Statistik Buruk Barcelona Tanpa Raphinha Jadi Alarm Bahaya

Statistik Buruk Barcelona Tanpa Raphinha Jadi Alarm Bahaya
Selebrasi Raphinha usai menjebol gawang Sevilla di Camp Nou, Minggu (15/03/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Barcelona menghadapi masalah serius dalam perburuan gelar musim 2025-26. Ketergantungan tinggi pada Raphinha kini menjadi perhatian setelah winger Brasil itu berpotensi absen cukup lama karena cedera yang dia alami saat bermain melawan Prancis.

Keputusan menunjuk Hansi Flick awalnya membawa dampak positif bagi kebangkitan sang pemain. Raphinha yang sempat ingin hengkang kini justru menjadi elemen vital dalam sistem permainan Blaugrana.

Situasi ini menjadi kontras dengan masa akhir kepelatihan Xavi Hernandez yang penuh tekanan. Saat itu, baik klub maupun pemain sempat mempertimbangkan perpisahan karena kontribusi yang belum maksimal.

Transformasi Raphinha di Era Flick

Transformasi Raphinha di Era Flick

Pelatih Barcelona, Hansi Flick. (c) AP Photo/Joan Monfort

Kedatangan Flick mengubah peran Raphinha secara signifikan di lini serang. Ia tidak hanya menjadi pencetak angka, tetapi juga penentu ritme permainan menyerang tim.

Pelatih asal Jerman itu memaksimalkan kemampuan Raphinha dalam menusuk lini belakang lawan. Hasilnya, pemain berusia 29 tahun tersebut mencatatkan 27 kontribusi gol musim ini.

Sistem agresif Flick membuat Raphinha menjadi kunci dalam transisi cepat. Tanpanya, efektivitas serangan Barcelona mengalami penurunan yang cukup terasa.

Statistik Mengkhawatirkan Tanpa Raphinha

Statistik Mengkhawatirkan Tanpa Raphinha

Raphinha melepaskan tembakan dalam laga uji coba internasional antara Brasil vs Prancis di Gillette Stadium, Massachusetts, 27 Maret 2026 (c) AP Photo/Charles Krupa

Data menunjukkan perbedaan signifikan performa Barcelona dengan dan tanpa Raphinha. Saat ia bermain, tim meraih 23 kemenangan dari 27 laga dengan persentase menang mencapai 85,2 persen.

Sebaliknya, tanpa kehadirannya, persentase kemenangan turun drastis menjadi 58,3 persen. Dari 12 pertandingan, Barcelona hanya mampu menang tujuh kali dan kalah empat kali.

Perbedaan juga terlihat dari sisi pertahanan yang lebih rapuh. Rata-rata kebobolan meningkat dari 0,9 gol per laga menjadi 1,8 gol saat Raphinha absen.

Dampak Cedera dan Ancaman Gelar

Cedera hamstring yang dialami Raphinha membuatnya berpotensi absen hingga lima pekan. Absennya datang di fase krusial musim yang bisa menentukan arah perburuan trofi.

Kehilangan ini bukan hanya soal kontribusi gol, tetapi juga intensitas pressing. Tanpa kerja kerasnya, garis pertahanan tinggi Barcelona lebih mudah ditembus lawan.

Kondisi tersebut terlihat jelas saat menghadapi Atletico Madrid di Copa del Rey. Barcelona kalah 0-4 tanpa Raphinha, lalu bangkit menang 3-0 saat ia kembali dan mencetak gol.

Jika situasi ini berlanjut, peluang Barcelona untuk mengamankan gelar bisa terganggu. Flick kini dituntut menemukan solusi cepat untuk menjaga konsistensi tim tanpa sosok kunci mereka.

Sumber Sports Illustrated

Klasemen