tidak, Bartomeu pergi dengan cara yang mengenaskan. Dia terdesak meninggalkan klub karena kalah dukungan dari Lionel Messi, yang jelas merupakan pemain terpenting dalam skuad Barcelona saat ini.
Kepergian Bartomeu ini pun merupakan akumulasi dari sejumlah masalah dan kekecewaan beberapa tahun terakhir. Dia dianggap gagal total, membawa klub ke arah yang tidak jelas.
Nahasnya, pengunduran Bartomeu ini pun bisa diartikan sebagai pengakuan kekalahannya dari Leo Messi.
Apa yang sebenarnya terjadi? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Gagal dan tidak jelas
Gerard Pique hanya bisa tertunduk melihat pemain Bayern Munchen merayakan gol ke-8 ke gawang Barcelona di Liga Champions 2019-20. (c) AP Photo
Sebagai presiden, karier Bartomeu terbagi dalam dua bagian ekstrem. Di eranya Barca meraih empat gelar La Liga dan satu Liga Champions, terbilang impresif.
Namun, beberapa tahun terakhir Bartomeu gagal merancang proyek perkembangan klub yang jelas. Barca memang masih membeli pemain baru, tapi tidak ada cetak biru yang meyakinkan.
Ketidakjelasan ini dapat dilihat dari kebijakan transfer Barca beberapa tahun terakhir. Ada banyak pemain yang didatangkan, tapi hampir semua dijual lagi setelah satu musim.
Singkatnya, Bartomeu gagal menciptakan tim yang pantas untuk memaksimalkan potensi Messi di lapangan.
Pemberontakan Messi
Kegagalan dan proyek yang tidak jelas itulah yang jadi awal bencana Bartomeu. Musim panas lalu, Messi memulai pemberontakannya untuk meninggalkan klub.
Tentu ini membuat fans Barca terkejut dan marah. Tidak pernah terbayangkan bahwa Messi sendiri yang akan mengajukan permintaan transfer.
Messi akhirnya bertahan, betul, tapi lebih karena klausul kontrak. Dia sudah telanjur kecewa dengan kepemimpinan Bartomeu yang tidak jelas.
Selain itu, Bartomeu punya reputasi buruk di mata ruang ganti. Dia selalu menyalahkan para pemain ketika meraih hasil buruk, padahal klub juga ikut bersalah.
Mosi tidak percaya
Bintang Barcelona, Lionel Messi, tampak kecewa saat timnya kalah atas Bayern Munchen pada babak perempat final Liga Champions hari Sabtu (15/8/2020). (c) AP Photo
Pemberontakan Messi berujung pada mosi tidak percaya yang digelar publik Catalan. Mereka marah dan berusaha melakukan segala cara supaya Messi bertahan, inilah salah satunya.
Dibutuhkan minimal 16.250 tanda tangan untuk meloloskan mosi tidak percaya menjadi referendum. Saat artikel ini ditulis sudah ada 20.000 lebih tanda tangan, Bartomeu terdesak.
Awalnya dia ngotot bertahan, yakin bahwa referendum tidak akan bisa dilakukan karena situasi pandemi. Namun, Selasa (27/10/2020) kemarin pemerintah Catalan mengumumkan bahwa referendum masih bisa dilakukan dengan kawalan protokol ketat.
Referendum diizinkan, terpaksa pergi
Begitu mendengar referendum bisa dilangsungkan, pilihan Bartomeu tersisa dua: mengundurkan diri, atau menunggu pemungutan suara dan dicopot dengan tidak hormat.
Tentu pilihan kedua lebih buruk, karena itulah Bartomeu memilih mengundurkan diri. Dengan demikian dia merasa keputusan masih ada di tangannya, meski sebenarnya jelas terdesak.
Bartomeu mundur beserta seluruh jajaran direksinya. Seharusnya ini adalah tahun terakhirnya menjabat sebelum pemilihan ulang, tapi apa daya dia harus pergi lebih cepat.
Pertanda Messi lebih besar?
Lionel Messi jelang pertandingan melawan Bayern Munchen di perempat final Liga Champions 2019-2020. (c) AP Photo
Terlepas dari daftar dosa Bartomeu tersebut, pengunduran diri presiden klub terbilang langka di era modern.
Lihat saja bagaimana fans Manchester United bertahun-tahun menyuarakan Glazers Out, tapi tidak pernah ada pergerkan siginifikan. Fans Arsenal pun mencoba menyuarakan Kroenke Out, juga tidak mempan.
Sebab itu, pengunduran diri Bartomeu ini dapat disebut sebagai torehan apik fans Barca. Mereka bersatu mengambil sisi Messi dan menyerang Bartomeu.
"Kemenangan Messi?"
Pertanyaannya, bukankah pengunduran diri Bartomeu ini pun bisa dipandang sebagai kemenangan Leo Messi? Di sini prinsip "Tidak ada pemain yang lebih besar dari klub" patut dipertanyakan.
Bartomeu buruk dalam tahun-tahun terakhirnya, tapi dia pernah sukses mempersembahkan trofi dan mendatangkan pemain-pemain terbaik.
Katakanlah pemain yang memberontak bukan Messi, seperti kasus Ivan Rakitic dan Luis Suarez kemarin, mungkinkah Bartomeu sampai harus diserang mosi tidak percaya dan akhirnya mengundurkan diri?
Tulis pendapatmu di kolom komentar ya, Bolaneters!
Torehan Barcelona di era Bartomeu
- La Liga: 4 trofi
- Copa del Rey: 4 trofi
- Supercopa de Espana: 2 trofi
- Liga Champions: 1 trofi
- UEFA Super Cup: 1 trofi
- FIFA Club World Cup: 1 trofi
Baca ini juga ya!
- Resmi, Josep Maria Bartomeu Mengundurkan Diri dari Barcelona
- Real Madrid Belum Move On dari Pemain Napoli Ini
- Tuntutan Gila Lyon ke Barcelona: Memphis Depay Barter dengan Antoine Griezmann
- Bartomeu: Saya Mundur dari Barcelona? Jangan Harap!
- Skuad Real Madrid di Belakang Zinedine Zidane: Kalah dan Menang Bersama!
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 23 Juli 2026 12:01Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
spanyol 22 Juli 2026 12:00Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
-
spanyol 22 Juli 2026 11:31Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
-
spanyol 22 Juli 2026 00:15Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
SOROT
-
Liputan6 23 Juli 2026 16:54Roy Suryo: Putusan Dokter Tifa Harus Berlaku Juga Untuk Kasus Saya
-
Liputan6 23 Juli 2026 16:48Purbaya Segera Bahas Efisiensi Anggaran MBG Bersama Sudaryono
-
Liputan6 23 Juli 2026 16:18RSPI Disiapkan Jadi Penyangga Layanan Kesehatan di Jakarta Utara
-
Liputan6 23 Juli 2026 16:05Putra Ferdy Sambo Dilantik Jadi Perwira Remaja Polri di Istana
MOST VIEWED
Penampilan Impresif Rodri di Piala Dunia 2026 Ubah Pandangan Internal Real Madrid
Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
Real Madrid Coret Enzo Fernandez dari Daftar Transfer, Kartu Merah di Final Piala Dunia Jadi Pertimbangan
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305715/original/010463900_1784800497-IMG_2284.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471362/original/043762100_1768284436-Mantan_Wakapolri_Komjen_Pol__Purn__Oegroseno.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305661/original/080822500_1784799660-Oegroseno.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305602/original/012733200_1784798325-IMG_2522.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305551/original/019290800_1784797519-IMG-20260723-WA0017.jpg)
