
Bola.net - Barcelona memiliki banyak pemain yang tampil menonjol musim ini, tapi nama Fermin Lopez muncul sebagai salah satu yang paling konsisten menarik perhatian. Setelah beberapa musim keluar-masuk tim utama, gelandang muda itu kini menunjukkan lonjakan performa yang signifikan.
Produktivitas gol dan assist Fermin meningkat drastis di berbagai kompetisi. Perannya semakin vital, terutama dalam laga-laga besar, seiring kepercayaan penuh yang ia dapatkan dari pelatih anyar Barcelona.
Performa tersebut beriringan dengan langkah klub mengamankan masa depannya. Barcelona telah merampungkan kontrak baru yang mengikat Fermin hingga 2031, menandai posisinya sebagai bagian penting dari proyek jangka panjang klub.
Dari Ledakan Performa hingga Kontrak Jangka Panjang

Musim ini menjadi titik balik bagi Fermin Lopez. Ia telah mencatatkan 20 kontribusi gol di semua ajang, sebuah angka yang menegaskan transformasinya menjadi pemain kunci di bawah arahan Hansi Flick.
Kepercayaan pelatih tercermin dalam menit bermain dan peran strategis yang ia emban, khususnya saat Barcelona menghadapi pertandingan berintensitas tinggi. Konsistensi tersebut membuat manajemen klub bergerak cepat mengamankan jasanya.
Kontrak jangka panjang hingga 2031 menjadi simbol pengakuan atas perkembangannya, sekaligus bukti bahwa Fermin kini berada di pusat rencana Barcelona ke depan.
Tahun-Tahun Sulit di La Masia

Di balik kesuksesan saat ini, jalan Fermin menuju level tertinggi tidaklah mulus. Dalam sebuah acara terbaru, seperti dilaporkan Mundo Deportivo, ia membuka kisah masa-masa sulitnya saat menimba ilmu di La Masia.
“Saya tidak terpikir untuk berhenti bermain sepak bola, tetapi di tahap pendidikan, saya merasa sangat inferior dibandingkan rekan-rekan setim,” ujar Fermin.
Tekanan tersebut bahkan sempat membuatnya nyaris menyerah. “Ada momen ketika saya tidak bermain, dan saya berkata pada diri sendiri: 'Saya pulang saja'. Saya menangis di La Masia."
"Saya benar-benar menjalani masa yang sangat berat. Kadang saya berpikir untuk pergi dan meninggalkan semuanya.”
Proses Pendewasaan dan Titik Balik Karier
Fermin juga menyinggung perkembangan fisiknya yang terlambat dibandingkan pemain lain.
“Saya harus kuat, dan saya rasa itu terlihat sekarang. Lonjakan pertumbuhan saya terjadi di usia 17 atau 18 tahun, sangat terlambat,” jelasnya.
Masa peminjaman ke Linares menjadi fase penting dalam pembentukan mental dan kepercayaan dirinya.
“Saya banyak berkembang sebagai pribadi dan sebagai pemain. Saya punya opsi ke tim Segunda Division, tetapi saya bertahan,” kata Fermin, menggambarkan keputusan yang membantunya matang.
Namanya mulai dikenal luas setelah mencetak gol spektakuler ke gawang Real Madrid pada laga pramusim. Momen itu menjadi pernyataan dirinya di level tertinggi.
Ambisi Fermin tidak berhenti di level klub. Musim panas ini, ia berpeluang membela Spanyol di Piala Dunia, meski pengumuman awal sempat membuatnya kecewa
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Renovasi Rp25 Triliun, Camp Nou Tetap tak Berdaya Hadapi Hujan di Laga Barcelona vs Oviedo: Presiden & Tamu VIP Basah Kuyup
- Barcelona vs Copenhagen: Rekor Produktivitas Jadi Modal Tuan Rumah
- Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 29 Januari 2026
- Marc Casado Aman di Camp Nou, Hansi Flick Tak Mau Lepas
- Kontrak Baru Fermin Lopez di Barcelona Hampir Rampung, Apa Isi Kesepakatannya?
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 27 Januari 2026 19:42Perjalanan Berliku Fermin Lopez: Air Mata, Keraguan, dan Ledakan di Barcelona
-
Liga Champions 27 Januari 2026 16:45Barcelona vs Copenhagen: Rekor Produktivitas Jadi Modal Tuan Rumah
-
Liga Champions 27 Januari 2026 16:16Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 29 Januari 2026
-
Liga Spanyol 27 Januari 2026 14:48
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 27 Januari 2026 21:07 -
Tim Nasional 27 Januari 2026 21:00 -
Liga Eropa Lain 27 Januari 2026 20:56 -
Liga Inggris 27 Januari 2026 20:55 -
Tim Nasional 27 Januari 2026 20:45 -
Bola Indonesia 27 Januari 2026 20:08
MOST VIEWED
- Pergeseran Taktik dan Budaya: Cara Alvaro Arbeloa Menyatukan Real Madrid
- Ketika Kylian Mbappe Mengeksekusi Penalti dengan Panenka Tepat di Hadapan Brahim Diaz
- Hasil Villarreal vs Madrid: El Real Menang Berkat 2 Gol Mbappe & Gusur Barcelona dari Puncak Klasemen
- Here We Go! PSG Amankan Wonderkid Barcelona, Dro Fernandez
HIGHLIGHT
- 4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Burs...
- 5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke...
- 5 Klub Potensial untuk Xabi Alonso Setelah Pergi d...
- 5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484783/original/018265600_1769484757-1000162338.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485621/original/068828500_1769516121-Foto_2.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5392751/original/035250300_1761511473-eric_garcia_real_madrid_vs_barcelona.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485072/original/040541400_1769494130-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485588/original/085396000_1769514344-0127__9__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3563902/original/063957200_1631001469-todd-cravens-IY1sRDxNWN4-unsplash.jpg)

