Real Madrid Tersingkir dari Copa del Rey, Kalah dari Tim Peringkat ke-17 Segunda Division

Real Madrid Tersingkir dari Copa del Rey, Kalah dari Tim Peringkat ke-17 Segunda Division
Reaksi kecewa skuad Real Madrid dalam laga babak 16 besar Copa del Rey antara Albacete vs Real Madrid, 15 Januari 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Kekalahan Real Madrid dari Albacete di babak 16 besar Copa del Rey langsung memicu gelombang kritik. Bukan hanya karena skor, tetapi juga karena identitas lawan yang mereka hadapi.

Madrid datang ke Estadio Carlos Belmonte dengan status raksasa Eropa, sementara Albacete adalah klub yang tengah berjuang di papan bawah kasta kedua sepak bola Spanyol. Jurang reputasi kedua tim seharusnya terlalu lebar untuk menghasilkan kejutan.

Namun justru di sinilah ironi itu lahir. Kekalahan ini tidak sekadar tentang rotasi pemain atau debut pelatih baru, melainkan membuka fakta yang membuat hasilnya terasa jauh lebih memalukan.

1 dari 2 halaman

Albacete Bukan Kuda Hitam, Mereka Tim Papan Bawah

Albacete Bukan Kuda Hitam, Mereka Tim Papan Bawah

Fran Garcia berebut bola dengan Lorenzo Aguado dalam laga babak 16 besar Copa del Rey antara Albacete vs Real Madrid, 15 Januari 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Albacete saat ini menempati peringkat ke-17 klasemen Segunda Division musim 2025/2026. Posisi tersebut menempatkan mereka hanya beberapa strip di atas zona degradasi.

Sepanjang musim liga, Albacete dikenal inkonsisten dan lebih sering berkutat dengan upaya menghindari papan bawah. Mereka bukan tim yang datang ke Copa del Rey dengan status penantang serius.

Kondisi ini membuat kemenangan atas Real Madrid terasa janggal. Bukan karena Albacete bermain sempurna, melainkan karena perbedaan level yang seharusnya sulit dijembatani.

Dalam konteks ini, hasil di Carlos Belmonte bukan kisah klasik “tim kecil yang sedang naik daun”. Ini adalah kemenangan tim papan bawah Segunda atas raksasa La Liga.

2 dari 2 halaman

Kekalahan yang Memperbesar Sorotan ke Real Madrid

Real Madrid tampil di bawah arahan pelatih baru Alvaro Arbeloa yang menjalani debutnya. Keputusan menurunkan banyak pemain muda menjadi sorotan utama setelah laga berakhir.

Secara permainan, Madrid kesulitan mengontrol momen krusial dan kembali rapuh di fase akhir pertandingan. Dua gol Jefte Betancor di menit-menit penentuan menjadi cermin lemahnya manajemen laga.

Kekalahan ini pun sulit dibingkai sebagai sekadar kecelakaan piala. Lawan yang dihadapi bukan tim papan atas Segunda, melainkan klub yang sedang berjuang menghindari degradasi.

Bagi Madrid, hasil ini menambah daftar masalah struktural yang belum terselesaikan. Bagi Albacete, ini adalah malam bersejarah, tetapi tetap tidak mengubah fakta posisi mereka di liga.