
Bola.net - Xavi mengaku bahwa ia kerap menerima banyak kritik dari pengamat sepakbola di Spanyol, ketika menjalani awal karirnya sebagai pemain profesional di tim inti Barcelona.
Xavi memang awalnya tidak langsung mendapat pujian atas penampilannya. Namun perlahan, pemain Spanyol mampu tumbuh sebagai salah satu pemain terbaik di dunia. Ia sanggup menghantar Barca meraih gelar juara dan kini tercatat memainkan lebih dari 700 laga bersama klub.
"Saya tidak mendapat pengakuan hingga tahun 2008, saat di mana saya sudah berada di tim selama 10 tahun. Jika saya kembali melihat surat kabar kala itu, hal tersebut membuat saya tertawa. Mereka mengatakan bahwa Edgar Davids membuat saya terlihat bagus," jelas Xavi pada El Periodico.
"Bahwa saya hanya menggerakkan bola dari satu sisi ke sisi lain. Mereka menyebut saya tak ubahnya seperti wiper atau pembersih kaca," pungkasnya. [initial]
(per/rer)
Xavi memang awalnya tidak langsung mendapat pujian atas penampilannya. Namun perlahan, pemain Spanyol mampu tumbuh sebagai salah satu pemain terbaik di dunia. Ia sanggup menghantar Barca meraih gelar juara dan kini tercatat memainkan lebih dari 700 laga bersama klub.
"Saya tidak mendapat pengakuan hingga tahun 2008, saat di mana saya sudah berada di tim selama 10 tahun. Jika saya kembali melihat surat kabar kala itu, hal tersebut membuat saya tertawa. Mereka mengatakan bahwa Edgar Davids membuat saya terlihat bagus," jelas Xavi pada El Periodico.
"Bahwa saya hanya menggerakkan bola dari satu sisi ke sisi lain. Mereka menyebut saya tak ubahnya seperti wiper atau pembersih kaca," pungkasnya. [initial]
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 13:49Erupsi Gunung Lewotobi, Bandara Maumere Tutup 2 Hari
-
Liputan6 6 Juni 2026 13:23Bima Arya: Masa Depan Jakarta Bergantung pada Kawasan Aglomerasi
-
Liputan6 6 Juni 2026 12:54Istana Tegaskan Tak Ada Rencana Ganti Menkeu dan Gubernur BI
-
Liputan6 6 Juni 2026 11:46Bahas Rupiah 18.000 per Dolar AS, ini Hasil Rapat DPR dan Pemerintah
MOST VIEWED
Jose Mourinho Sudah Susun Rencana di Real Madrid, Lima Posisi Jadi Target Utama
Misteri Target Rp3,14 Triliun Real Madrid: Bukan Kane, Bukan Haaland, Siapa?
Revolusi Real Madrid: Rencana Besar Setelah Musim Bencana
Setelah Konate dan Dumfries, Jose Mourinho Bidik Bek Arsenal untuk Lengkapi Revolusi Lini Pertahanan Real Madrid
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7898852/original/049583200_1780728555-1002133434.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7897788/original/059664800_1780727172-WhatsApp_Image_2026-06-06_at_11.58.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7896475/original/043029700_1780725740-IMG_2910.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7888802/original/088640200_1780717331-IMG_4763.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7892431/original/049079500_1780721186-IMG_2956.jpg)

