Perjalanan Berliku Fermin Lopez: Air Mata, Keraguan, dan Ledakan di Barcelona

Perjalanan Berliku Fermin Lopez: Air Mata, Keraguan, dan Ledakan di Barcelona
Aksi Fermin Lopez di laga Guadalaraja vs Barcelona, Rabu (17/12/2025). (c) AP Photo/Rudy Garcia

Bola.net - Barcelona memiliki banyak pemain yang tampil menonjol musim ini, tapi nama Fermin Lopez muncul sebagai salah satu yang paling konsisten menarik perhatian. Setelah beberapa musim keluar-masuk tim utama, gelandang muda itu kini menunjukkan lonjakan performa yang signifikan.

Produktivitas gol dan assist Fermin meningkat drastis di berbagai kompetisi. Perannya semakin vital, terutama dalam laga-laga besar, seiring kepercayaan penuh yang ia dapatkan dari pelatih anyar Barcelona.

Performa tersebut beriringan dengan langkah klub mengamankan masa depannya. Barcelona telah merampungkan kontrak baru yang mengikat Fermin hingga 2031, menandai posisinya sebagai bagian penting dari proyek jangka panjang klub.

1 dari 3 halaman

Dari Ledakan Performa hingga Kontrak Jangka Panjang

Dari Ledakan Performa hingga Kontrak Jangka Panjang

Fermin Lopez merayakan gol kedua timnya dalam laga Liga Champions antara Slavia Praha vs Barcelona di Fortuna Arena, 22 Januari 2026 (c) AP Photo/Petr David Josek

Musim ini menjadi titik balik bagi Fermin Lopez. Ia telah mencatatkan 20 kontribusi gol di semua ajang, sebuah angka yang menegaskan transformasinya menjadi pemain kunci di bawah arahan Hansi Flick.

Kepercayaan pelatih tercermin dalam menit bermain dan peran strategis yang ia emban, khususnya saat Barcelona menghadapi pertandingan berintensitas tinggi. Konsistensi tersebut membuat manajemen klub bergerak cepat mengamankan jasanya.

Kontrak jangka panjang hingga 2031 menjadi simbol pengakuan atas perkembangannya, sekaligus bukti bahwa Fermin kini berada di pusat rencana Barcelona ke depan.

2 dari 3 halaman

Tahun-Tahun Sulit di La Masia

Tahun-Tahun Sulit di La Masia

Pemain Barcelona, Fermin Lopez, merayakan gol pada laga semifinal Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana antara Barcelona vs Athletic Club di Jeddah, 7 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Di balik kesuksesan saat ini, jalan Fermin menuju level tertinggi tidaklah mulus. Dalam sebuah acara terbaru, seperti dilaporkan Mundo Deportivo, ia membuka kisah masa-masa sulitnya saat menimba ilmu di La Masia.

“Saya tidak terpikir untuk berhenti bermain sepak bola, tetapi di tahap pendidikan, saya merasa sangat inferior dibandingkan rekan-rekan setim,” ujar Fermin.

Tekanan tersebut bahkan sempat membuatnya nyaris menyerah. “Ada momen ketika saya tidak bermain, dan saya berkata pada diri sendiri: 'Saya pulang saja'. Saya menangis di La Masia."

"Saya benar-benar menjalani masa yang sangat berat. Kadang saya berpikir untuk pergi dan meninggalkan semuanya.”

3 dari 3 halaman

Proses Pendewasaan dan Titik Balik Karier

Fermin juga menyinggung perkembangan fisiknya yang terlambat dibandingkan pemain lain.

“Saya harus kuat, dan saya rasa itu terlihat sekarang. Lonjakan pertumbuhan saya terjadi di usia 17 atau 18 tahun, sangat terlambat,” jelasnya.

Masa peminjaman ke Linares menjadi fase penting dalam pembentukan mental dan kepercayaan dirinya.

“Saya banyak berkembang sebagai pribadi dan sebagai pemain. Saya punya opsi ke tim Segunda Division, tetapi saya bertahan,” kata Fermin, menggambarkan keputusan yang membantunya matang.

Namanya mulai dikenal luas setelah mencetak gol spektakuler ke gawang Real Madrid pada laga pramusim. Momen itu menjadi pernyataan dirinya di level tertinggi.

Ambisi Fermin tidak berhenti di level klub. Musim panas ini, ia berpeluang membela Spanyol di Piala Dunia, meski pengumuman awal sempat membuatnya kecewa